Tampilkan postingan dengan label Tentang Ikan Kutuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Ikan Kutuk. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2012

Berburu Monster Kutuk (Part.4)

Berburu Monster Kutuk
Eksplorasi 


Setelah kita mengetahui seluk beluk tentang monster kutuk, habitat dan kebiasaannya, langkah berikutnya adalah pencarian / eksplorasi keberadaannya di lokasi yang kita tuju. Di dunia mancing yang lebih maju dan modern, contohnya mancing di tengah lautan, pemancing di laut menggunakan peralatan2 modern untuk mencari lokasi dan mendeteksi keberadaan ikan2 besar di dalam air seperti sonar, gps, dan lain2, namun di dunia Mancing Kutuk Gabus yang minim peralatan, mendeteksi keberadaan monster kutuk di tengah2 tambak adalah dengan cara yang sangat sederhana pula. Yaitu dengan pengamatan langsung secara visual di lokasi / perairan tambak yang kita tuju, dengan cara mengamati gerakan2 monster kutuk tersebut ( seperti yang sudah kami tulis dalam artikel kami terdahulu tentang gerakan kutuk di dalam air), maupun jejak2 gerakan yang sudah ditimbulkannya.


Gerakan monster kutuk di dalam air 

Seperti yang sudah kami tulis sebelumnya, karena monster kutuk adalah tetap saja seekor kutuk, tentu saja gerakannya sama dengan gerakan kutuk biasa, namun lebih ekstrim, karena ukurannya yang lebih besar dan panjang dari kutuk2 biasa, yaitu : kalau dia nenggak, pasti efek suara yang ditimbulkan lebih keras, dan gelombang air yang terjadi juga lebih besar. Kalaupun dia ngebal, pasti gelombangnya juga lebih besar, kalau dia ngelathup, gelembungnya juga lebih besar, bunyinya juga lebih tajam. Kalau dia sedang nggapur, pasti juga gapurannya jauh lebih banyak dari kutuk biasa, dan gapurannya terlihat membentuk lingkaran yang lebih luas dari gapurannya kutuk2 biasa.

Yang lebih istimewa lagi kalau lagi pangkatan, buih2 yang ditimbulkan di permukaan air  terlihat lebih jelas dan kontinyu, demikian pula kutuk2 yang mengikuti pangkatannya tentu berukuran lebih besar2 daripada pangkatan kutuk biasa. Artinya, kalau kita menemukan pangkatan di mana kutuk2 yang berhasil kita dapatkan dari pangkatan itu berukuran besar2 mendekati 0,5 kg, pasti kutuk yang ada di dasar air di tempat pangkatan itu, adalah kutuk yang besar, kemungkinan adalah monster kutuk.

Jejak-jejak gerakan monster kutuk

Selain gerakannya yang bisa kita amati secara langsung, kita juga meneliti bekas2 / jejak2 dari monster kutuk tersebut. Jejak ini bisa berupa lingkaran2 besar di tengah2 ganggang, bekas tempat mereka nenggak, maupun bekas tempat mereka kawin, biasanya di situlah rumah / sarang mereka. Beberapa rekan di Mancing Kutuk Gabus mempunyai kemampuan lebih untuk bisa meneliti dan menghafal jejak2 monster yang ada di rerumputan di tengah2 tambak, dan sarang mereka yang ada di sekitar tanam2an di pinggiran maupun di sudut2 tambak.

Gerakan2 hewan lain oleh sebab adanya monster kutuk

Kita juga bisa mendeteksi adanya monster kutuk dari gerakan hewan2 lain oleh sebab adanya monster kutuk di situ, seperti melompatnya ikan2 lain, maupun kutuk2 lain yang seolah2 ketakutan, kaburnya burung2 yang ada di situ oleh bunyi tenggakan, dan gejala2 yang lain lagi, semakin tinggi jam terbang pemancing, terutama pemancing yang hoby memburu monster ini, semakin peka juga kemampuan deteksi pemancing tersebut terhadap keberadaan monster kutuk di tengah tambak. Namun demikian adapula pemancing yang tidak menghiraukan dan tidak konsentrasi dengan monster ini, tetapi berkali2 juga berhasil mencatatkan strike monster kutuk, contoh : adik Christian, Pak Sambun, Anwar Kakak, Pakipunk, dll.

Percaya atau tidak

Ikan kutuk adalah alat ukur alami untuk menentukan salinitas air, yang kuat bertahan hidup di darat tanpa air dibanding ikan air tawar yang lain, namun bisa mati mendadak di perairan tambak, apabila ada angin kencang bertiup berhari2 di perairan itu.

Ikan kutuk punya kemampuan untuk menyesuaikan warna tubuhnya dengan perubahan warna air, di air yang keruh kecoklatan warna kutuk jadi  polos terang kekuningan, di perairan yang jernih terang, warna kutuk jadi polos ke hitaman, di dalam aquarium warnanya berubah jadi loreng2.


Percaya atau tidak - terserah

Dengan hanya melempar2, tim Mancing Kutuk Gabus bisa merubah huruf "a" menjadi "u", " katak menjadi kutuk "....haaa...haa..haa !

