Tampilkan postingan dengan label Tips untuk Pemula. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips untuk Pemula. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 November 2013

Merawat Set Peralatan Mancing

Merawat Set Peralatan Mancing



Reel pancing (line winder)

Beberapa orang yang bergabung di tim Mancing Kutuk Gabus mengeluhkan, kenapa reel pancing (kerekan) cenderung cepat trouble / rusak tatkala dipakai untuk mancing kutuk dengan teknik casting umpan katak.

Sebenarnya bukan hanya reel pancing saja yang cepat rusak, kalau kita pergunakan untuk mancing dengan cara casting, senar dan joran pun demikian. Kalau mau membandingkan, ini ibarat kendaraan yang dipakai secara pribadi dibandingkan dengan kalau kendaraan yang kita pergunakan untuk komersial, kilometernya jelas berbeda jauh.  Atau umpamakan saja kita beli 2 bh blender listrik, yang satu hanya kita pakai untuk keperluan di rumah, sedangkan satunya lagi kita pakai untuk jualan ice juice, kira-kira mana yang lebih dulu rusak ?

Seperti yang sudah pernah saya tulis sebelumnya, mancing kutuk dengan teknik casting umpan percil, cobalah sekali-kali kita hitung, berapa kali kita melempar percil, dan juga berapa kali kita menggulung reel dalam satu kali trip. Bandingkan dengan cara mancing kita sebelumnya !

Maka yang namanya line roller macet, gigi payung ( drive gear ) rompal, handle reel patah, senar rantas atau kusut, kolong stick lepas, bahkan stick patah, dan lain-lain, semuanya ini bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Apalagi kita ini mancingnya tiap hari, bahkan ada yang pagi dan sore. Cobalah kita lihat kilometer kita !

Yang bisa kita lakukan untuk memperlambat derajat entropi (kerusakan) pada set peralatan mancing kita adalah merawat set peralatan kita, dan yang kedua adalah memperhatikan dan meminimalkan kebiasaan-kebiasaan yang salah pada saat kita casting / mancing.  

Merawat reel pancing ( line winder / kerekan )

1.      Seperti yang sudah pernah saya tulis sebelumnya tentang peralatan mancing kutuk teknik casting umpan percil, memilih reel pancing memang terserah selera kita semua, tetapi dari dulu saya menyarankan, pilihlah reel pancing yang line rollernya ditumpu dengan bearing ( MR 74, MR 85, MR 95 ) dan bukan menggunakan tumpuan bushing ( nilon maupun kuningan ). Bagian ini benar-benar vital untuk mancing dengan cara casting, oleh karenanya jagalah selalu line roller dari reel pancing kita untuk senantiasa bisa berputar secara lancar dan halus (smooth). Yaitu dengan memberikan pelumasan secara rutin, sebelum berangkat trip, demikian juga saat akan kita simpan dalam waktu yang lama, ketika kita memutuskan untuk libur sementara dari mancing. Bahkan yang terakhir justru lebih penting, karena seringkali macet di bagian line roller ini terjadi saat reel pancing kita nganggur sekian lama. Kalau dipakai tiap hari malah tidak macet, tapi biasanya rusaknya itu bunyi berisik alias ngorok.



Line roller ( yang diberi tanda bulat)


Untuk pelumasan bisa kita gunakan gemuk / grease NLGI 0 (encer) yang biasa dijual di toko-toko pancing, bisa juga pakai pelumas rantai (chain lube), atau minyak goreng.
Jangan gunakan oil mesin kendaraan, karena justru nanti ngorok berisik, mungkin bahan deterjent dan dispersant yang terkandung di dalamnya yang membuat demikian.
Demikian juga jangan gunakan gemuk (grease) yang pekat (NLGI 1, NLGI 2, apalagi NLGI 3), karena kadang-kadang justru membuat line roller jadi berat untuk berputar, bahkan bisa macet.

2.      Melakukan regreassing pada bagian dalam reel pancing kita, dengan membuang grease lama yang sudah kotor / hitam, ganti dengan grease yang baru, yaitu di sekitar gigi-gigi putarannya. Gunakan grease NLGI 0 seperti di atas secukupnya, jangan terlalu banyak, sehingga justru membuat putarannya semakin berat, dan kotor.
Segera lakukan regreassing pada bagian dalam reel ini terutama apabila terjadi reel pancing sampai kecebur kolam / tambak, trip pada musim hujan sehingga reel pancing basah kuyub, dan lain-lain hal apabila kita merasakan sesuatu yang tidak nyaman pada putarannya (seperti halnya motor perlu di tune up ketika kurang enak).
Sekali lagi jangan gunakan grease yang terlalu pekat yang justru membuat putarannya menjadi semakin berat. Grease tertentu yang mengandung bahan  additive EP (ekstrim pressure) yang tinggi justru bereaksi dengan gigi-gigi yang terbuat dari bahan bronze (kuningan), sehingga membuat cepat aus dan greasenya sendiri cepat hitam.

3.      Rutin membersihkan bagian luarnya dari kotoran, debu, dan lain-lain. Biarpun baru kalau kita pakai terus tanpa dibersihkan, reel pancing kita akan cepat kusam dan jorok. “ Pusaka itu kalau rajin kita mandikan semakin bertuah, huoo...ho..hooo ! “, kata Cik Poo.


Merawat joran / stick pancing

1.      Lebih simple daripada merawat reel pancing, usahakan joran kita juga selalu bersih dari kotoran, debu, dan lain-lain.

2.      Kita boleh mengganti sendiri kolong di bagian yang paling pucuk, dengan kolong yang baru, terutama apabila kita lihat keramiknya sudah kelihatan kusam dan kasap (kasar). Karena ini bisa menghambat distance casting (jarak lemparan) kita, membuat senar cepat kusam dan rantas, demikian pula memperberat kerja reel pancing kita pada saat strike.
Untuk melepas kolong yang lama adalah dengan cara dipanasi dengan korek api secara hati-hati, perlahan dan seksama sampai dengan mudah bisa kita lepas tanpa merusak batang stick-nya.
Gunakan kolong baru yang kwalitasnya tergolong bagus dan di atas rata-rata, supaya lebih licin dan lebih awet.

3.      Beberapa merk stick, kolongnya terbuat dari bahan yang tidak berkarat, tetapi ada juga yang dari besi dan mudah berkarat, oleh karenanya amankan dengan cat semprot transparan supaya tidak cepat berkarat dan akhirnya getas lalu kolongnya patah.

Merawat senar / kenur (casting line)

Sejauh ini belum ada yang kita lakukan untuk merawat senar, kecuali dengan cara membalik, bagian dalam pindah taruh di luar, dan setelah kusam lagi ya ganti dengan yang baru, “pengiritan...haa..ha.ha!”.


Kebiasaan-kebiasaan yang salah pada saat casting.

