Tampilkan postingan dengan label Spirit dan Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spirit dan Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

Kutuk nenggak, harus makan

" Kutuk nenggak, harus makan ! "


Saya teringat dengan statement yang pernah dilontarkan oleh Sang Maestro Kutuk " Cak Martin " kepada beberapa pemancing di tim Mancing Kutuk Gabus, termasuk saya kurang lebih 4 tahun yang lalu, demikian : " kutuk nenggak, harus makan ! ". Kebetulan beberapa hari yang lalu, saya mendengar kalimat itu lagi, keluar secara spontan dari Christian, saat mengerjakan perburuan terhadap monster yang nenggak di depan kami berdua. Dan benar, beberapa waktu kemudian, Christian berhasil mendaratkan monster kutuk 2,1 kg.



Christian strike Monster kutuk 2,1 kg


Dahulu, saat kami semua adalah pemula dan baru taraf belajar dalam hal mancing kutuk dengan teknik casting umpan anak kodok, statement itu kami anggap terlalu angkuh, terlalu pede, dan ndhisiki kerso (istilah dalam bahasa jawa). Sebagian dari kami bahkan tidak mau percaya begitu saja, mengingat betapa seringnya kami tidak berhasil tatkala mencoba casting ke arah bunyi tenggakan, sampai2 kami menginginkan bukti dan peragaan sendiri dari Cak Martin. Dan itu berkali2 dibuktikan dengan indahnya oleh Cak Martin di tambak Barangan, lalu di tambaknya Cak Bagong, lalu lagi di tambaknya Pak Tamyis.

Setelah sekian lama menggeluti mancing kutuk dengan teknik casting umpan anak kodok, kini kami tahu apa yang dimaksudkan dengan " kutuk nenggak, harus makan ! ", seperti yang dikatakan oleh Cak Martin tersebut. Ada kesalah-pahaman yang mendasar, antara pengertian kami dengan Cak Martin saat itu. Bagi kami yang saat itu baru belajar casting, dan jauh dari pengalaman perburuan, kami mengartikannya sebagai sebuah kepastian dari perburuan terhadap sasaran berupa bunyi tengakan, sehingga ada kesan angkuh, terlalu pede, dan ndhisiki kerso. Namun bagi Cak Martin lain artinya, hanya saja beliau tidak mau menjelaskan secara detail, saat itu.

" Kutuk nenggak, harus makan ! ", adalah sebuah spirit / motto agar kita optimis untuk mengerjakan sebuah perburuan, sehingga statement ini bukanlah angkuh dan bukanlah ndhisiki kerso, melainkan sebuah optimisme untuk menyemangati dan meyakinkan perburuan. Karena ada beberapa alasan yang mendukung / mensuport optimisme kita dalam hal ini, yaitu :
- Kutuk nenggak, adalah kutuk yang sedang mencari makan / mangsa.
- Kutuk nenggak, terkadang adalah induk dan pejantan yang sedang menjagai  gapuran (bayi kutuk), biasanya agresif dan mudah marah apabila ada ikan lain atau benda asing  mendekat.
- Kutuk nenggak seringkali tidak berpindah jauh dari tempatnya nenggak tadi.
Dengan demikian peluang untuk berhasil mendapatkan buruan dengan sasaran berupa bunyi tenggakan, lebih memungkinkan daripada mengerjakan perburuan terhadap sasaran lain yang tidak jelas keberadaannya.

Sekarang pemahaman kami sudah berbeda dengan sebelumnya, beberapa rekan pemancing suka bergumam, " salahnya nenggak ! ", tatkala kami berhasil strike dan mendaratkan kutuk, terlebih lagi kalau yang naik itu monster.




Cak Martin (tengah) bersama Kang Winarto dan Cik Poo

Oleh karenanya selama masih dalam jangkauan casting, kami setuju dengan statement-nya filosof mancing " Cak Martin ", bahwa " kutuk nenggak, harus makan ! ". 



Oleh :
Sodikin

Minggu, 15 April 2012

Metode Trial and Error

Metode Trial and Error

Ada pertanyaan menarik dan kritis bagi saya, dari anggota baru Mancing Kutuk Gabus tentang cara mancing kutuk di tambak dengan teknik casting menggunakan umpan percil, demikian : " Cak Dikin, bagaimana cara mancing kutuk di tambak dengan umpan percil, apabila di tambak tersebut tidak kita dapati ke-lima macam gerakan kutuk seperti yang pernah anda katakan ? ".


Saya jawab, " Caranya ya tetap sama, lempar umpan terus diseret ! "
" Iya memang, bukan itu maksud saya, metode apa yang harus saya terapkan, karena tidak ada gejala gerakan seperti yang anda katakan ? " tanyanya lagi.

Saya jawab lagi, " Ya cari lokasi yang lain saja, tambak kan banyak, daripada asal ngelempar2 nanti capek Mas, ngapain susah2 ? ".
" Gimana kalau nggak ada lokasi lain yang lebih bagus, sedangkan di tambak tadi informasinya bagus ? ", desaknya lagi.

" Kalau infonya lokasi itu bagus, pasti salah satu dari gerakan kutuk akan nampak, mungkin anda kurang teliti ?", jawab saya lagi.
" Iya mungkin, terus apa yang harus saya lakukan di situ, biar dapet ikan ? ", desaknya lagi.


Akhirnya saya jawab pula semua pertanyaan teman kita ini dengan panjang lebar, dan saya bagikan pula dalam artikel kali ini, dengan harapan semoga juga bisa bermanfaat bagi pembaca dan penghoby2 mancing kutuk lainnya, juga bagi saya sendiri, amin.