Ada mitos di masyarakat tertentu yang mengatakan bahwa ikan kutuk kawin dengan ular, ......tim Mancing Kutuk Gabus menjawab, " pasti anak2nya kodomo eh komodo....haa...haa..ha..!".
Oleh :
Sodikin

Sumber :
- Pengalaman pribadi
- Tim Mancing Kutuk Gabus

Sabtu, 17 Maret 2012

Berburu Monster Kutuk (Part.3)

Berburu Monster Kutuk
Mengenal Monster Kutuk 

Ryan - berburu monster menyambut sunset

Sebelum kita memulai perburuan, tentu kita harus tahu seluk beluk tentang obyek yang kita buru, semakin banyak data yang kita tahu tentang obyek yang kita buru, perburuan niscaya akan menjadi semakin terarah dan fokus.










Mengenal Monster Kutuk

Monster kutuk adalah ikan kutuk berukuran besar, berat lebih dari 1 kg, panjangnya lebih dari 50 cm, yang paling banyak dijumpai dan berhasil didapat adalah betina, yaitu indukan kutuk. Biasanya monster ini hidup berpasangan dengan pejantannya, terutama pada saat menjaga anak2nya (gapuran), dan pada saat kawin. Seringkali dijumpai pejantannya berukuran lebih kecil atau bisa juga seukuran dengan betinanya, tetapi badannya terlihat lebih panjang dan kurus, sehingga berat badannya lebih ringan dari betinanya. Jadi apabila kita dapat mendaratkan pejantan kutuk dengan bobot lebih dari 1 kg, hampir bisa dipastikan bahwa di situ akan ada betina yang bobotnya lebih dari itu. 

Seperti halnya predator darat pada umumnya, predator air tawar ini juga hidup secara teritorial, menguasai wilayahnya, pejantan dan betinanya menjadi momok di wilayahnya bagi ikan2 atau hewan2 lain, dan menetap di rumahnya / sarangnya untuk kawin serta menetaskan telurnya, dan hanya bergerak di sekitar wilayah itu untuk mencari mangsanya, dan kembali lagi ke sarangnya semula, tidak suka berpindah2 tempat, kecuali ada gangguan atau perubahan habitat oleh manusia atau hewan besar lain.  

Hama tambak dengan cara hidup dan tingkat survival yang istimewa dibandingkan dengan kutuk2 yang lain, dengan umur dan ukuran seperti itu, tentu dia sudah berkali2 lolos dari sergapan manusia dan hewan2 lain, melompat dari satu tambak ke tambak yang lain pada saat tambak dipanen, melompat kesungai lalu kembali ke tambak lagi, berendam di lumpur, tinggal di lubang2 tanah dan muncul lagi saat ada air menggenang, begitu seterusnya hingga bertumbuh besar dan menjadi monster. Dengan sejarah hidup yang penuh dengan perjuangan itu, dia menjadi hewan yang sangat peka dan hati2 terhadap sesuatu yang membahayakan dirinya, tidak akan mau menampakkan dirinya kepada manusia dan tinggal di sarang yang jauh dari jangkauan, atau di tempat2 yang jarang dikunjungi manusia. 

Habitat Monster Kutuk di tengah tambak

Demi keamanan dan mempertahankan hidupnya, monster kutuk lebih memilih tempat yang rimbun oleh tanaman, di perairan yang lebih dalam dan airnya gelap, di rerumputan di sudut2 tambak yang jarang di kunjungi orang, di tengah2 ganggang yang ada di tengah2 tambak, di tempat yang teduh di bawah pohon yang rindang, dan di tempat2 yang lain, yang intinya menjauh dari aktivitas manusia, dalam hal ini pengelola tambak, dan orang2 yang biasa lewat di tempat itu.



Habitat Monster Kutuk

Ciri2 tambak yang memungkinkan keberadaan monster kutuk

Tambak dengan air yang dalam, yang luas, banyak rerumputan dan tanaman2 lain di tengah2nya, ikan peliharaannya sudah besar2 dan siap panen.

Tambak yang lokasinya dekat sekali dengan sungai besar, yang pintu airnya langsung menghadap sungai.

Tambak yang airnya dalam, yang airnya tidak dikuras sampai habis pada saat panen, yang airnya tidak diobat setelah panen sebelum pembibitan, yang cara panennya hanya dengan dijaring / dijala. Informasi ini biasa kita dapatkan dari penjaga / pengelola di tambak tersebut.


Sudut / pojok tambak

Percaya atau tidak

Ikan kutuk adalah ikan yang setia dengan pasangannya, juga dengan anak2nya sebelum anak2 itu dewasa. Tidak suka berganti2 pasangan dalam perkawinannya, meskipun tanpa surat kawin, senantiasa bersama sampai sesuatu keadaan memisahkan mereka.

Monster betina adalah ibu yang baik dan pelindung bagi anak2nya, mengawal terus bayi2nya sampai dewasa, pejantannya lebih agresif lagi untuk melindungi anak2nya, sehingga pejantan lebih mudah ditangkap dengan cara mancing, yaitu dengan melemparkan umpan di tempat anak2nya berada dan menyentak2kan umpan di tengah2 gapuran itu berada, biasanya pejantan akan lebih dulu marah dan menyantap.

Percaya atau tidak - terserah

Menurut pakar sexologi, wanita memiliki 27 titik daerah erotika, ternyata ini masih jauh dibanding ikan kutuk, terbukti dari banyaknya luka2 berupa bercak2 merah di tubuh kutuk yang berhasil kami tangkap seusai kawin....haa.....haa...haa.!