Saya mengamati ada beberapa kebiasaan yang saya rasa tidak perlu kita lakukan, kurang benar bagi saya, atau kurang sedikitlah menurut anggapan saya, sehingga hal-hal yang kelihatannya sepele itu justru bisa mempercepat rusaknya peralatan mancing kita, contohnya demikian :

1.       Memukulkan umpan berkali-kali ke atas permukaan air, untuk melepas umpan, pada saat mau pulang. Kenapa tidak dilepas saja dengan tangan terus dibuang, lebih aman kan.

2.       Memegang kolong stik dan memutarnya untuk melepas ataupun untuk mengatur posisi kolong stik supaya lurus. Kalau tidak hati-hati, kolong bisa bengkok, bahkan patah. Luruskan atau lepaskan, tetapi tanpa menyentuh kolong stik, lebih aman.

3.       Menyodok-nyodok dengan keras stik antena (telescopic) supaya masuk, pada saat mau pulang. Bersihkan tangan supaya tidak licin, pegang dengan tangan kanan dan kiri batang-batang yang macet tersebut, putar sedikit sambil ditekan masuk, kalau masih belum bisa biarkan saja begitu dan dibawa pulang, di rumah akan lebih santai mengerjakannya.

4.       Setelah melempar umpan, biasanya kita menutup bail arm dari reel, dan langsung menggulung begitu saja, tanpa memperhatikan posisi senar, kadang-kadang akibatnya senar tidak duduk tepat diatas line roller, tetapi duduk diluarnya. Demikian berulang-ulang sampai lama, akhirnya membuat garis, dan lama-lama garisnya dalam dan senarnya terjepit di situ, sepele tapi fatal. Tempatkan senar tepat di line roller pada saat menutup bail arm (bail assy), baru gulung niscaya lebih awet.


Bail Arm ( Bail Assy)


5.       Saya pernah mendengar, menutup bail arm sampai bunyi,” cethak ! “. Jangan heran kalau nanti veer tekan yang ada di dalamnya cepat lembek, atau tangkai yang ada di dalamnya patah. Tutup saja dengan pelan dan santai, dengan sedikit menahan supaya jangan ,” cethak ! “, mudah-mudahan veer dan bagian yang lainnya awet, karena mancing dengan cara casting, itu bisa puluhan sampai ratusan kali “ cethak ! “.

6.       Menggunakan reel pancing jenis biasa, tetapi ketika melempar umpan posisi reelnya dibalik di atas joran. Sulit saya menjelaskannya dengan tulisan, tetapi perhatikan, bail arm kita cepat lembek dan lama-lama keple. Di dalam bail arm itu ada lubang yang pas untuk dudukan tangkai yang ada veer tekannya itu tadi, cara yang salah itu tadi akan membuat lubang yang pas dengan tangkainya itu tadi membesar oval, sehingga tidak pas lagi, lalu bail armnya jadi keple. Lemparkan umpan dengan posisi seperti yang sudah pernah saya posting sebelumnya tentang melempar umpan, yang diperagakan oleh Christian, mudah-mudahan reel kita bail armnya tidak cepat keple.

7.       Mengandalkan reel pancing sepenuhnya untuk menarik ikan pada saat fight, maka reel kita bisa cepat aus, karena stress berlebihan dan berkali-kali, bahkan ada yang sampai rompal, atau handle-nya patah.
Tarik jorannya ke belakang lalu gulung reelnya, tarik lagi jorannya ke belakang, lalu gulung lagi reelnya, demikian sampai ikannya mendekat dan dapatkan, lebih aman dan awet.   



Demikian kira-kira, dan kebiasaan-kebiasaan lain yang tidak perlu tentunya. Menulis ini bukan berarti saya hendak menyalahkan orang per orang, karena saya sadar sepenuhnya bahwa semuanya itu adalah hak asasi masing-masing, style dan kreasi masing-masing. Niat tulus saya hanyalah berbagi dengan kita semua, belajar dari kesalahan yang pernah saya alami juga, demi rasa sayang saya kepada kita semua, demi kita semua. Semoga yang sepele ini bisa berarti dan berguna bagi kita semua, atau setidaknya bisa menjadi bahan pertimbangan dan masukan sekedarnya.

Salam mesra selalu dari saya.

Oleh:
Sodikin


Sumber : Pengalaman pribadi

Senin, 14 Oktober 2013

Tips lanjutan untuk Pemula - Mencari Spot Mancing (Bag.4)

Mencari Spot Mancing


Perlu saya tegaskan, mencari spot mancing kutuk di lokasi tambak, adalah lebih specifik daripada sekedar mencari lokasi untuk bisa mancing kutuk, di lokasi tambak. Kalau sekedar mencari tambak yang ada kutuknya, itu hal yang mudah, sebab hampir semua tambak di wilayah Sidoarjo, yang airnya tergolong air tawar, pasti ada ikan kutuknya. Ini sudah sejak zaman saya dan anda belum lahir. Konon kata orang2 tua (penduduk asli), dulu malahan lebih banyak lagi dan merata di mana2, bahkan di selokan rumah pun ada. Sayang dulu kutuk tidak laku, laku pun harganya terlalu murah.

Masalahnya sekarang adalah, bolehkah kita eksplore di sana, banyak apa tidak kutuknya, mau nggondhol apa tidak, lalu dimana sekarang mereka kumpul, itu yang perlu kita tahu. Ini kalau kita mau nyari omset gondholan (besar-kecil ok). Kalau nyari sensasi gondholan, pertanyaan berikutnya adalah ada apa tidak yang monster.

Dan bukan hanya informasi itu saja yang perlu kita ketahui, sebab bisa saja terjadi, kutuknya menurut informasi banyak, konon juga besar2, tetapi saat kita casting hasilnya galau. Ternyata kemarin ikan2 di situ habis disetrum.Nah..berarti qualifying kita cacat, informasi kurang akurat, atau kita yang kurang faham, atau bisa juga sudah faham tapi nekat.

Artikle kita kali ini adalah tentang hal2 yang bisa menyebabkan sepi gondholan, yaitu hal2 atau treatment tertentu yang diterapkan di tambak, yang menyebabkan pola makan kutuk jadi negatif (berubah menjadi makin susah).

Tambak disetrum
Sebenarnya yang disetrum dengan Aki 12 volt itu adalah udang, untuk mengambil sebagian udang. Daripada habis dimakan kutuk, daripada mati karena penyakit, mumpung harganya sedang mahal, dan lain2 sebab terserah pemilik. Namun tentu saja kutuk2nya juga ikut kena setrum dan diambil sekalian, juga ikan2 lain yang dinilai sudah besar sekalian diambil pula. Semua ikan dan udang yang tetap tertinggal di situ stress berat pastinya. Karena stress berat, berikutnya malas hidup lalu mogok makan, mau gantung diri ndak ada tali, haaa...haaa. Stress ini bisa berhari2, kadang sampai seminggu, tergantung kondisi air yang ada di situ. Kalau airnya bagus dan sehat, biasanya cepat pulih, lalu nggondhol lagi.