Mencoba dan mencoba " Trial and Error "

Sepengetahuan saya, belum pernah saya dapati lokasi tambak yang informasinya adalah markas ikan kutuk, tetapi tidak ada gerakan kutuk yang nampak di tambak itu, hal yang mungkin terjadi dari tanya jawab di atas adalah :

1. Pemancing belum sepenuhnya memahami gerakan kutuk di dalam air, atau
2. Pemancing kurang teliti atau waktu penelitian terlalu singkat, atau
3. Waktunya tidak tepat, terlalu siang, cuaca terlalu panas, angin keras, gerakan ikan lain mengacaukan pengamatan, dsb.

Di tambak perairan tawar pada umumnya, di suatu daerah yang terdapat penyebaran ikan kutuk, hampir bisa dipastikan bahwa semua tambak di daerah itu akan ada ikan kutuk yang ikut tinggal di situ sebagai predator / hama, baik itu di tambak yang sudah siap panen, maupun tambak yang masih baru dalam taraf pembibitan. Karena ikan kutuk bisa berpindah2 dari lokasi satu ke lokasi lainnya dengan cara melompat, atau benih2 nya ikut masuk bersama2 dengan air yang dialirkan ke tambak pada saat pengisian. Kecuali kalau pengelola tambak melakukan treatment khusus terhadap air di tambak itu untuk mengatasi keberadaan hama kutuk di tempat itu, namun tetap saja tidak akan mampu  membasmi secara tuntas hingga angka 0.

Seperti yang sudah pernah kami tulis sebelumnya, keberadaan ikan kutuk di tambak bisa kita ketahui dari ke- lima macam gerakan dari ikan kutuk tersebut, nenggak, ngebal, ngeremes, ngelathup, nggapur, pangkatan, atau kemungkinan gerakan lain yang belum kami ketahui. Tujuan dari mengetahui gerakan tersebut bagi pemancing adalah agar kita mempunyai sasaran yang jelas pada saat casting / popping, agar efektif dan tidak asal melempar lalu capek sendiri.


Anwar Kakak, Sodikin dan Monster2 nya

Bagi pemancing yang belum bisa mendeteksi gerakan tersebut, atau tidak mendapati gerakan tersebut pada saat trip, maka metode yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut :

1. Pilih posisi yang nyaman untuk kita, yang memungkinkan untuk bisa bergeser ke samping kanan atau kiri, langkah demi langkah dengan nyaman dan usahakan tidak melawan arah angin agar distance casting - nya maksimal.
2. Lempar umpan kita ke depan sejauh mungkin ke suatu titik sasaran, lalu pertama kali seret umpan kita dengan seretan cepat (menggulung reel dengan cepat) dan lakukan berulang kali melempar ke titik sasaran itu, namun berikutnya melakukan kontrol umpan dengan seretan yang bervariasi, seret lambat, seret atas, seret tenggelam, dan lain2 semuanya perlu dicoba. Lakukan paling tidak lebih dari 10 x lemparan ke titik sasaran tersebut.
3. Apabila berhasil strike dengan sasaran tersebut, lakukan eksplorasi di sasaran itu lagi, namun apabila tidak, geserlah lemparan selangkah demi selangkah ke samping kanan atau samping kiri dari titik sasaran itu tadi, dengan cara yang sama pada langkah ke-2 tadi. Pemancing juga harus ikut bergeser, agar garis seretan-nya ikut bergeser dan sejajar dengan garis seretan sebelumnya.

Sepertinya mudah, namun sebenarnya tidaklah demikian, seringkali belum apa2 pemancing sudah jenuh dan bosan, semuanya ini bisa berhasil apabila pemancing punya dasar yang kuat, yaitu optimisme, yang sebenarnya adalah keyakinan ( iman ) dan pengharapan yang besar. 

Tanpa ke-dua dasar itu, iman dan pengharapan, seringkali kita tidak akan sanggup melakukan sesuatu, menyelesaikan sesuatu, bahkan dengan hal2 yang kelihatannya sepele dan sederhana. Apalagi untuk bisa hidup baik dan menyenangkan di hadapan TUHAN.

Demikian tip dari kami, selamat mencoba dan semoga berhasil !

Oleh :
Sodikin

Sumber :
- Pengalaman pribadi

Kamis, 15 Maret 2012

Berburu Monster Kutuk (Part.2)

Berburu Monster Kutuk
Cerita Pemancing


Dayat dan Monster Kutuk 3,6 kg
Beberapa pemancing di Mancing Kutuk Gabus memiliki catatan / record dalam hal ini, sebagian besar tercatat dan sekaligus terdokumentasi, ada pula yang tidak terdokumentasi namun faktanya diperkuat oleh saksi yang menyaksikan pada saat kejadian, sebagian lagi tidak terdokumentasi dan tidak ada saksi yang meyakinkan, dan bahkan ada yang masih berupa cerita simpang siur yang tak jelas juntrungnya. Ini semua menunjukkan bahwa betapa senang dan bangganya pemancing bisa mendapatkan monster kutuk ini pada karir mancingnya. Bahkan bercerita tentang kegagalan pada saat digondhol ikan besar pun sudah cukup seru, dan membanggakan bagi pemancing, ketika pemancing tersebut berbagi cerita itu kepada rekan pemancing lainnya. Atau terkadang ada yang hiperbola, senar putus gara2 nyangkut di tonggak, ceritanya jadi digondhol monster senar jadi putus, pernah dengar kan ? 