Oleh :
Sodikin

Sumber :
- Pengalaman pribadi
- Tim Mancing Kutuk Gabus

   

Kamis, 15 Maret 2012

Berburu Monster Kutuk (Part.1)

Berburu Monster Kutuk
  
Momen terindah dan menjadi kenangan yang membanggakan bagi setiap pemancing adalah ketika pemancing berhasil menaikkan ikan dengan ukuran yang langka, baik ukuran panjangnya maupun ukuran beratnya, apalagi ketika momen tersebut sempat diabadikan dengan peralatan dokumentasi, seperti kamera, handphone, handycam, dll. Momen ini akan sekaligus menjadi semacam prestasi membanggakan dan eksistensi dari pemancing tersebut di dalam sebuah komunitas pemancing yang diikuti oleh pemancing tersebut, demikian pula halnya dengan kami di komunitas Mancing Kutuk Gabus.



Monster Kutuk 1,2 kg - Strike by Sodikin
Monster Kutuk
Monster kutuk, ada yang bilang master kutuk, babok kutuk (istilah kami sendiri), yang kami maksudkan adalah ikan kutuk dengan bobot di atas 1 kg, panjang lebih dari 50 cm, karena untuk ikan kutuk, ukuran seperti ini adalah termasuk ukuran yang langka di perairan tambak, yang rata2 dipanen 2 s/d 4 kali pertahun. 




Menurut orang2 tambak, untuk menjadi kutuk dengan ukuran  monster ini, kutuk ini tentu harus bertahan hidup dan bertumbuh besar lebih dari 8 bulan di habitatnya, bayangkan kemampuannya untuk mempertahankan diri dengan habitatnya yang dipanen 2 s/d 4 kali pertahun, dia harus melompat dari satu tambak ke tambak yang lain, atau bersembunyi di lubang2 tanah, untuk lolos dari tangkapan ketika tambak pertama dipanen, begitu seterusnya hingga mampu bertumbuh besar menjadi monster. Makin berat dan makin besar ukurannya, tentu makin banyak umurnya, demikian pula tentu makin tinggi tingkat survivalnya. 

Di rawa2 yang lokasinya jauh dari pemukiman / terpencil dan jarang dieksplorasi pemancing, atau di sungai2 tertentu, monster kutuk ini bisa memiliki bobot sampai dengan 5 kg dan panjang hampir 1 meter, bahkan konon bisa lebih dari itu. Bayangkan betapa senangnya kalau bisa fight dengan mereka !



Christian dan Monster Kutuk 1,95 kg
Strike Monster
Sebagian besar pemancing, termasuk saya, pertama kali atau beberapa kali mengalami momen indah menegangkan, strike dengan monster ini secara kebetulan, tanpa sengaja, dan tidak terduga, tahu2 digondhol ikan besar, fight dan berhasil menaikkan ke darat, berikutnya cerita2 heroik dengan tambahan bumbu penyedap akan menjadi bahan cerita dan obrolan yang heboh setelah itu, di setiap waktu dan di setiap acara dan di setiap tempat, monster kutuk sindrome.



Namun berjalan dengan waktu, karena jam terbang mancing makin lama, pengetahuan dan pengalaman makin bertambah, akhirnya mendaratkan monster adalah menjadi semacam hasil dari sebuah perburuan, dan ternyata momen ini lebih sensasional, lebih dramatis, lebih seru menegangkan, dan penuh dengan tantangan. Tentu saja akan ada kiat2 dan trik2 tertentu yang harus dipelajari dan diketahui oleh pemancing untuk bisa berhasil, dan semuanya juga perlu perencanaan dan persiapan khusus.

Dengan segala kekurangan dan keterbatasan saya, akan saya coba untuk membagikan semuanya ini di dalam blog ini, yaitu berdasarkan pengalaman saya pribadi, dan hasil dari tukar pendapat saya dengan tokoh2 tambak (pengelola tambak) dan rekan2 di tim Mancing Kutuk Gabus yang sudah mendalami perburuan dan langganan strike monster kutuk, antara lain : Pak Harijanto, Cak Martin,  Mas Dayat Kutuk,  Pak Sambun, Mas Wahyuklunthing, Adik Christian, Cak Pri, dan rekan2 yang lain, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin.


Oleh :
Sodikin

Sumber :
- Pengalaman pribadi
- Tim Mancing Kutuk Gabus
- Tokoh2 tambak

Sabtu, 11 Februari 2012

Mancing kutuk - Mudah murah tanpa beban

Mancing Kutuk -  Mudah murah tanpa beban
- Yang menarik dari mancing kutuk (part. 2) - 



Sodikin & Cak Pri - Pemancing Kutuk
 
Alasan lain mengapa saya dan rekan2 tim Mancing Kutuk Gabus menggemari mancing kutuk dengan teknik casting menggunakan umpan percil adalah efektif, praktis, mudah, dan murah. Alasan ini menempati urutan kedua terumum dan terpopuler setelah alasan tentang ketertarikan kami terhadap pola makan kutuk yang dinamis, unik dan bikin penasaran (Yang menarik dari mancing kutuk part.1). 