Nyetrum udang dan kutuk


Air baru, masuk/dimasukkan. 
Pada saat air dari sungai dimasukkan ke tambak, semua perilaku ikan berubah drastis, mereka seperti kegirangan, seketika itu biasanya gondholan sepi, tetapi setelahnya normal lagi. Kalau jam masuknya air berbarengan dengan jamnya kita casting, jangan kecewa kalau hari itu kita galau.

Didadaki.
Sehabis didadaki (baca posting sebelumnya), ada perubahan habitat bagi ikan, udang, maupun kutuk2 di situ, airnya seketika berubah keruh, tempat2 persembunyiannya kena bongkar, tempatnya kumpul2 sambil nongkrong geser dan rusak. Positifnya bagi mereka plankton2 bermunculan dari dasar tanah, dari akar2 tanaman yang tercabut, ketemu lagi daun muda (ganggang muda maksudnya). Bagi kita para pemancing kutuk jelas negatif, seketika itu gondholan jadi sepi. Tetapi besoknya atau beberapa hari setelah itu justru seringkali muncul spot2 baru yang joss, monster2 yang dulu sembunyi di tempat yang jauh tak terjangkau lemparan, kadang pindah mendekat minta disawat.

Ngepe ganggang. 
Segala yang dipelihara dan kutuk2nya tetap utuh, tetapi sekali lagi habitatnya berubah, air jadi dangkal sekali, hanya kolong tambak saja yang agak banyak airnya. Kadang casting di sekitar kolong bisa dapat, tetapi tentu saja susahnya minta ampun, ikan2nya terlalu padat, kutuknya bingung mana ikan renang, mana percil diseret, haaa..haa..ha.

Kolong tambak saat ngepe ganggang

Demikian rekan2 mancing kutuk mania, selain itu gondholan jadi sepi juga akibat hal2 lain seperti yang sudah saya tulis di posting sebelumnya tentang pola makan kutuk, semuanya memang benar2 dinamis, menarik dan menantang untuk dijelajahi. 

Ada yang bertanya demikian, “ Kenapa begitu rumit, dan sepertinya muter melulu, to the point saja dimana spotnya ? “.

Jawabnya adalah,

 “ Ketika anda terus menjelajah, anda akan menemukannya, saat itulah anda faham, spotnya ada di depan anda, sedang anda kerjakan. “

Oleh : 
Sodikin

Sumber : Pengalaman pribadi

Minggu, 13 Oktober 2013

Tips lanjutan untuk Pemula - Mencari Spot Mancing (Bag.3)

Mencari Spot Mancing  
- Mengenal berbagai istilah di tambak -


Ini masih ada kaitannya dengan mencari spot mancing kutuk di lokasi tambak.
Kalau kita menggali informasi untuk mencari spot mancing di lokasi tambak dengan cara bertanya kepada penjaga tambak, maupun dengan orang2 yang sehari2nya bekerja di  sekitaran tambak, syarat utama adalah kita juga harus tahu istilah2 atau sebutan2 yang biasa dipakai oleh orang2 tambak. Istilah2 ini bisa berbeda antara daerah Sidoarjo, dengan daerah yang lain,  mungkin juga bisa saja sama.

Sebagian besar penjaga tambak itu orang2 yang sudah sepuh (lanjut usia), ada juga yang masih muda, namun biasanya mereka tidak punya latar pendidikan formal yang tinggi. Mereka ahli memelihara ikan/udang, mereka ahli merawat dan mengatur tambak, mereka ahli tentang air, tentang musim2 tertentu, pokoknya segala sesuatu yang berhubungan dengan tambak, mereka ibarat sarjana tambak. Tetapi dalam hal tertentu, seringkali sulit berkomunikasi dengan bahasa kita, atau sebaliknya kita yang ndak ngerti bahasa mereka, karena mereka biasanya menggunakan istilah2 mereka sendiri. Kita yang harus belajar menyesuaikan.

Istilah2 itu perlu diketahui oleh kita para pemancing kutuk, supaya kita bisa gerak cepat, supaya kita tidak terlalu bertele2 bertanya yang justru bisa membingungkan mereka, selain itu juga agar tidak terjadi miskomunikasi yang akhirnya kita kena teguran. Lebih dari itu, istilah2 itu perlu kita ketahui, supaya kita bisa mengambil keputusan di mana sebaiknya kita cari lokasi, bagaimana kondisi tambak tersebut (yang sedang kita tanyakan), di mana sebaiknya kita naruh pantat (posisi casting), dan sebagainya.

Miskomunikasi misalnya demikian, saya punya 2 orang teman dari Surabaya yang ikut  mancing bareng dengan saya. Ketika kami minta ijin mancing kepada yang jaga tambak, kami diterima dengan baik dan diijinkan mancing di tambak tersebut, teman2 saya juga dengar ketika yang jaga mengijinkan, berkata demikian, “silahkan, habis2kan, tapi hati2 jangan sampai memutuskan blabar !”. Berikutnya kami bertiga mancing, hasilnya lumayan memuaskan. Beberapa saat kemudian, kedua teman saya ini pamit meninggalkan saya untuk mencari tempat lain, karena memang tambak itu luas, dipetak2 menjadi beberapa kolam, apalagi di petak2 yang lain tenggakannya juga menggiurkan. Tapi tak lama kemudian, penjaga tambak berteriak2 dari gubuk, menghalau kedua teman saya tadi, saya sangka menghalau burung. Ternyata teman2 saya casting di tambak yang dipasangi tali blabar, dan kebetulan salah seorang teman tali senarnya nyangkut blabar, sehingga blabarnya putus. Saya merasa bersalah tadi tidak menjelaskan apa itu blabar, kepada kedua teman saya itu, saya pikir mereka orang Surabaya sudah tahu. Untungnya setelah saya jelaskan, saat itu kita masih diperbolehkan terus casting di tambak itu, asalkan tidak di petak yang ada tali blabarnya.

Mengenal berbagai  istilah di tambak di daerah Sidoarjo.

Berikut ini saya sajikan beberapa istilah tamba’an yang penting kita ketahui sehubungan dengan kegiatan mancing  kutuk di lokasi tambak, terutama pada saat mencari spot.  Saya sajikan semampunya, sesuai yang saya ketahui dari orang2 tambak.

Istilah2 yang berhubungan dengan tempat (bagian tambak).

Curah tambak, adalah bagian sungai yang tepat di depan pintu air utama tambak (laban).

Laban, adalah pintu air utama tambak, tempat masuknya aliran air dari sungai ke tambak.