Hal positif yang bisa kita petik dari semua yang tertulis di atas adalah bahwa semua pemancing kutuk, memiliki obsesi terhadap monster kutuk, senang dan bangga bisa mendapatkan monster kutuk, merasa lebih eksis setelah berhasil mendaratkan monster kutuk, dan otomatis juga akan mengakui eksistensi dan kapabilitas pemancing lain yang telah berhasil membukukan banyak catatan strike monster kutuk. Karena seperti halnya monster kutuk adalah bukan sembarangan kutuk, demikian pula pemancing yang seringkali berhasil menaikkan monster itu ke darat tentu juga bukan sekedar pemancing kutuk. Tanpa mental, teknik dan pengalaman yang baik, rasanya sulit untuk berhasil membukukan catatan indah ini.

Cerita Pemancing
Ada banyak sekali cerita, dan saya sendiri juga mengalaminya, digondhol ikan besar secara kebetulan dan tiba2, tetapi gagal mendapatkannya, karena terlalu terkejut, terlalu bersemangat dan tergesa2, senar lama tidak diganti, mata kail tumpul, dan alasan2 lain yang intinya adalah kurang persiapan dan perencanaan yang mumpuni untuk bisa berhasil menaikkan monster itu ke darat. Namun ada pula pemancing yang baru pertama kali belajar casting / popping, dan dengan caranya yang asal2an, karena keberuntungannya, bisa berhasil mendapatkan monster kutuk ini pada trip perdananya. Monster kutuk apes. 

Yang lebih lucu lagi, ada pemancing yang setiap kali trip, suka teriak2 mengumpat dan menyumpah serapah di tengah tambak, dan menjawab kalau digondhol ikan besar tapi gagal, setiap ditanya oleh pemancing lain ketika menyumpah2 di tengah tambak. Sekali lagi monster kutuk sindrome.

Ada pula yang memakai perburuan monster ini sebagai alasan atas kegagalan trip hari itu, artinya hari itu tidak berhasil atau kurang berhasil mendapatkan kutuk gara2 asyik berburu monster namun gagal.

Ada pula joke2 yang melebih2kan fakta, putus senar gara2 kutuk 1/2 kg ceritanya jadi putus senar gara2 kutuk monster 1 kiloan, dapat kutuk 1 lengan tangan ceritanya jadi dapat kutuk 1 paha, Cik Poo suka bertanya setiap kali ada yang bercerita dapat kutuk besar, " ada satu ton....hua...ha...haa ? " sambil tertawa.

  Oleh :
Sodikin
Sumber :
- Pengalaman pribadi
- Tim Mancing Kutuk Gabus



Berburu Monster Kutuk (Part.1)

Berburu Monster Kutuk
  
Momen terindah dan menjadi kenangan yang membanggakan bagi setiap pemancing adalah ketika pemancing berhasil menaikkan ikan dengan ukuran yang langka, baik ukuran panjangnya maupun ukuran beratnya, apalagi ketika momen tersebut sempat diabadikan dengan peralatan dokumentasi, seperti kamera, handphone, handycam, dll. Momen ini akan sekaligus menjadi semacam prestasi membanggakan dan eksistensi dari pemancing tersebut di dalam sebuah komunitas pemancing yang diikuti oleh pemancing tersebut, demikian pula halnya dengan kami di komunitas Mancing Kutuk Gabus.



Monster Kutuk 1,2 kg - Strike by Sodikin
Monster Kutuk
Monster kutuk, ada yang bilang master kutuk, babok kutuk (istilah kami sendiri), yang kami maksudkan adalah ikan kutuk dengan bobot di atas 1 kg, panjang lebih dari 50 cm, karena untuk ikan kutuk, ukuran seperti ini adalah termasuk ukuran yang langka di perairan tambak, yang rata2 dipanen 2 s/d 4 kali pertahun. 




Menurut orang2 tambak, untuk menjadi kutuk dengan ukuran  monster ini, kutuk ini tentu harus bertahan hidup dan bertumbuh besar lebih dari 8 bulan di habitatnya, bayangkan kemampuannya untuk mempertahankan diri dengan habitatnya yang dipanen 2 s/d 4 kali pertahun, dia harus melompat dari satu tambak ke tambak yang lain, atau bersembunyi di lubang2 tanah, untuk lolos dari tangkapan ketika tambak pertama dipanen, begitu seterusnya hingga mampu bertumbuh besar menjadi monster. Makin berat dan makin besar ukurannya, tentu makin banyak umurnya, demikian pula tentu makin tinggi tingkat survivalnya. 

Di rawa2 yang lokasinya jauh dari pemukiman / terpencil dan jarang dieksplorasi pemancing, atau di sungai2 tertentu, monster kutuk ini bisa memiliki bobot sampai dengan 5 kg dan panjang hampir 1 meter, bahkan konon bisa lebih dari itu. Bayangkan betapa senangnya kalau bisa fight dengan mereka !



Christian dan Monster Kutuk 1,95 kg
Strike Monster
Sebagian besar pemancing, termasuk saya, pertama kali atau beberapa kali mengalami momen indah menegangkan, strike dengan monster ini secara kebetulan, tanpa sengaja, dan tidak terduga, tahu2 digondhol ikan besar, fight dan berhasil menaikkan ke darat, berikutnya cerita2 heroik dengan tambahan bumbu penyedap akan menjadi bahan cerita dan obrolan yang heboh setelah itu, di setiap waktu dan di setiap acara dan di setiap tempat, monster kutuk sindrome.



Namun berjalan dengan waktu, karena jam terbang mancing makin lama, pengetahuan dan pengalaman makin bertambah, akhirnya mendaratkan monster adalah menjadi semacam hasil dari sebuah perburuan, dan ternyata momen ini lebih sensasional, lebih dramatis, lebih seru menegangkan, dan penuh dengan tantangan. Tentu saja akan ada kiat2 dan trik2 tertentu yang harus dipelajari dan diketahui oleh pemancing untuk bisa berhasil, dan semuanya juga perlu perencanaan dan persiapan khusus.