Mancing adalah aktivitas manusia yang sudah ada sejak zaman purba, filosofinya tetap sama dari dulu sampai sekarang, yaitu menangkap ikan (bisa obyek yang lain) dengan cara memberi makan (memberi untuk menerima kembali). Namun metode, teknik dan peralatannya berkembang terus dan mengalami pembaharuan sesuai dengan perkembangan teknologi manusia, sehingga mancing yang semula adalah kegiatan yang murah meriah, kini berkembang terus dengan sarana dan peralatan yang semakin maju menjadi hiburan yang bervariasi dengan biaya yang bervariasi pula, mulai dari yang murah sampai yang mahal dan eksklusive berjuta2 rupiah, dan hampir2 tidak ada batasan.

Mengapa saya dan rekan2 menggemari olah raga mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil ?

Mudah murah tanpa beban
Dikatakan mudah karena obyek yang kami pancing adalah ikan kutuk yang memang rakus dan gampang makan, populasinya yang banyak tersebar hampir merata diseluruh perairan tawar di Indonesia, berkembang biak dengan cepat dan kemampuannya untuk bertahan hidup, sehingga kutuk bisa berada di mana2, di sungai, di rawa, di tambak, di saluran irigasi dan persawahan, bahkan di selokan2 rumah dan lain2.

Dikatakan mudah, karena kami memilih areal tambak sebagai lokasi mancing kami. Di areal tambak ini, ikan kutuk dianggap sebagai ikan hama (ikan perusak) yang keberadaanya sangat tidak diharapkan oleh pengusaha maupun pengelola tambak, terutama pada saat penyebaran bibit ikan maupun udang. Keberadaan kutuk dan sifat predatornya adalah salah satu penyebab gagal panen. Oleh karena itu kegiatan kami seringkali malah mendapat dukungan dari pengelola tambak, dan umumnya kami diterima dengan wellcome di mana2, meski demikian ada juga beberapa tambak yang pengelolanya tidak mengijinkan kegiatan kami karena sesuatu alasan.

Mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil hanya membutuhkan 1 (satu) set peralatan, membawa lebih dari itupun percuma, karena hanya 1 set itu yang bisa kita pakai pada saat action, kecuali kalau ada trouble. Mengenai merk, type dan harga itu terserah kita dan tidak ada batasan, memang semuanya bisa kita gunakan dan tidak ada kendala,.... murah kan!

Kalau kita pakai umpan mainan (frog lure), cukup beli beberapa saja karena bisa kita pakai berkali2 action,.... murah kan!



Umpan Percil
Pakai umpan percil (anak kodok) lebih murah lagi, karena bisa dengan mudah kita cari sendiri di sawah2 pada malam hari, apalagi pada musim hujan begini. Satu kali trip (+/- 3 jam) , seorang pemancing hanya butuh beberapa ekor percil (10 s/d 20 ekor) saja, bagi yang ahli 10 ekor sudah cukup bahkan terkadang masih sisa.......makin murah kan!
Kalau toh percil itu beli, harganya juga relatif murah, 10.000 rupiah dapat +/- 40 ekor di toko2 pakan ikan, ini bisa untuk persediaan 1 s/d 2 minggu (4 s/d 5 kali trip)....kalau nasib lagi baik, itu bisa jadi berekor2 atau berkilo2 kutuk...1 kg kutuk nilainya saat ini +/- 20.000 rupiah....malah untung kan woow!



Dengan begini sudah tidak ada beban lagi bagi kami, makin ramai gondholan kamipun makin senang dan makin giat lagi, tanpa takut merogoh kocek untuk membayar ikan...pengelola tambakpun  ikut senang, hamanya berkurang.

Melalui blog ini, saya dan tim Mancing Kutuk Gabus mengucapkan terima kasih yang sebesar2nya kepada semua Pengusaha, Pengelola maupun Penjaga tambak2 di Sidoarjo yang telah mendukung kegiatan kami, semoga Tuhan memberikan kesehatan, perlindungan, berkat dan rezeki yang melimpah, dan segala sesuatu yang diusahakan dan dipelihara, bisa berhasil dan sukses. Amin.

Oleh :
Sodikin 

Sumber :
- Pengalaman pribadi
- Rekan2 di tim Mancing Kutuk Gabus

Pola / cara makan Kutuk

Pola / cara makan Kutuk
- Yang menarik dari mancing kutuk (part. 1) - 
 
Hari, Cak Pri & Cik Poo - Pemancing Kutuk



Ada banyak pendapat dan alasan mengapa saya dan rekan2 di tim Mancing Kutuk Gabus menggemari olah raga mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil. Berbagai pendapat ini saya kumpulkan dan saya susun berdasarkan hasil tukar pendapat secara lisan dengan rekan2, dari waktu ke waktu secara santai dan bergilir, kemudian saya tulis menjadi artikel ini, mulai dari pendapat yang paling umum, pendapat yang realistis dan relevan, juga pendapat2 yang lain, yang menarik untuk dimuat dalam artikel ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Karena begitu banyak pendapat dan alasan yang saya kumpulkan, baik yang sifatnya subyektif maupun obyektif, bahkan ada yang lucu dan sedikit melenceng namun menarik, yang mana semuanya itu perlu diperjelas dengan uraian dan keterangan, maka akan lebih baik kalau semuanya itu saya tuliskan dan publikasikan secara estafet satu persatu, sehingga lebih ringan dan santai bacanya. Sebagai manusia, saya menyadari kekurangan dan kelemahan saya, untuk itu saya perlu saran dan masukan dari semua orang.