Jalon, adalah petak kolam yang berhubungan langsung dengan laban, berfungsi sebagai semacam kolam penampungan / filter air sungai sebelum masuk ke petak2 tambak. Beberapa tambak kadang2 tidak memiliki jalon, melainkan laban langsung tambak,  contoh : Tambak Kali Malang. 

Tukuan, pintu air yang menghubungkan jalon dengan petak kolam, atau menghubungkan petak kolam yang satu dengan petak kolam lainnya.


Tukuan (pintu air antar petak kolam)

Gubuk, adalah rumah sederhana yang dibangun di sekitar tambak untuk istirahat penjaga, untuk menyimpan peralatan tambak, dll.

Petit, adalah bagian tambak yang paling jauh dari posisi gubuk.

Kolong, bagian tengah tambak yang  kedalamannya lebih dalam dari tempat yang lain, biasanya lurus menyambung dengan tukuan. Pada saat air sungai masuk, kolong biasanya menjadi spot kutuk yang bagus.

Gampeng, tepi kolam. Pada malam hari dan pagi2 sekali, kutuk suka nggampeng.

Kedok, petak kolam ( kedok wetan = kolam sebelah timur ).

Pinian, tempat persemaian bibit ikan/udang yang dibuat di tengah2 tambak, sebagai karantina untuk penyesuaian bibit dengan air tambak, sebelum dilepas bebas. Bekas pinian atau yang dekat2 tempat itu, biasanya adalah spot kutuk yang bagus.


Bekas pinian yang sudah ditumbuhi rumput


Istilah2 yang berhubungan dengan kegiatan orang di tambak.

Lebon, adalah memasukan benih ke dalam tambak, bisa juga menunjukkan jenis yang dipelihara.
-          Lebon jaer ( tambak memelihara ikan mujair nila )
-          Lebon urang ( tambak memelihara udang )
-          Tas lebon, lebonan nyar ( tambak masih baru dalam memasukkan benih ), dll.

Dadak (ndadaki ), adalah mengatur tanaman2 ganggang, rumput, kangkung, dll, mencabut akar2 tanaman tersebut, supaya rapi, agar bisa dimakan ikan, sekaligus agar ikan dan udang bisa bebas bergerak.

Nyengkani, adalah memasukan air sungai ke dalam tambak, supaya sirkulasi.

Numpang, menutup laban supaya air yang tadi masuk ke tambak, tidak mengalir kembali ke sungai.

Ngepe ganggang, mengurangi volume air tambak, dengan cara mengalirkan air ke sungai, atau dengan pompa air, supaya bisa mengeringkan ganggang. Ganggang yang telah kering berikutnya diairi lagi biar busuk agar di makan ikan.

Mblabari, memasang tali blabar di tengah2 perairan tambak, untuk menahan gerakan burung2 yang biasa menyambar ikan dan udang, sekaligus agar tambak tidak dijamah orang lain.

Mirik, seperti panen tetapi tidak semuanya, melainkan hanya memilih dan mengambil ikan / udang yang sudah besar, dengan cara membentangkan jaring kemudian menjalankannya dari ujung satu ke ujung tambak lainnya. Sehabis dipirik, ikan2 stres, kutuk juga stress ndak mau ngondhol.

Ngesat, menguras tambak untuk dipanen.

Buri, adalah kegiatan orang2 sekitar tambak, memungut sisa2 ikan, udang, dll, setelah dipanen pemilik. Pernah ada teman yang pindah tempat meninggalkan spot pertama yang sebenarnya lumayan, cuma karena lihat orang lewat, bawa ikan kutuk besar2 di tempat ikan, padahal itu hasil buri. Karena tidak tahu apa itu buri, teman saya tetap saja meluncur mencari lokasi, sampai di sana teman saya heran ketika melihat tambak yang sudah kosong hanya sedikit air. Karena galau, dengan malu2 dia cerita kalau lagi pingin lihat orang buri. “ Kenapa ndak sekalian nyebur ikut buri, huuo….hoo…hoo ? “, gurau Cik Poo.

Nglanthang, menjemur tanah tambak setelah panen, beberapa hari lamanya, supaya tanahnya sehat kembali ketika air dimasukkan, supaya bisa tumbuh ganggang, sekaligus mematikan pemangsa2 seperti belut, ketam (yuyu), ikan kutuk terutama benihnya, dll.


Istilah2 yang berhubungan dengan sesuatu, kejadian, keadaan / sifat, dll.

Burut, kebocoran yang terjadi di pinggiran tambak, air dari petak kolam yang satu merembes ke petak kolam yang lain, bisa juga terjadi air tambak milik orang lain merembes ke tambak itu, dan sebaliknya, atau bahkan air sungai merembes ke tambak.  Burut ini sangat tidak dikehendaki oleh penjaga / pemilik tambak, namun sebenarnya adalah spot kutuk yang sangat joss gandos kotos2, bahkan kata Soimah “sampai mbledosssss …duoorr ! “, biasanya sampai siang2 tetap nyerocos percil.

Kalesan, meluapnya air sungai atau terjadinya hujan lebat yang mengakibatkan tambak yang satu campur baur dengan tambak yang lain. Kutuknya juga semburat ke mana2.

Bocok, keadaan ikan tidak mau makan, karena terlalu sering dipancing.

Banger, kondisi air tambak ketika kadar oksigen menipis (bahkan bisa = 0), ikan2 dan udang pada megap2 di permukaan air mencari nafas. Di tempat banger biasanya banyak terjadi tenggakan kutuk.

Bangeran, adalah tumpukan2 ganggang, rumput, kangkung, dll yang diatur di tengah2 tambak. Pagi2 sekali bangeran adalah jujugan sekaligus persembunyiannya kutuk. Setiap kali ketemu Cak Pri, Cik Poo suka memberi salam, “ Selamat pagi…bangerrraannn..huooo..hoo…hoo ! “. Dari jauh sepintas mirip, katanya.

Glagah, sejenis rumput yang tumbuh rimbun dan tinggi di tengah2 maupun di sekitaran tambak. Biasanya spot monster, kutuk2nya tidak akan habis kalau tambak tidak disat, dipanen, tapi suka nyangkutkan pancing (mata kail) dan tali senar (kenur).

Demikian rekan2 mancing, semoga ini cukup jadi bekal pengetahuan bagi kita yang suka jalan2 pagi di tambak, yang tidak suka biarlah jadikan bacaan ringan, buat bekal untuk debat. Semoga bermanfaat.