Dengan segala kekurangan dan keterbatasan saya, akan saya coba untuk membagikan semuanya ini di dalam blog ini, yaitu berdasarkan pengalaman saya pribadi, dan hasil dari tukar pendapat saya dengan tokoh2 tambak (pengelola tambak) dan rekan2 di tim Mancing Kutuk Gabus yang sudah mendalami perburuan dan langganan strike monster kutuk, antara lain : Pak Harijanto, Cak Martin,  Mas Dayat Kutuk,  Pak Sambun, Mas Wahyuklunthing, Adik Christian, Cak Pri, dan rekan2 yang lain, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin.


Oleh :
Sodikin

Sumber :
- Pengalaman pribadi
- Tim Mancing Kutuk Gabus
- Tokoh2 tambak

Senin, 27 Februari 2012

Mancing kutuk dengan teknik casting / poping (part.1) - Melempar umpan

Melempar (shooting) umpan


Setelah kita mengenal gerakan kutuk di dalam air, berikutnya adalah bagaimana kita bisa mendapatkan kutuk tersebut dengan cara mancing, dalam artikel ini adalah mancing dengan teknik casting / popping menggunakan umpan percil. Yang pertama kali dilakukan adalah memasang umpan dan berikutnya melemparkan umpan tersebut ke sasaran, mengkontrol umpan dengan menggulung reel, dan seterusnya. Memasang umpan adalah hal yang mudah, jadi tidak kita bahas di sini.

Melempar umpan  

Melempar umpan ( shooting ) adalah kegiatan yang pasti dilakukan oleh setiap pemancing, apapun tekniknya. Dalam dunia mancing kutuk dengan teknik casting / popping menggunakan umpan percil, aktivitas melempar umpan memiliki porsi hampir 40 % dari seluruh aktivitas mancing, porsinya sama dengan aktivitas mengkontrol / menggulung reel. Satu kali trip ( 2 s/d 3 jam ) seorang pemancing bisa ratusan kali melempar umpan. Oleh karenanya melempar umpan adalah faktor penting dari setiap keberhasilan pemancing dan tentu saja perlu untuk dipelajari.

Perlunya akurasi (ketepatan) lemparan

Sebagian orang memandang bahwa faktor keberuntungan (lucky) adalah sesuatu yang dominan berperan di dalam keberhasilan mancing, sehingga kadang menganggap remeh aktivitas melempar ini dan melakukannya dengan asal2an. Kadangkala memang bisa saja berhasil karena faktor keberuntungan itu tadi, namun yang pasti, mereka yang menganggap remeh akurasi lemparan ini, tidak akan pernah menemukan seni dan daya tarik yang sesungguhnya dari aktivitas mancing  itu sendiri, apalagi mancing kutuk dengan teknik casting / popping, dan ketika gondholan semakin susah, mereka akan mudah patah semangat lalu jenuh dan bosan.

Faktor keberuntungan (lucky) memang ikut berperan di dalam setiap kegiatan mancing, namun perlu diingat, sebenarnya bukan hanya mancing saja yang perlu faktor keberuntungan. Semua usaha manusia di bawah matahari, selalu melibatkan faktor keberuntungan, karena keberuntungan adalah pemberian / campur tangan Tuhan dalam semua usaha manusia. Ketika cara berpikir kita berhenti pada faktor keberuntungan saja, maka segala teori, teknik, spirit, etos kerja, dan lain2 seolah2 stagnan, sia2 untuk dipelajari dan diupayakan. Tiger Wood tidak perlu berlatih siang malam untuk akurasi pukulannya, David Beckham tidak akan berlama2 di lapangan bola untuk melatih akurasi sepak pojoknya dan umpan2 akuratnya, kalau semua keberhasilan itu hanya dipandang sebagai faktor keberuntungan saja. Keberuntungan hendaknya hanya dipakai sebagai rasa syukur kita pribadi kepada Tuhan, dan kerendahan hati kepada orang lain, tetapi lebih baik tidak terlalu diperhitungkan untuk diri sendiri, ketika kita sedang melakukan sesuatu usaha. Dengan kata lain, keberuntungan seyogyanya diresapi dan dinikmati ketika segalanya telah berhasil didapat, bukan pada saat berjuang untuk mendapatkannya. Memandang keberhasilan adalah karena keberuntungan semata, pada saat melakukan suatu usaha, apa saja, sama dengan mengambil sikap apatis dan spekulatif yang memunculkan resiko 50% kegagalan, bahkan lebih.

Mancing kutuk dengan teknik popping menggunakan umpan percil memerlukan akurasi / ketepatan lemparan, mengingat ikan kutuk suka berada di tempat2 yang rungsep2 (banyak tanaman, ganggang, rerumputan, dll). Tanpa melatih akurasi lemparan, seringkali umpan jatuh di tempat lain lalu nyangkut, umpan dan mata kail terbuang percuma, atau kalau tidak kutuknya yang lari pergi ketika kita menyeret kotoran.
Lemparan yang acak / random terkadang memang menghasilkan, apabila popping di lokasi yang memang banyak sekali kutuknya dan tersebar secara merata, tetapi kalau kita membiasakan diri melempar secara random, maka kita akan kesulitan ketika kita harus membidik sasaran di satu titik, contoh membidik kutuk yang sedang nggapur, kutuk nenggak, dll. Pemancing yang benar2 maniak seperti Cak Martin, bisa merasakan kepuasan sesaat, ketika umpan yang dilempar berulangkali itu, jatuh di satu titik yang sama, di tempat yang dia inginkan, meskipun umpan tadi tidak menghasilkan gondholan. Dan dia bisa berlama2 dengan permainan itu sampai siang.