Hal yang paling saya takutkan adalah apabila ada sesuatu di dalam artikel ini atau artikel-2 berikutnya yang bisa menyinggung hati dan perasaan pembaca, untuk itu saya akan berusaha hati2 dalam menulis, tetapi tetap saja saya mohon maaf sebelumnya demi kemurnian hati kita semua, maupun artikel ini.
Mengapa saya dan rekan2 menggemari olah raga mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil ?

Pendapat paling umum di tim Mancing Kutuk Gabus:
- Pola / cara makan Kutuk
Pada dasarnya ikan kutuk adalah ikan predator air tawar yang paling mudah di pancing, sehingga sering digemari orang dan menjadi obyek pancingan yang menghibur dan menyenangkan. Keberingasannya ketika kutuk menyantap makanan dan kekuatannya ketika mempertahankan diri melawan tarikan, menambah nilai plus dan makin diminati orang. Berbagai macam umpan dan cara sudah diterapkan orang, semuanya berhasil dan memiliki nilai seni serta kesenangan  tersendiri bagi sebuah hiburan pemancingan. 

Ketika saya dan rekan2 mencoba mancing kutuk menggunakan teknik casting / popping, ternyata mancing kutuk menjadi makin asyik, makin seru dan makin tambah pengetahuan, akhirnya kami makin mania dan acara mancingpun menjadi semakin padat. Berikutnya dengan teknik ini, kami menemukan sesuatu yang dinamis (berubah2) dan unik dari ikan kutuk dalam hal perilaku dan kebiasaan makan, dan perubahan itu bisa kami hafalkan karena seolah2 memiliki pola, artinya di lokasi itu dan pada saat yang sama, ikan kutuk yang ada di situ hampir menunjukkan cara yang sama ketika menyantap umpan. Sampai saat ini, mayoritas tim kami terus mengamati dan mempelajari pola makan ini, dan kami makin mania lagi.
  
Pola makan ini bisa berbeda2 dari waktu ke waktu, dari hari ke hari, juga berbeda dari lokasi yang satu ke lokasi yang lainnya  Pola makan pagi hari berbeda dengan pola makan siang, sore, maupun malam hari. Pola makan kutuk di perairan tambak berbeda dengan pola makan kutuk di rawa, bahkan pola makan di tambak yang satu, berbeda dengan pola makan di tambak yang lain. 

Biasanya kutuk menunjukkan keganasannya ketika menyambar umpan yang lewat di dekatnya, apalagi kalau  umpan itu lewat di dekat sarang / rumahnya ( ikan kutuk memang punya rumah / sarang ), tetapi kadang2 hampir tidak menunjukkan respon sama sekali ketika umpan itu lewat, atau kadang hanya memburu saja dari belakang tetapi tidak makan, atau justru tiba2 makan ketika umpan itu sudah dekat sekali dengan posisi kita dan tentu saja ini sering mengejutkan kita sehingga seringkali kita gagal karena terlambat membuka bail assy dari reel (line winder) untuk mereleasse kenur, karena terlalu tegang dan terkejut. Sebenarnya seringkali ini bukan karena kutuk sedang rewel ndak mau makan, tetapi lebih banyak karena umpan yang lewat tidak sesuai dengan pola makan yang sedang berlangsung di lokasi itu, sesuai kemauan kutuk2 di situ.

Pada kondisi tertentu, misalnya di tambak yang rapat oleh tumbuh2an (ganggang, lumut, motolele, dll) kutuk akan menyantap dahsyat umpan yang mengapung di permukaan air, tetapi di situasi perairan yang terang dan bersih tanpa tanaman, umpan yang mengapung dibiarkannya saja lewat dan kutuk hanya mau makan kalau umpan itu diseret agak tenggelam dari atas permukaan air.

Terkadang kutuk langsung buas menyambar ketika umpan yang dilempar itu jatuh tepat disekitarnya, tetapi di lain waktu dia malah melesat pergi kalau umpan itu jatuh terlalu dekat dengan posisinya berada. Suatu saat kutuk suka mengejar umpan yang bergerak cepat, di lain tempat atau bisa juga di lain waktu di tempat yang sama, ia hanya makan umpan yang bergerak sangat lambat.

Demikian pula dengan perubahan warna langit, di pagi hari ketika langit berawan dan teduh, sepertinya kutuk mudah sekali makan, tetapi keesokan harinya ketika langit cerah, matahari bersinar terang, di tempat yang sama itu sudah berbeda lagi pola makannya. Perubahan kondisi dan situasi yang menyebabkan pola makan kutuk menjadi berbeda dari waktu ke waktu itu, saya dan rekan2 Mancing Kutuk Gabus amati adalah sebagai berikut :

Perubahan yang mempengaruhi pola makan kutuk :
1. Faktor internal ( dari Kutuknya sendiri )
- Kutuk kenyang (banyak makanan) dan sebaliknya (kutuk kelaparan)
- Musim kawin atau sedang kawin, sedang nggapur (menjaga anak2nya)
- Terlalu sering dipopping (sudah hafal dan makin pinter) dan sebaliknya.

2. Faktor eksternal (adalah respons kutuk terhadap perubahan diluar dirinya)
- Perubahan suhu air, perubahan ph air (terutama salinitas air), perubahan volume air (kedalaman / ketinggian air), perubahan warna air, kepekatan air.
- Perubahan cuaca, angin, sinar matahari, hujan, dll.   