Oleh :
Sodikin

Sumber : Pengalaman Pribadi

Rabu, 09 Oktober 2013

Tips lanjutan untuk Pemula - Mencari Spot Mancing (Bag.2)

Mencari Spot Mancing





Dahulu, hampir semua tambak di wilayah Sidoarjo, pengelola (penjaga) maupun pengusahanya sendiri tidak akan keberatan dengan aktifitas mancing kutuk yang kita lakukan di tambak mereka, malahan senang. Apalagi kalau kita mancing beberapa tahun yang lalu, ketika mayoritas tambak memelihara udang ( windu dan panami ) sebagai tanaman utama. Biasanya ditebar juga bandeng dan bader sebagai tambahan, gerakannya yang aktif sekaligus dimanfaatkan sebagai penyedia oksigen di dalam air. Waktu itu, kita malah diminta supaya memburu kutuk di tambak mereka. Selain berbagai macam penyakit, kutuk adalah musuh utama bagi pengusaha tambak udang, terutama pada saat persemaian (pinian), dan ini seringkali membuat gagal panen dan tentu saja menyebabkan kerugian.

Melihat pemancing dengan umpan katak di tambak mereka, menjadi hal biasa bagi mereka, dan mereka membiarkan saja tanpa ada pertanyaan, meskipun pemancing tersebut datang langsung mancing, tanpa basa-basi dahulu untuk ijin dengan mereka. Akhirnya ini menjadi kebiasaan sampai sekarang, setiap pemancing datang langsung mancing, terutama pemancing2 yang usianya masih muda, demikian juga pemancing2 kutuk yang dari luar Sidoarjo.

Situasi yang sekarang berbeda, tingkat pencemaran air sungai karena perkembangan industry dan perumahan di kota Sidoarjo, membawa dampak yang cukup besar bagi petani dan pengusaha tambak di wilayah Sidoarjo, terutama yang lokasinya dekat sekali dengan kampung / perumahan. Memelihara udang seringkali tidak menguntungkan, bahkan beberapa kali merugikan mereka, akhirnya mereka merubah strategi dengan hanya memelihara ikan2 yang lebih tahan terhadap pencemaran, dalam hal ini mujair nila. Di tambak2 yang hanya memelihara ikan nila saja sebagai ikan peliharaan utama, kadang2 penjaga / pemiliknya tidak mengijinkan kegiatan berburu kutuk di tambak mereka. Pemancing2 yang datang langsung mancing tanpa ijin penjaga seringkali mendapat teguran, kadang tegurannya begitu keras sehingga terjadi salah paham.

Mencari Spot Mancing di lokasi Tambak

Akhir2 ini memang sulit sekali mencari spot yang benar2 bagus di lokasi tambak, trip di tambak2 dekat perumahan galau, trip di lokasi yang jauh terpelosok pun malah lebih sering galau, tahukah anda kenapa.
Ikan kutuk adalah ikan air tawar, yang mempunyai ketahanan hidup lebih baik dari ikan2 lainnya, tetapi rentan terhadap salinitas air. Oleh karenanya pada musim kemarau seperti sekarang ini, kalau kita trip terlalu jauh ke pelosok tambak, justru airnya mulai asin, ikan2 kutuk makin jarang kita temui di sana. Kalau toh masih ada, pola makannya justru makin susah. Itulah sebabnya kenapa kita yang tetap saja melakukan trip jauh2 ke sana justru seringkali galau. Karena ikannya  merapat ke tambak2 yang dekat dengan kota (menjauhi air laut), untuk mencari air tawar.

Terus kenapa yang trip di tambak2 dekat kampung juga galau, padahal konon kutuknya pelesir dekat2 kampung. Persoalannya adalah banyak sebab :

1.      Cari lokasi tambak dekat kampung yang ikhlas mengijinkan kegiatan mancing kutuk agak susah sekarang,” kebanyakan tambak yang lokasinya dekat kampung tidak mengijinkan pemulung masuk, hua….haaa…haa ! “,  canda Cik Poo.
2.      Tambak2 dekat kampung yang memberi ijin eksplorasi kutuk, tentu saja tiap hari jadi jujugan pemancing. Bayangkan kalau setiap hari diburu pemancing, ikannya bocok (malas makan), dilempari kodok yang bagaimanapun mendel mawon (tidak respon). Jangankan umpan kodok percil, kodok mainan, segala umpan mainan yang puluhan ribu pun tidak ada yang benar2 efektif, karena setiap hari pagi dan sore, kutuk2 di tempat itu sudah biasa lihat yang begituan.
3.      Pada musim kemarau seperti sekarang ini, air pasang laut yang mengalir ke sungai2 setiap hari, ketinggiannya terlalu rendah untuk bisa masuk ke laban (pintu air utama tambak), kecuali pada saat prapu (air pasang tertinggi tanggal 15 penanggalan Jawa). Oleh karena tidak ada sirkulasi air baru yang masuk, hampir tiap hari tambak2 tersebut airnya seringkali banger (kadar oksigen = 0), ikan2 peliharaannya ngantang (megap2 dipermukaan air), mujair nila dan ikan2 kecil lainnya terutama. Momen ini dimanfaatkan kutuk2 di situ untuk cari makan, dan tidak perlu susah2 ngejar makanan. Jadi jangan heran, kalau ada banyak sekali tenggakan, tetapi dilempari kodok ndak mau makan, kutuk2nya sudah pada kenyang.    
4.      Pada pagi hari, biasanya jam nggondol kutuk yang paling rakus adalah antara jam 5 s/d jam 7 pagi, selebihnya dan sebelum itu tidak terlalu nggondol, apalagi siang hari panas terik praktis gondholan sepi. Padahal sekarang ini jam 6 pagi, matahari sudah terasa panas dan menyengat pipi, jadi praktis jam nggondol jadi berkurang lagi dan cuma tinggal 1 jam saja kita punya jam nggondol. Kesiangan dikit berangkatnya ya galau.

Tips jalan pintas

Kalau sudah demikian apakah harus libur dulu berhenti mancing,” jangan….nanti saya ndak punya teman ha..haaa..ha “. Langkah gampang tetapi cerdas-nya, adalah:

1.      Setiap kali kita trip, biasakan sowan dulu ke gubug, untuk minta ijin sama yang jaga, ramah tamah sejenak, sambil qualifying tentang kutuk di lokasi itu. Kalau diijinkan ya mancing, tetapi kalau tidak ya jangan kecewa, terus langsung ngeloyor pergi begitu saja. Biasanya dengan sopan santun, kita akan mendapatkan jawaban yang santun pula, entah itu boleh, entah tidak, yang penting kita sudah berusaha.
2.      Apabila diperbolehkan, tanyakan juga tentang keberadaan kutuk di tambak tersebut, penjaga tambak tentu lebih tahu daripada kita semua. Pada malam hari, kutuk2 biasanya nenggak, penjaga tambak lebih tahu di sebelah mana ada bunyi tenggakan2 yang paling banyak, demikian juga di sebelah mana ada tenggakan2 yang keras pertanda adanya kutuk2 besar.  
3.      Berangkat lebih awal dari trip biasanya, jangan sampai kedahuluan matahari terbit, supaya kita juga bisa mencari dan melihat sendiri, di mana spot yang paling bagus di tambak tersebut.
4.      Berlaku ramah dan supel dengan semua orang yang lalu lalang di tambak, karena hanya orang2 yang punya urusan dengan tambak yang lalu lalang di sana, penjaga, pemilik, atau orang2 yang mencari rezeki sehari2 dari hasil tambak. Kadang2 mereka suka memberi informasi spot yang joss gandos kotos2.
5.      “ Take and give ! “ saya yakin semua orang tahu caranya. “ Sesungguhnya semua manusia ciptaan Tuhan adalah saudara, saling memberi adalah salah satu buktinya “.