Tip melempar (shooting) umpan

Sebagian orang bisa saja mempunyai lemparan yang akurat, dengan berbagai cara yang berbeda2 karena  kebiasaannya, namun cara yang seperti ini sulit ditiru dan tentu saja juga sulit dibagikan kepada orang lain.

Berikut ini kami bagikan tip melempar umpan yang mudah dipelajari dan hasilnya mudah2an akurat :

Christian - melempar (shooting) umpan

1. Setelah umpan dipasang pada mata kail, perhatikan keseimbangan / simetris dari umpan tersebut sebelum dilempar.

2. Perhatikan posisi kolong stick / joran dan atur supaya lurus dari kolong pangkal sampai kolong pucuk / ujung stick.

3. Atur panjang line / senar yang menjuntai dari kolong  pucuk stick sampai ke umpan kurang lebih 50 % s/d 70 % dari panjang stick yang kita gunakan.

4. Angkat stick keatas dengan posisi reel tepat di atas kepala, sikut tangan menghadap lurus ke depan ke arah sasaran, sekaligus untuk membidik sasaran (perhatikan gambar di atas).

5. Pastikan umpan yang akan dilempar tidak sedang bergoyang2 dengan menengok sedikit kebelakang, sambil memperhatikan kalau2 ada orang atau hambatan lain yang ada di belakang kita.

6. Ayunkan stick dengan tenaga yang sudah diperhitungkan, mengayun lurus ke depan segaris ke titik sasaran, usahakan umpan melambung dengan sudut 45 derajat dari posisi kita agar optimal, perhatikan pula arah angin yang bisa membelokkan, mempercepat maupun menghambat lemparan.

7. Lakukan berulangkali ke titik sasaran tersebut sampai benar2 akurat dan coba pula di tempat lain / sasaran yang lain. 


" Selamat mencoba, dan berhasil ! "


Oleh :
Sodikin

Sumber :
- Pengalaman pribadi
- Cak Martin

Rabu, 15 Februari 2012

Mancing kutuk = Olah raga pagi sekaligus hiburan

Olah raga pagi sekaligus hiburan
- Yang menarik dari mancing kutuk (part. 3) -




  
Saya adalah orang yang paling setuju dengan pendapat ini, meskipun ini bukan alasan saya untuk menggemari mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil. Saya pecinta sport, basket, tenis meja, lari pagi, fitness (gym), dll, namun tak pernah terpikirkan oleh saya untuk menggemari mancing kutuk di pagi hari dengan alasan ini, karena memang saya lebih cenderung menggemari mancing, semata2 hanya karena hobby saja. Saya tertarik dan penasaran dengan pola makan kutuk seperti yang dikatakan oleh Cak Martin, dan saya suka mermpelajari itu sampai saat ini.



Teman yang mengutarakan alasan bergabung dengan kami karena alasan ini adalah mantan atlit perenang di Sidoarjo, konon pernah terpilih untuk ikut seleksi PON  di Jawa Timur, ketika masih muda dan menjadi pelajar di SMA Negeri di Surabaya. Postur tubuh dan bentuk body yang atletis adalah sisa2 dan bukti dari semuanya, tutur bicara yang halus, sopan dan berwibawa mencerminkan kepribadian seorang pejuang yang keras dan tangguh, meskipun kini sudah berumur dan rambut ubanan.







Mengapa saya dan rekan2 menggemari olah raga mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil ? 

Mancing kutuk adalah olah raga pagi sekaligus hiburan.
Kegiatan mancing kutuk tim kami yang rutin adalah berangkat dari jam 5.00 dan selesai jam 8.00 pagi, biasanya jam 8.00 itu kita sudah sampai di rumah masing2, namun kadang2 ada yang nerus sampai lebih siang dari itu, terutama pada saat liburan.

Lokasi mancing seringkali jauh dari jalan raya, dan terkadang sulit dijangkau dengan kendaraan, sehingga kami harus berjalan kaki dari tempat di mana kami menitipkan kendaraan. Dalam situasi tertentu kami bahkan harus berjalan tanpa alas kaki untuk bisa sampai di lokasi, terutama pada musim hujan begini.
Setiba di lokasi kami berpencar untuk mencari tempat masing2 sesuai dengan pilihan kami, dan apabila tempat pertama tidak menghasilkan, kami berpindah lagi mencari tempat yang lain sampai menemukan lokasi yang pas dengan selera kami. Setelah kami eksploitasi di sana dan gondholan mulai kendor, kami pun berpindah tempat lagi, satu kali trip paling tidak kami bisa ratusan bahkan ribuan meter berjalan kaki.  

Pada saat popping, tak ada yang pernah menghitung, berapa kali kami melakukan gerakan melempar (seperti gerakan orang mencangkul tetapi badan tidak sampai membungkuk), kemudian berapa kali kami harus menggulung reel (kerekan), berapa kali kami jongkok, lalu berdiri, jongkok lagi, dan berdiri lagi. Aktivitas ini jelas berbeda dengan cara mancing lainnya, yang setelah melempar umpan terus diam menunggu.

Mancing kutuk dengan teknik ini adalah mancing yang paling aktif bergerak dan menguras tenaga, yang punya kebiasaan merokok pun seringkali tidak sempat merokok pada saat action, " selain tidak bisa menikmati, malah bikin rasa pedas di mata saja ", katanya.

Pada saat popping bisa dipastikan bahwa semua orang akan 100 % berkeringat ( mandi keringat ), selain karena berdiri terus di bawah sinar matahari pagi, juga oleh sebab aktivitas yang saya ceritakan tadi. Semua pemancing pasti berkeringat, kecuali kutuk2 hasil pancingan saja yang tidak.