Perubahan2 itu ada yang menguntungkan dan memudahkan pemancing, tetapi seringkali juga malah menyulitkan pemancing, namun segala sesuatu itu bisa dipelajari dan bisa ditemukan caranya, sehingga perubahan2 ini yang semula menjadi kendala bagi pemancing, tetapi akhirnya malah menjadi keasyikan dan hiburan tersendiri setelah ditemukan kiat2nya, masing2 pemancing punya resep dan jurusnya sendiri2, asyik kan!

Pola makan yang unik dan berbeda2 inilah yang menarik untuk dipelajari oleh para pemancing, sehingga menjadi tantangan tersendiri, dan membuat pemancing makin penasaran. Tentunya semakin tinggi jam terbang pemancing, semakin tinggi pula kemampuan dan teknik pemancing tersebut dalam hal penguasaan dan pengetahuan tentang pola makan kutuk. 

Pemancing kawakan sekelas Cak Martin justru memanfaatkan pola makan yang unik dan dinamis ini, dengan kepiawaiannya mengkontrol umpan dan dengan jiwa seninya yang tinggi, menjadi sebuah tontonan  popping yang indah dan menakjubkan. Terus terang saya sering terkesima dan akhirnya lebih suka menonton saja ketika Cak Martin popping, daripada popping sendiri, apalagi kalau pas lagi susah makannya.

Ada perbedaan antara mancing kutuk teknik casting menggunakan umpan percil asli dibandingkan dengan menggunakan umpan percil mainan (frog lure), yaitu kalau pemancing menggunakan umpan frog lure, pada saat umpan frog lure disantap ikan, maka pemancing harus sesegera mungkin menarik joran dan menjaga agar kenur selalu dalam kondisi kencang, dengan terus menggulung reel. Tetapi dengan umpan percil asli justru sebaliknya, pada saat umpan disantap ikan, maka pemancing harus sesegera mungkin membuka bail assy dari reel untuk mereleasse kenur, yaitu memberi kesempatan ikan membawa dahulu umpan itu kemana saja dia mau, sebelum umpan itu ditelan. Dan beberapa saat setelah itu, apabila umpan sudah diyakini ditelan, sesuai perhitungan dan pertimbangan berdasarkan pengalaman, barulah pemancing menarik joran dan berikutnya fight. Saya yakin perbedaan ini disebabkan karena penempatan mata kail yang berbeda antara umpan mainan dengan umpan percil asli. Namun demikian, kedua2nya tetap memberikan adventure dan sensasi yang menegangkan.

Dengan umpan apa saja, mancing kutuk memang menyenangkan !

Oleh :
Sodikin

Sumber :
- Pengalaman pribadi
- Rekan2 tim Mancing Kutuk Gabus
- Cak Martin

Senin, 23 Januari 2012

Tips dari Mama " Kuliner dari kutuk "

Tips dari Mama " Kuliner dari kutuk "
dipersembahkan untuk papa supaya....

Ikan Kutuk ( Gabus / Haruan / Snake head fish / Channa Striata ) biasa dimanfaatkan orang untuk obat, yaitu karena kandungan protein ( albumine ) yang tinggi, ekstrak dan minyak ikan kutuk bisa menjadi alternatif untuk menggantikan suntikan albumine yang harganya relatif mahal. Kandungan albumine dari ikan kutuk dimanfaatkan pula untuk mempercepat proses penyembuhan luka bagi pasien pasca operasi, persalinan, dan kecelakaan, selain itu juga dipercaya mampu menurunkan kadar gula bagi penderita diabetes, dan sebagai asupan gizi bagi anak2 dan manula. Di India dan sekitarnya, sudah lama dipakai orang untuk pengobatan penyakit asma dan hepatitis, dan lain2.

Bagi kami - pemancing kutuk, makan daging kutuk ibarat makan tahu dan tempe, " sudah biasa ", kata Cik Poo. Dibakar atau digoreng, terus bikin sambel terasi pakai jeruk nipis, lalapan mentimun, daun kemangi, nasi masih panas, makannya pakai tangan - makan bareng2, " wooow maknyusss...! ".

Nikmat dan lezat kalau menu itu makannya jarang2, tapi kalau tiap hari gitu2 aja terus lama2 ya bosan juga, sedangkan kita tiap hari mancing nggak bisa bosan, dapetan lagi.

Syukur kepada Tuhan, karena dapat isteri Mama-nya anak2. Ditangan Mama, ikan kutuk yang sebagian orang kurang suka karena bentuknya yang mirip ular itu jadi masakan yang nikmat dan lezat, tanpa menurunkan nilai gizi dan khasiatnya sebagai obat.

Berikut ini kami sajikan, Tips dari Mama " Kuliner dari kutuk " yang dipersembahkan Mama untuk papa supaya.................papa...........mancing terusss!!!

Nama masakan : Nugget "Kutuk" Bulan Sabit
Resep tgl : 01-01-2011
Bahan :
- Daging ikan kutuk
- Tepung panir
- Bawang putih
- Garam , gula pasir
- Merica 
 

Nugget " Kutuk " Bulan Sabit, nikmat untuk sarapan pagi, digoreng terus dimakan dengan saus tomat dan sambal, tambah kecap kalau suka, atau dibuat camilan sambil nonton tv, untuk bekal sekolah anak2, atau ke kantor. 