Lakukanlah, dan dapatkanlah spot2 kutuk yang joss…..dan tetap strike sepuas2nya.

“ Salam gejobak…..!!!! “


Oleh :
Sodikin


Sumber : Pengalaman Pribadi

Senin, 07 Oktober 2013

Tips lanjutan untuk Pemula - Mencari spot mancing (Bag.1)

Mencari Spot Mancing

Semua pemancing pasti setuju bahwa keberhasilan dari sebuah trip mancing sangat ditentukan oleh berhasil tidaknya pemancing atau tim mancing tersebut untuk mendapatkan  spot mancing yang bagus. Betapapun piawainya seorang pemancing, ibarat sampai mampu menggergaji angin, tetapi kalau trip hari itu tidak berhasil mendapatkan spot mancing yang bagus, tetap saja bisa galau.



Tambak Rangkah Lor

Artikle ini saya tuliskan khusus untuk para pemula, dalam hal ini ialah untuk rekan2 yang baru mulai bergabung dengan tim Mancing Kutuk Gabus, mancing kutuk dengan teknik casting umpan percil (anak kodok), maupun untuk rekan2 yang sudah lama bergabung dengan tim, tetapi belum juga mengalami kemajuan, atau masih merasa kesulitan untuk bisa omset seperti para senior lainnya. Menulis ini bukan berarti saya merasa paling bisa, tetapi sebenar2nya saya sangat ingin agar semua teman yang bergabung di tim Mancing Kutuk Gabus, bisa benar2 menikmati segala sesuatu yang ada di dalam dunia mancing kutuk teknik casting umpan percil. Saya sangat terbuka dengan segala kritik dan saran yang membangun, dan saya sangat mengharapkannya sebagai tambahan pengetahuan bagi saya. Saya sadar bahwa dunia ini luas, dan saya hanyalah sebutir debu di dalamnya.

Dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf seandainya ada sesuatu yang salah dan tidak berkenan di hati pembaca, karena ini semua saya tuliskan, sesuai dengan keterbatasan dan gaya saya berbahasa, semoga tidak menyinggung hati siapapun, tetapi justru bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Mencari spot di lokasi tambak.

Kalau kita diajak teman2 untuk mancing bersama di atas perahu, dan kita adalah seorang pemula, maka posisi kita adalah sebenarnya norok bontek (bahasa Madura) alias hanya angka ikut, ke kanan atau ke kiri ikut saja. Kalau para seniornya dapat spot yang bagus, dan mereka bisa strike habis2an, maka besar kemungkinan kita pun ikut mengalaminya, kita disini dalam artian orang yang sudah bisa pegang stik joran dan reel, bukan yang benar2 baru megang stik pancing. Demikian pula kalau teman2 seniornya galau, terlebih lagi kita, yang seperti saya bilang tadi cuma norok bontek. 

Kenapa demikian, tentu anda sudah tahu kenapa, karena spotnya relative sama, omset satu - omset semua, galau satu - ya galau semua. Kalau yang lain galau terus anda omset, itu berarti anda luar biasa, ketiban ndaru (kejatuhan bintang keberuntungan), tetapi kalau yang lain omset dan anda sendiri galau, itu namanya sial, maaf sebaiknya pulang langsung jinabat adus keramas, mungkin tadi ketempelan Mak Jemblem (demitnya sungai/rawa/laut).

Ini berbeda dengan mancing bersama di tambak ala Mancing Kutuk Gabus, kalau anda tidak cepat2 menjiwai, meskipun lama norok bontek, anda bisa saja terus2an galau, meskipun pada saat yang sama dan di lokasi yang sama itu, teman2 anda omset. Kalau sudah galau terus begitu lama kelamaan kita bosan, lalu jadi malas berangkat, berikutnya gantung stik, sayang kan. 

Kenapa demikian, karena di tambak semua pemancing termasuk anda sendiri, bisa bebas kesana-kemari untuk mencari spot, dan spotnya sendiri setiap hari bisa berpindah2 meskipun itu di satu lokasi tambak. Kadang kutuk nggerombol di sini, terus besoknya bisa saja pindah nggerombol di sana, terserah kemauannya kutuk, kita ndak bisa memaksa.

Pemancing yang sudah senior punya pengamatan yang jeli terhadap gerakan2 kutuk di dalam air, selain itu juga punya semacam insting atau naluri terhadap keberadaan kutuk di suatu lokasi. Demikian pula dengan pemancing2 yang baru bergabung dengan tim, tetapi yang asal dari sononya sudah punya pengalaman yang banyak tentang kutuk, kawit cilik wis dolanan kutuk, meskipun baru tetapi hasilnya bisa saja melebihi pemancing2 yang lama. Bayangkan kalau orang yang lama bekerja sebagai penjaga tambak, terus mau ikutan mendalami mancing kutuk, “ wow strike abis “. 

Itulah sebabnya kenapa mereka jarang galau kalau trip, “malah bisa buat jajan anak sekolah….haa…ha..ha…” kata Cak Har. Jujur saja, tiga buah reel Exory 7 BB dan tiga buah joran Exory dan Pioneer saya itu saya beli dari hasil mancing.

Sebenarnya mencari lokasi itu identik dengan mencari gerakan2 kutuk di dalam air seperti yang sudah pernah saya tulis di posting sebelumnya, yaitu mencari keberadaan kutuk. Kutuk memang bisa ada di mana2, tetapi spot yang paling bagus adalah tempat bergerombolnya ikan kutuk, sehingga kemungkinan dapatnya lebih mudah dan bisa lebih omset. 

Akhir2 ini semakin susah mencari spot yang benar2 bagus dan masih perawan, karena sesuai dengan perkembangan tim Mancing Kutuk Gabus sendiri yang sudah sekian banyak anggota, dan setiap pagi tersebar di mana2, di semua lokasi tambak di wilayah Sidoarjo, rasanya hampir tidak ada lokasi yang belum pernah terjamah oleh pemancing2, tidak ada lokasi yang benar2 fresh, tidak ada lokasi yang benar2 masih perawan, semuanya tentu sudah bekas di ajag2 (eksploitasi) oleh para pemancing. “ Kalau mau cari tambak yang perawan, sana lho …Ketingan…hua…haa..ha ! “, gurau Cik Poo.