Dari cerita di atas memang bisa disimpulkan, bahwa mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil adalah olah raga pagi yang sekaligus hiburan, mengingat berapa jauh kami berjalan, berapa lama kami berdiri di bawah matahari, lalu jongkok, membungkuk, dan berdiri lagi, berapa kali kami bergerak melempar ( setengah mencangkul ), lalu menggulung reel, dst. Aktivitas yang padat dengan gerakan dari kaki sampai kepala ini bisa di-identik- kan dengan olah raga pagi, adventure dan nuansa alam yang bervariasi justru terasa lebih dinamis dan tidak membosankan.

Mancing kutuk gabus......mantaaab !

Oleh:
Sodikin

Sumber :
- Pengalaman pribadi
- Rekan2 di tim Mancing Kutuk Gabus

Sabtu, 11 Februari 2012

Mancing kutuk - Mudah murah tanpa beban

Mancing Kutuk -  Mudah murah tanpa beban
- Yang menarik dari mancing kutuk (part. 2) - 



Sodikin & Cak Pri - Pemancing Kutuk
 
Alasan lain mengapa saya dan rekan2 tim Mancing Kutuk Gabus menggemari mancing kutuk dengan teknik casting menggunakan umpan percil adalah efektif, praktis, mudah, dan murah. Alasan ini menempati urutan kedua terumum dan terpopuler setelah alasan tentang ketertarikan kami terhadap pola makan kutuk yang dinamis, unik dan bikin penasaran (Yang menarik dari mancing kutuk part.1). 

Mancing adalah aktivitas manusia yang sudah ada sejak zaman purba, filosofinya tetap sama dari dulu sampai sekarang, yaitu menangkap ikan (bisa obyek yang lain) dengan cara memberi makan (memberi untuk menerima kembali). Namun metode, teknik dan peralatannya berkembang terus dan mengalami pembaharuan sesuai dengan perkembangan teknologi manusia, sehingga mancing yang semula adalah kegiatan yang murah meriah, kini berkembang terus dengan sarana dan peralatan yang semakin maju menjadi hiburan yang bervariasi dengan biaya yang bervariasi pula, mulai dari yang murah sampai yang mahal dan eksklusive berjuta2 rupiah, dan hampir2 tidak ada batasan.

Mengapa saya dan rekan2 menggemari olah raga mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil ?

Mudah murah tanpa beban
Dikatakan mudah karena obyek yang kami pancing adalah ikan kutuk yang memang rakus dan gampang makan, populasinya yang banyak tersebar hampir merata diseluruh perairan tawar di Indonesia, berkembang biak dengan cepat dan kemampuannya untuk bertahan hidup, sehingga kutuk bisa berada di mana2, di sungai, di rawa, di tambak, di saluran irigasi dan persawahan, bahkan di selokan2 rumah dan lain2.

Dikatakan mudah, karena kami memilih areal tambak sebagai lokasi mancing kami. Di areal tambak ini, ikan kutuk dianggap sebagai ikan hama (ikan perusak) yang keberadaanya sangat tidak diharapkan oleh pengusaha maupun pengelola tambak, terutama pada saat penyebaran bibit ikan maupun udang. Keberadaan kutuk dan sifat predatornya adalah salah satu penyebab gagal panen. Oleh karena itu kegiatan kami seringkali malah mendapat dukungan dari pengelola tambak, dan umumnya kami diterima dengan wellcome di mana2, meski demikian ada juga beberapa tambak yang pengelolanya tidak mengijinkan kegiatan kami karena sesuatu alasan.

Mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil hanya membutuhkan 1 (satu) set peralatan, membawa lebih dari itupun percuma, karena hanya 1 set itu yang bisa kita pakai pada saat action, kecuali kalau ada trouble. Mengenai merk, type dan harga itu terserah kita dan tidak ada batasan, memang semuanya bisa kita gunakan dan tidak ada kendala,.... murah kan!

Kalau kita pakai umpan mainan (frog lure), cukup beli beberapa saja karena bisa kita pakai berkali2 action,.... murah kan!



Umpan Percil
Pakai umpan percil (anak kodok) lebih murah lagi, karena bisa dengan mudah kita cari sendiri di sawah2 pada malam hari, apalagi pada musim hujan begini. Satu kali trip (+/- 3 jam) , seorang pemancing hanya butuh beberapa ekor percil (10 s/d 20 ekor) saja, bagi yang ahli 10 ekor sudah cukup bahkan terkadang masih sisa.......makin murah kan!
Kalau toh percil itu beli, harganya juga relatif murah, 10.000 rupiah dapat +/- 40 ekor di toko2 pakan ikan, ini bisa untuk persediaan 1 s/d 2 minggu (4 s/d 5 kali trip)....kalau nasib lagi baik, itu bisa jadi berekor2 atau berkilo2 kutuk...1 kg kutuk nilainya saat ini +/- 20.000 rupiah....malah untung kan woow!



Dengan begini sudah tidak ada beban lagi bagi kami, makin ramai gondholan kamipun makin senang dan makin giat lagi, tanpa takut merogoh kocek untuk membayar ikan...pengelola tambakpun  ikut senang, hamanya berkurang.

Melalui blog ini, saya dan tim Mancing Kutuk Gabus mengucapkan terima kasih yang sebesar2nya kepada semua Pengusaha, Pengelola maupun Penjaga tambak2 di Sidoarjo yang telah mendukung kegiatan kami, semoga Tuhan memberikan kesehatan, perlindungan, berkat dan rezeki yang melimpah, dan segala sesuatu yang diusahakan dan dipelihara, bisa berhasil dan sukses. Amin.