Nama masakan : Abon " Kutuk " Rasa Pedas
Resep tgl : 04-08-2010
Bahan :
- Daging ikan kutuk 
- Bawang putih, bawang merah
- Kemiri, merica, tumbar, kunyit,
- Garam, gula merah, gula pasir
- Daun sere, daun jeruk, asem matang
- Cabe merah besar, cabe rawit

Abon " Kutuk " Rasa Pedas, harum, gurih, nikmat, awet dan tahan lama bisa disimpan sampai berbulan-bulan dalam toples / tupperware, memberikan taste yang unik dan berbeda untuk isian kue lemper, pastel dan lain2.


Nama masakan : Panggang " Kutuk " Kuah Santan
Resep tgl : 14-09-2009
Bahan :
- Daging ikan kutuk
- Bawang merah, bawang putih, kunyit
- Daun sere, daun jeruk, daun kemangi
- Kemiri, tumbar, garam, gula pasir
- Cabe merah besar, tomat
- Santan kelapa


Harumnya daging kutuk panggang mengundang selera makan, dagingnya yang empuk dan seratnya yang lembut disukai anak2, menambah nafsu makan anak dan kandungan albumine yang tetap terjaga menjadi asupan gizi yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.



Nama masakan : Bakso " Kutuk " Asem Manis
Resep tgl : 08-08-2009
Bahan :
- Daging ikan kutuk
- Tepung kanji (tapioka), telur ayam
- Bawang putih, bawang bombai
- Garam, gula pasir
- Saos tomat, saos tiram


Bakso " Kutuk " Asem Manis, konsepnya menggabungkan bakso yang biasa disukai anak2 dan orang dewasa pada umumnya, tetapi untuk memberikan sesuatu yang berbeda - kuahnya diganti dengan sup merah dengan rasa asem manis, 

Nama masakan : Sambal Balado " Kutuk "
Resep tgl : 27-02-2010
Bahan :
- Daging ikan kutuk
- Bawang merah, bawang putih, tomat
- Cabe merah besar, cabe rawit
- Daun jeruk
-  Garam, gula pasir



Sambal Balado " Kutuk ", harum, gurih, asin, pedas, paduan rasa yang nikmat dan maknyuss, mengundang selera makan.


Nama masakan : Ikan " Kutuk " Daun Ginseng
Resep tgl : 12-03-2011
Bahan :
- Daging ikan kutuk
- Bawang merah, bawang putih
- Cabe merah besar, tomat
- Kemiri, tumbar, kunyit
- Garam, gula pasir
- Santan kelapa
- Daun ginseng

Ikan " Kutuk " Daun Ginseng, konsep mempertahankan kandungan protein dari daging ikan kutuk sebagai obat, dipadukan  dengan daun ginseng untuk menyegarkan dan menghangatkan badan, cocok untuk menu malam hari.

Selamat mencoba dan menikmati...good luck!


Oleh :
Harijanto

Link :

Minggu, 15 Januari 2012

Selanjutnya tentang gerakan "Kutuk" di dalam air

Gerakan " Kutuk " di dalam air (part 2)


Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tantang gerakan "Kutuk" di dalam air hasil dialog saya dengan Pak Man, seorang Anemer di tambak Bibis di daerah Sidoarjo. 

Perlu saya garis bawahi, bahwa topik gerakan kutuk di dalam air yang saya tulis di sini adalah gerakan kutuk di dalam air tambak atau kolam, yang mana belum tentu terjadi atau bisa saja beberapa terjadi, atau bahkan tidak terjadi sama sekali di perairan yang lain, misalnya sungai, rawa, dan lainnya.


Kutuk 1,5 kg (Strike by Cak Pri - Photo by Harijanto)


Macam2 gerakan kutuk di dalam air berikutnya, adalah sbb :


- Pangkatan (mangkat), yaitu gerakan yang terjadi ketika serombongan predator air ini sedang makan ikan2 kecil, atau udang2 kecil di dalam air, menimbulkan buih2 dan gelombang air yang khas/spesifik di permukaan air tambak. Seperti predator darat pada umumnya, predator air ini juga sering berada secara bergerombol dengan sejenisnya untuk berburu mangsanya.
Buih2 dan gelembung itu terjadi ketika ada indukan kutuk atau kutuk besar jantan maupun betina yang sedang ngosek (menggerak2kan dan menggeser2kan tubuhnya) di dasar lumpur untuk mencari makanan berupa udang2 kecil (dhawu - istilah Pak Man) dan plankton lain  yang bersembunyi di dasar air, selanjutnya udang2 kecil yang terangkat dari lumpur itu melayang ke atas permukaan air, momen ini dimanfaatkan oleh kutuk2 yang lain untuk ikut menyantap udang2 dan plankton tersebut, sehingga menimbulkan gelombang2 di permukaan air. Sebuah gerakan yang khas dan mudah dicermati karena hanya segerombolan kutuk yang melakukan gerakan ini dan tidak dilakukan oleh ikan2 lain di tengah tambak.
Jadi apabila ada pangkatan kutuk di perairan tambak, lempar saja umpan kita ke sana, barangkali umpan kita ikut disantap, ya kan...