Kondisi yang demikian ini bukan masalah bagi yang sudah kumus2 gosong hitam kayak kutuk (para senior), trip sehari2 tetap enjoy dan asyik2 saja, apalagi bagi para maniak mancing. Tapi tentu akan berat dan sulit bagi yang baru bergabung, apalagi bagi yang benar2 baru dan tidak punya pengalaman dengan kutuk.

Tips jalan pintas

Mempelajari gerakan kutuk secara teori bagi orang tertentu memang terkadang terasa susah, mencari spot sendiri secara sembarangan dan tanpa acuan, sungguh akan melelahkan dan membosankan. Oleh karena itu janganlah tergesa2 eksplorasi ke sana-sini mencari spot sendiri, sebelum anda benar2 menguasainya. Agar anda bisa segera menguasainya, jalan pintasnya adalah belajar langsung praktek dari senior, atau rekan yang anda anggap senior.

Langkahnya adalah :
1.   Bergabung dengan senior atau rekan2 yang sering omset pada saat trip.
2.   Pilih posisi casting sedapat mungkin tidak menjauh dari senior.
3. Perhatikan dengan cermat segala sesuatu yang menjadi target casting / sasaran lemparan senior.
4. Lemparkan umpan anda di sekitaran dekat target lemparan senior, tetapi sedapat mungkin jangan sampai kenur anda menyilang kenur senior supaya tidak mengganggu aktifitas casting senior.
5.  Lakukan trip dengan senior berulangkali sampai anda benar2 tahu apa yang menjadi target casting para senior.
6.  Bila perlu cobalah sekali2 nonton senior pada saat casting, amati dengan cermat segala sesuatu yang menjadi target lemparan senior, hingga senior tersebut berhasil strike. 
7.  Apabila anda merasa belum mengalami kemajuan tentang spot, cobalah ulangi terus langkah tadi, tetapi dengan senior lainnya.

Belajar itu perlu kemauan, lalu dilakukan dengan kesabaran, didasari dengan kerendahan hati, ketekunan, dan tak kenal menyerah.

“ Selamat mencoba, semoga bisa kumus2 gosong seperti saya…haa..ha…ha ! “

  
Oleh :
Sodikin


Sumber : Pengalaman Pribadi

Minggu, 15 April 2012

Metode Trial and Error

Metode Trial and Error

Ada pertanyaan menarik dan kritis bagi saya, dari anggota baru Mancing Kutuk Gabus tentang cara mancing kutuk di tambak dengan teknik casting menggunakan umpan percil, demikian : " Cak Dikin, bagaimana cara mancing kutuk di tambak dengan umpan percil, apabila di tambak tersebut tidak kita dapati ke-lima macam gerakan kutuk seperti yang pernah anda katakan ? ".


Saya jawab, " Caranya ya tetap sama, lempar umpan terus diseret ! "
" Iya memang, bukan itu maksud saya, metode apa yang harus saya terapkan, karena tidak ada gejala gerakan seperti yang anda katakan ? " tanyanya lagi.

Saya jawab lagi, " Ya cari lokasi yang lain saja, tambak kan banyak, daripada asal ngelempar2 nanti capek Mas, ngapain susah2 ? ".
" Gimana kalau nggak ada lokasi lain yang lebih bagus, sedangkan di tambak tadi informasinya bagus ? ", desaknya lagi.

" Kalau infonya lokasi itu bagus, pasti salah satu dari gerakan kutuk akan nampak, mungkin anda kurang teliti ?", jawab saya lagi.
" Iya mungkin, terus apa yang harus saya lakukan di situ, biar dapet ikan ? ", desaknya lagi.


Akhirnya saya jawab pula semua pertanyaan teman kita ini dengan panjang lebar, dan saya bagikan pula dalam artikel kali ini, dengan harapan semoga juga bisa bermanfaat bagi pembaca dan penghoby2 mancing kutuk lainnya, juga bagi saya sendiri, amin.

Mencoba dan mencoba " Trial and Error "

Sepengetahuan saya, belum pernah saya dapati lokasi tambak yang informasinya adalah markas ikan kutuk, tetapi tidak ada gerakan kutuk yang nampak di tambak itu, hal yang mungkin terjadi dari tanya jawab di atas adalah :

1. Pemancing belum sepenuhnya memahami gerakan kutuk di dalam air, atau
2. Pemancing kurang teliti atau waktu penelitian terlalu singkat, atau
3. Waktunya tidak tepat, terlalu siang, cuaca terlalu panas, angin keras, gerakan ikan lain mengacaukan pengamatan, dsb.

Di tambak perairan tawar pada umumnya, di suatu daerah yang terdapat penyebaran ikan kutuk, hampir bisa dipastikan bahwa semua tambak di daerah itu akan ada ikan kutuk yang ikut tinggal di situ sebagai predator / hama, baik itu di tambak yang sudah siap panen, maupun tambak yang masih baru dalam taraf pembibitan. Karena ikan kutuk bisa berpindah2 dari lokasi satu ke lokasi lainnya dengan cara melompat, atau benih2 nya ikut masuk bersama2 dengan air yang dialirkan ke tambak pada saat pengisian. Kecuali kalau pengelola tambak melakukan treatment khusus terhadap air di tambak itu untuk mengatasi keberadaan hama kutuk di tempat itu, namun tetap saja tidak akan mampu  membasmi secara tuntas hingga angka 0.

Seperti yang sudah pernah kami tulis sebelumnya, keberadaan ikan kutuk di tambak bisa kita ketahui dari ke- lima macam gerakan dari ikan kutuk tersebut, nenggak, ngebal, ngeremes, ngelathup, nggapur, pangkatan, atau kemungkinan gerakan lain yang belum kami ketahui. Tujuan dari mengetahui gerakan tersebut bagi pemancing adalah agar kita mempunyai sasaran yang jelas pada saat casting / popping, agar efektif dan tidak asal melempar lalu capek sendiri.


Anwar Kakak, Sodikin dan Monster2 nya

Bagi pemancing yang belum bisa mendeteksi gerakan tersebut, atau tidak mendapati gerakan tersebut pada saat trip, maka metode yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut :

1. Pilih posisi yang nyaman untuk kita, yang memungkinkan untuk bisa bergeser ke samping kanan atau kiri, langkah demi langkah dengan nyaman dan usahakan tidak melawan arah angin agar distance casting - nya maksimal.
2. Lempar umpan kita ke depan sejauh mungkin ke suatu titik sasaran, lalu pertama kali seret umpan kita dengan seretan cepat (menggulung reel dengan cepat) dan lakukan berulang kali melempar ke titik sasaran itu, namun berikutnya melakukan kontrol umpan dengan seretan yang bervariasi, seret lambat, seret atas, seret tenggelam, dan lain2 semuanya perlu dicoba. Lakukan paling tidak lebih dari 10 x lemparan ke titik sasaran tersebut.
3. Apabila berhasil strike dengan sasaran tersebut, lakukan eksplorasi di sasaran itu lagi, namun apabila tidak, geserlah lemparan selangkah demi selangkah ke samping kanan atau samping kiri dari titik sasaran itu tadi, dengan cara yang sama pada langkah ke-2 tadi. Pemancing juga harus ikut bergeser, agar garis seretan-nya ikut bergeser dan sejajar dengan garis seretan sebelumnya.