Oleh :
Sodikin 

Sumber :
- Pengalaman pribadi
- Rekan2 di tim Mancing Kutuk Gabus

Pola / cara makan Kutuk

Pola / cara makan Kutuk
- Yang menarik dari mancing kutuk (part. 1) - 
 
Hari, Cak Pri & Cik Poo - Pemancing Kutuk



Ada banyak pendapat dan alasan mengapa saya dan rekan2 di tim Mancing Kutuk Gabus menggemari olah raga mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil. Berbagai pendapat ini saya kumpulkan dan saya susun berdasarkan hasil tukar pendapat secara lisan dengan rekan2, dari waktu ke waktu secara santai dan bergilir, kemudian saya tulis menjadi artikel ini, mulai dari pendapat yang paling umum, pendapat yang realistis dan relevan, juga pendapat2 yang lain, yang menarik untuk dimuat dalam artikel ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Karena begitu banyak pendapat dan alasan yang saya kumpulkan, baik yang sifatnya subyektif maupun obyektif, bahkan ada yang lucu dan sedikit melenceng namun menarik, yang mana semuanya itu perlu diperjelas dengan uraian dan keterangan, maka akan lebih baik kalau semuanya itu saya tuliskan dan publikasikan secara estafet satu persatu, sehingga lebih ringan dan santai bacanya. Sebagai manusia, saya menyadari kekurangan dan kelemahan saya, untuk itu saya perlu saran dan masukan dari semua orang.

Hal yang paling saya takutkan adalah apabila ada sesuatu di dalam artikel ini atau artikel-2 berikutnya yang bisa menyinggung hati dan perasaan pembaca, untuk itu saya akan berusaha hati2 dalam menulis, tetapi tetap saja saya mohon maaf sebelumnya demi kemurnian hati kita semua, maupun artikel ini.
Mengapa saya dan rekan2 menggemari olah raga mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil ?

Pendapat paling umum di tim Mancing Kutuk Gabus:
- Pola / cara makan Kutuk
Pada dasarnya ikan kutuk adalah ikan predator air tawar yang paling mudah di pancing, sehingga sering digemari orang dan menjadi obyek pancingan yang menghibur dan menyenangkan. Keberingasannya ketika kutuk menyantap makanan dan kekuatannya ketika mempertahankan diri melawan tarikan, menambah nilai plus dan makin diminati orang. Berbagai macam umpan dan cara sudah diterapkan orang, semuanya berhasil dan memiliki nilai seni serta kesenangan  tersendiri bagi sebuah hiburan pemancingan. 

Ketika saya dan rekan2 mencoba mancing kutuk menggunakan teknik casting / popping, ternyata mancing kutuk menjadi makin asyik, makin seru dan makin tambah pengetahuan, akhirnya kami makin mania dan acara mancingpun menjadi semakin padat. Berikutnya dengan teknik ini, kami menemukan sesuatu yang dinamis (berubah2) dan unik dari ikan kutuk dalam hal perilaku dan kebiasaan makan, dan perubahan itu bisa kami hafalkan karena seolah2 memiliki pola, artinya di lokasi itu dan pada saat yang sama, ikan kutuk yang ada di situ hampir menunjukkan cara yang sama ketika menyantap umpan. Sampai saat ini, mayoritas tim kami terus mengamati dan mempelajari pola makan ini, dan kami makin mania lagi.
  
Pola makan ini bisa berbeda2 dari waktu ke waktu, dari hari ke hari, juga berbeda dari lokasi yang satu ke lokasi yang lainnya  Pola makan pagi hari berbeda dengan pola makan siang, sore, maupun malam hari. Pola makan kutuk di perairan tambak berbeda dengan pola makan kutuk di rawa, bahkan pola makan di tambak yang satu, berbeda dengan pola makan di tambak yang lain. 

Biasanya kutuk menunjukkan keganasannya ketika menyambar umpan yang lewat di dekatnya, apalagi kalau  umpan itu lewat di dekat sarang / rumahnya ( ikan kutuk memang punya rumah / sarang ), tetapi kadang2 hampir tidak menunjukkan respon sama sekali ketika umpan itu lewat, atau kadang hanya memburu saja dari belakang tetapi tidak makan, atau justru tiba2 makan ketika umpan itu sudah dekat sekali dengan posisi kita dan tentu saja ini sering mengejutkan kita sehingga seringkali kita gagal karena terlambat membuka bail assy dari reel (line winder) untuk mereleasse kenur, karena terlalu tegang dan terkejut. Sebenarnya seringkali ini bukan karena kutuk sedang rewel ndak mau makan, tetapi lebih banyak karena umpan yang lewat tidak sesuai dengan pola makan yang sedang berlangsung di lokasi itu, sesuai kemauan kutuk2 di situ.

Pada kondisi tertentu, misalnya di tambak yang rapat oleh tumbuh2an (ganggang, lumut, motolele, dll) kutuk akan menyantap dahsyat umpan yang mengapung di permukaan air, tetapi di situasi perairan yang terang dan bersih tanpa tanaman, umpan yang mengapung dibiarkannya saja lewat dan kutuk hanya mau makan kalau umpan itu diseret agak tenggelam dari atas permukaan air.

Terkadang kutuk langsung buas menyambar ketika umpan yang dilempar itu jatuh tepat disekitarnya, tetapi di lain waktu dia malah melesat pergi kalau umpan itu jatuh terlalu dekat dengan posisinya berada. Suatu saat kutuk suka mengejar umpan yang bergerak cepat, di lain tempat atau bisa juga di lain waktu di tempat yang sama, ia hanya makan umpan yang bergerak sangat lambat.