Pangkatan kutuk 


- Ngelathup (ada yang bilang nglathep) yaitu gerakan kutuk ketika mengambil oksigen dari udara atau sebaliknya ketika kutuk melepaskan udara di dalam air. Sebenarnya semua ikan peliharaan di tambak seperti mujaer, bader, tombro, dan ikan2 lainnya yang sering ikut ada di tambak seperti ikan sepat, bethik (bethok), dan lain2 punya gerakan ini, mungkin karena bentuk kepala kutuk dan susunan giginya yang berbeda dari ikan2 tersebut di atas, sehingga menjadikan gerakan ngelathup dari kutuk tersebut sebagai gerakan yang khas dari ikan kutuk. Bahkan pada kondisi tertentu, yaitu apabila suasana hening, sunyi dan tak ada angin keras yang bertiup, atau dalam jarak yang dekat dengan kita, atau di perairan yang banyak tanamannya, seperti ganggeng, lumut, kangkung, dan rerumputan yang lain, gerakan ngelathup dari kutuk ini bisa kita dengar suaranya dan bisa kita bedakan dari ngelathupnya ikan2 yang lain.


Ganas - Kutuk menyambar katak (umpan)





- Ngebal, yaitu gerakan kutuk berpindah tempat di permukaan air. Sesekali ikan kutuk suka berada di permukaan air, diam beberapa saat, bahkan kadang sampai beberapa menit, kemudian berpindah tempat dengan cara berputar berlawanan arah, sehingga menimbulkan pusaran di permukaan air. Semua ikan punya gerakan ini juga, tetapi sekali lagi karena bentuk tubuhnya yang berbeda dari ikan2 yang lain ditambah lagi dengan caranya yang berbeda pada saat kutuk berpindah tempat dibanding ikan2 lain, menjadikan gerakan ngebal dari kutuk ini menjadi sebuah gerakan yang khas dari ikan kutuk itu sendiri, sehingga bisa kita pelajari dan kita bedakan dari ngebalnya ikan2 yang lain. Hampir semua penjaga tambak di daerah Sidoarjo, hafal dengan gerakan ngebal-nya kutuk dan bisa membedakan dengan ngebal-nya ikan2 yang lain.


Kutuk menenggak katak (umpan)


- Ngeremes, yaitu gerakan kutuk berpindah tempat di dasar air, menimbulkan buih2 kecil yang lurus memanjang, seperti bentuk asap pesawat terbang di atas awan. Ada beberapa hewan lain yang punya gerakan ini, yaitu nyambik (biawak), ular air, belut, ikan bethik (bethok) dan lain-lain, sehingga gerakan ini seringkali tidak menjadi pathokan / acuan dari para pemancing kutuk, tetapi pada kondisi tertentu mengenal gerakan ini cukup membantu dan bisa menjadi sasaran bagi pemancing lainnya, daripada asal2an melempar umpan.


Namun, mancing kutuk adalah tetap sama dengan mancing ikan lainnya, semuanya tetap tergantung hoki dan keberuntungan, sedangkan teknik, teori dan keterampilan adalah sebagai penunjang dari keberhasilannya, semoga apa yang saya tulis ini bisa bermanfaat bagi kita semua, terutama para penghoby mancing kutuk di tambak tentunya, dan membuat kita semuanya senang. Amin.


Link :
mancingkutukgabus.blogspot.com


Minggu, 13 November 2011

Macam2 gerakan kutuk




 Mengenali gerakan "Kutuk" di dalam air
 Oleh : Sodikin (Narasumber : Pak Man)


Mancing Kutuk
Yang namanya mancing kutuk....., bukan hanya melempar umpan terus kemudian dapat kutuk, tetapi menurut Pak Man, seorang anemer tambak di Sidoarjo yang sudah setengah abad mengamati gerakan kutuk di dalam air, mengatakan bahwa, seorang pemancing harus tahu gerakan kutuk, sebab gerakan kutuk di dalam air ada beberapa macam, diantaranya adalah (saya diberi tahu 5 macam oleh Pak Man, katanya yang lain menyusul) :

Mancing Kutuk

1. Nenggak , yaitu gerakan ketika kutuk menyambar mangsa yang berenang di permukaan air, misalnya ikan kecil, katak, serangga, dll. Gerakan ini biasanya menimbulkan suara yang cukup tajam dan keras, begini, " Duuuoookkkk!!!! " atau orang lain kadang mendengarnya, " Brruuuaasss!!!! " atau ada yang bilang, " Jrruuuooottt !!! ". Jadi kalau dengar suara semacam ini, yaa.... lempar saja, daripada nanti gak dapet!!!

Seekor Kutuk nenggak katak


2.Nggapur , yang sebenarnya adalah gerakan dari anak2 atau bayi kutuk yang sedang bergerombol dan menimbulkan buih2 kecil di permukaan air. Biasanya gapuran (istilah untuk anak2 kutuk) ini selalu dilindungi dan dikawal oleh induk kutuk maupun pejantannya, secara terus menerus sampai gapuran itu siap berburu mangsa sendiri. Gerakan ini hanya bisa dilihat dan dicermati secara visual, tetapi kadang2 induk maupun pejantannya juga nenggak, yaitu apabila ada ikan atau binatang lain yang membahayakan gapurannya. Jadi kalau lihat kertip2 gapuran, yaa...lempar saja,... daripada gak dapet!!!.

Gelembung2 air oleh gerak gapuran (bayi kutuk) di permukaan air

Yah, untuk sementara cukup 2 macam gerakan ini dulu, nanti yang 3 macam menyusul, dan yang lain lagi nunggu dikasih tahu Pak Man.

- bersambung - 

Oleh :
Sodikin


Narasumber : Pak Man