Sepertinya mudah, namun sebenarnya tidaklah demikian, seringkali belum apa2 pemancing sudah jenuh dan bosan, semuanya ini bisa berhasil apabila pemancing punya dasar yang kuat, yaitu optimisme, yang sebenarnya adalah keyakinan ( iman ) dan pengharapan yang besar. 

Tanpa ke-dua dasar itu, iman dan pengharapan, seringkali kita tidak akan sanggup melakukan sesuatu, menyelesaikan sesuatu, bahkan dengan hal2 yang kelihatannya sepele dan sederhana. Apalagi untuk bisa hidup baik dan menyenangkan di hadapan TUHAN.

Demikian tip dari kami, selamat mencoba dan semoga berhasil !

Oleh :
Sodikin

Sumber :
- Pengalaman pribadi

Senin, 19 Maret 2012

Berburu Monster Kutuk (Part.5)

Berburu Monster Kutuk
Perencanaan dan persiapan

 


Hampir semua pemancing di tim Mancing Kutuk Gabus pernah mengalami gagal saat umpan yang kami lempar tiba2 dicaplok monster, termasuk saya sendiri, dan tentu saja ini membuat kami semua kecewa, bahkan seringkali kegagalan ini disertai dengan terjadinya kerusakan pada set peralatan mancing kami, seperti reel pancing macet, stick pancing patah, senar putus, dll. Yang lebih parah lagi kalau ada kejadian seperti, pemancing kecebur tambak, kaki terperosok lubang,  dan lain2 akibat fight dengan monster kutuk. Setelah lama bergelut dengan hoby yang asyik ini, kami sadar bahwa semua itu adalah akibat kurangnya perencanaan dan persiapan yang kami lakukan untuk menghadapi kemungkinan berhadapan dengan monster tersebut.









Persiapan

Yang pertama adalah persiapan peralatan kita, berburu monster maupun tidak seyogyanya kita melakukan pemeriksaan dan perawatan secara rutin terhadap set peralatan mancing yang biasa kita gunakan. Membersihkan joran dan memeriksa secara rutin bagian2nya sebelum kita simpan sepulang dari trip, atau paling tidak sebelum berangkat trip, membersihkan dan melumasi reel pancing, terutama di bagian line roller-nya, serta memeriksa kelayakan senar yang kita gunakan, dan menguji kekuatannya. Senar yang baru memang kuat, tetapi setelah dipakai berkali2 trip, senar jadi kusut, rantas, dan kekuatannya berkurang. Sebaiknya persiapkan set peralatan mancing kita untuk senantiasa siap setiap hari menghadapi monster, tidak lupa juga untuk mengganti mata kail yang dirasa sudah tumpul.

Yang kedua adalah persiapan diri kita sendiri, yaitu persiapan mental. Nervous, kaget, tergesa2 dan ceroboh, terlalu bersemangat, kurang sabar, bingung, dan lain2 adalah bagian dari kurangnya persiapan mental. Demikian pula dengan jenuh, bosan, patah semangat, frustasi, dan lain2. Mengingat yang kita buru adalah kutuk yang istimewa dengan sejarah hidup yang istimewa pula, paling tidak ada respect dari kita terhadap buruan kita, dan tentu saja ini bukanlah pekerjaan yang mudah tentunya, namun demikian yakinlah bahwa kita mampu melakukannya, optimis. 

Perencanaan

Paling tidak ada semacam gladi resik sejenak di benak kita untuk merencanakan bagaimana kita mengerjakan perburuan tersebut. Dengan keyakinan bahwa monster tersebut makan umpan kita, pertimbangkan cara dan kemungkinan yang harus kita lakukan untuk fight dengan buruan kita, bagaimana kalau dia lari ke sana, atau ke sini, pelajari juga rintangan2 yang akan kita hadapi ketika fight. Dari sebelah mana seharusnya kita kerjakan, demikian pula dengan posisi kita, pelajari dahulu posisi kita berada untuk menghindari kegagalan menaikkan ikan, sekaligus untuk menghindari kemungkinan trouble pada peralatan maupun diri kita sendiri, akibat asyik fight dengan monster tersebut. Tentunya akan lebih aman dan lancar, apabila semuanya itu telah kita rencanakan secara singkat penuh perhitungan, dari awal, tidak grusa grusu (bahasa jawa).

Fight dengan Monster

Monster kutuk memberikan perlawanan yang ekstra untuk mempertahankan dirinya, seringkali ada gerakan tiba2 dan mengejutkan, seperti melompat, meronta, dan membenamkan dirinya sekuat tenaga di dasar lumpur, atau akar2 tanaman di dasar lumpur, semakin kuat dan kasar kita menarik, semakin kuat pula perlawanan yang dia berikan, dan ini bisa menyebabkan putusnya senar pancing yang kita gunakan. Ada trik yang bisa kita terapkan untuk bisa berhasil fight dengan monster ini, yaitu :

Ukur tenaga kita saat menarik stick setelah umpan dimakan, agar senar tidak putus akibat tarikan yang terlalu kuat, namun mata kail tetap menancap karena tidak terlalu lemah.

Jangan menarik kutuk dengan kasar dan terlalu terburu2, agar dia tidak semakin berontak dan membuat gerakan tiba2 yang merugikan, tenang dan sabarlah, supaya monster yang ditarik juga tenang dan menurut, usahakan agar monster tetap berada di permukaan air, dengan irama menggulung reel yang nyaman, tidak terburu2.

Apabila terjadi monster membenamkan diri atau mengikatkan dirinya pada sesuatu, janganlah tergesa2 menarik dengan tenaga yang lebih keras, karena itu justru yang dia inginkan, tetapi tunggulah dan biarkan saja beberapa saat, karena perlawanan yang sengit, dan berendam di bawah, lama2 dia akan melemah karena kekurangan oksigen di dalam darah, dan akhirnya menyerah. Apabila tidak, ya terpaksa kita jemput saja, nyebur ke tambak.

Setelah jarak semakin dekat, pelajarilah dahulu sisa2 kekuatannya, apabila masih kuat bertahan, jangan tergesa2 menaikkannya ke darat, apabila monster sudah terlihat tenang dan tak meronta2, barulah perlahan2 kita naikkan.

Oleh :
Sodikin


Sumber :
- Pengalaman pribadi
- Tim Mancing Kutuk Gabus