Demikian pula dengan perubahan warna langit, di pagi hari ketika langit berawan dan teduh, sepertinya kutuk mudah sekali makan, tetapi keesokan harinya ketika langit cerah, matahari bersinar terang, di tempat yang sama itu sudah berbeda lagi pola makannya. Perubahan kondisi dan situasi yang menyebabkan pola makan kutuk menjadi berbeda dari waktu ke waktu itu, saya dan rekan2 Mancing Kutuk Gabus amati adalah sebagai berikut :

Perubahan yang mempengaruhi pola makan kutuk :
1. Faktor internal ( dari Kutuknya sendiri )
- Kutuk kenyang (banyak makanan) dan sebaliknya (kutuk kelaparan)
- Musim kawin atau sedang kawin, sedang nggapur (menjaga anak2nya)
- Terlalu sering dipopping (sudah hafal dan makin pinter) dan sebaliknya.

2. Faktor eksternal (adalah respons kutuk terhadap perubahan diluar dirinya)
- Perubahan suhu air, perubahan ph air (terutama salinitas air), perubahan volume air (kedalaman / ketinggian air), perubahan warna air, kepekatan air.
- Perubahan cuaca, angin, sinar matahari, hujan, dll.   

Perubahan2 itu ada yang menguntungkan dan memudahkan pemancing, tetapi seringkali juga malah menyulitkan pemancing, namun segala sesuatu itu bisa dipelajari dan bisa ditemukan caranya, sehingga perubahan2 ini yang semula menjadi kendala bagi pemancing, tetapi akhirnya malah menjadi keasyikan dan hiburan tersendiri setelah ditemukan kiat2nya, masing2 pemancing punya resep dan jurusnya sendiri2, asyik kan!

Pola makan yang unik dan berbeda2 inilah yang menarik untuk dipelajari oleh para pemancing, sehingga menjadi tantangan tersendiri, dan membuat pemancing makin penasaran. Tentunya semakin tinggi jam terbang pemancing, semakin tinggi pula kemampuan dan teknik pemancing tersebut dalam hal penguasaan dan pengetahuan tentang pola makan kutuk. 

Pemancing kawakan sekelas Cak Martin justru memanfaatkan pola makan yang unik dan dinamis ini, dengan kepiawaiannya mengkontrol umpan dan dengan jiwa seninya yang tinggi, menjadi sebuah tontonan  popping yang indah dan menakjubkan. Terus terang saya sering terkesima dan akhirnya lebih suka menonton saja ketika Cak Martin popping, daripada popping sendiri, apalagi kalau pas lagi susah makannya.

Ada perbedaan antara mancing kutuk teknik casting menggunakan umpan percil asli dibandingkan dengan menggunakan umpan percil mainan (frog lure), yaitu kalau pemancing menggunakan umpan frog lure, pada saat umpan frog lure disantap ikan, maka pemancing harus sesegera mungkin menarik joran dan menjaga agar kenur selalu dalam kondisi kencang, dengan terus menggulung reel. Tetapi dengan umpan percil asli justru sebaliknya, pada saat umpan disantap ikan, maka pemancing harus sesegera mungkin membuka bail assy dari reel untuk mereleasse kenur, yaitu memberi kesempatan ikan membawa dahulu umpan itu kemana saja dia mau, sebelum umpan itu ditelan. Dan beberapa saat setelah itu, apabila umpan sudah diyakini ditelan, sesuai perhitungan dan pertimbangan berdasarkan pengalaman, barulah pemancing menarik joran dan berikutnya fight. Saya yakin perbedaan ini disebabkan karena penempatan mata kail yang berbeda antara umpan mainan dengan umpan percil asli. Namun demikian, kedua2nya tetap memberikan adventure dan sensasi yang menegangkan.

Dengan umpan apa saja, mancing kutuk memang menyenangkan !

Oleh :
Sodikin

Sumber :
- Pengalaman pribadi
- Rekan2 tim Mancing Kutuk Gabus
- Cak Martin

Selasa, 07 Februari 2012

Video Mancing Kutuk Gabus - Teknik Casting / Popping

Christian's Strike
Video mancing kutuk dengan Teknik Casting / Popping









Video ini kami dedikasikan kepada semua rekan di Tim Mancing Kutuk Gabus, teristimewa buat sobat kecilku Ananda tercinta  Christian Budi H,  anggota termuda Mancing Kutuk Gabus yang baru2 ini membukukan catatan strike monster lagi, sore hari di Tambak Rangkah, sekaligus juga untuk koleksi video kami di Tim Mancing Kutuk Gabus. Kami sajikan dengan segala kekurangan dan kelemahan kami, semoga bisa menyenangkan hati dan bermanfaat bagi kita semua. Amin. 

Video ini menyajikan secara detail dan lengkap, mancing kutuk dengan teknik casting / popping menggunakan umpan percil (anak katak), diperagakan oleh Christian.


Christian's Strike
 Nonton video, klik tautan di bawah ini :

Selasa, 17 Januari 2012

Photo2an bareng "Kutuk"


Koleksi Photo 
Lokasi Casting : Tambak di daerah Sidoarjo


" Selamat pagi " dari Tambak Penjara

Hunting Monster di Tambak Kali Kuntul

Ryanberkongkong, Kakakanwar, Sodikin, Harijanto, CakPri - di Tambak Kali Kuntul




Kutuk 1,2 kg - strike by Ryanberkongkong
Kutuk 1,1 kg - strike by Harijanto












Kutuk 1,7 kg - strike by Sambun
Cak Pri & kutuk kesayangannya


Kutuk 1,5 kg - strike by Sodikin




3 Strike Monster - di Tambak Bibis
Kutuk 1,5 kg - strike by Sodikin
Kutuk 1,5 kg - strike by Cak Pri
Kutuk 1,3 kg - strike by Harijanto