Sabtu, 11 Februari 2012

Pola / cara makan Kutuk

Pola / cara makan Kutuk
- Yang menarik dari mancing kutuk (part. 1) - 
 
Hari, Cak Pri & Cik Poo - Pemancing Kutuk



Ada banyak pendapat dan alasan mengapa saya dan rekan2 di tim Mancing Kutuk Gabus menggemari olah raga mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil. Berbagai pendapat ini saya kumpulkan dan saya susun berdasarkan hasil tukar pendapat secara lisan dengan rekan2, dari waktu ke waktu secara santai dan bergilir, kemudian saya tulis menjadi artikel ini, mulai dari pendapat yang paling umum, pendapat yang realistis dan relevan, juga pendapat2 yang lain, yang menarik untuk dimuat dalam artikel ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Karena begitu banyak pendapat dan alasan yang saya kumpulkan, baik yang sifatnya subyektif maupun obyektif, bahkan ada yang lucu dan sedikit melenceng namun menarik, yang mana semuanya itu perlu diperjelas dengan uraian dan keterangan, maka akan lebih baik kalau semuanya itu saya tuliskan dan publikasikan secara estafet satu persatu, sehingga lebih ringan dan santai bacanya. Sebagai manusia, saya menyadari kekurangan dan kelemahan saya, untuk itu saya perlu saran dan masukan dari semua orang.

Hal yang paling saya takutkan adalah apabila ada sesuatu di dalam artikel ini atau artikel-2 berikutnya yang bisa menyinggung hati dan perasaan pembaca, untuk itu saya akan berusaha hati2 dalam menulis, tetapi tetap saja saya mohon maaf sebelumnya demi kemurnian hati kita semua, maupun artikel ini.
Mengapa saya dan rekan2 menggemari olah raga mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil ?

Pendapat paling umum di tim Mancing Kutuk Gabus:
- Pola / cara makan Kutuk
Pada dasarnya ikan kutuk adalah ikan predator air tawar yang paling mudah di pancing, sehingga sering digemari orang dan menjadi obyek pancingan yang menghibur dan menyenangkan. Keberingasannya ketika kutuk menyantap makanan dan kekuatannya ketika mempertahankan diri melawan tarikan, menambah nilai plus dan makin diminati orang. Berbagai macam umpan dan cara sudah diterapkan orang, semuanya berhasil dan memiliki nilai seni serta kesenangan  tersendiri bagi sebuah hiburan pemancingan. 

Ketika saya dan rekan2 mencoba mancing kutuk menggunakan teknik casting / popping, ternyata mancing kutuk menjadi makin asyik, makin seru dan makin tambah pengetahuan, akhirnya kami makin mania dan acara mancingpun menjadi semakin padat. Berikutnya dengan teknik ini, kami menemukan sesuatu yang dinamis (berubah2) dan unik dari ikan kutuk dalam hal perilaku dan kebiasaan makan, dan perubahan itu bisa kami hafalkan karena seolah2 memiliki pola, artinya di lokasi itu dan pada saat yang sama, ikan kutuk yang ada di situ hampir menunjukkan cara yang sama ketika menyantap umpan. Sampai saat ini, mayoritas tim kami terus mengamati dan mempelajari pola makan ini, dan kami makin mania lagi.
  
Pola makan ini bisa berbeda2 dari waktu ke waktu, dari hari ke hari, juga berbeda dari lokasi yang satu ke lokasi yang lainnya  Pola makan pagi hari berbeda dengan pola makan siang, sore, maupun malam hari. Pola makan kutuk di perairan tambak berbeda dengan pola makan kutuk di rawa, bahkan pola makan di tambak yang satu, berbeda dengan pola makan di tambak yang lain. 

Biasanya kutuk menunjukkan keganasannya ketika menyambar umpan yang lewat di dekatnya, apalagi kalau  umpan itu lewat di dekat sarang / rumahnya ( ikan kutuk memang punya rumah / sarang ), tetapi kadang2 hampir tidak menunjukkan respon sama sekali ketika umpan itu lewat, atau kadang hanya memburu saja dari belakang tetapi tidak makan, atau justru tiba2 makan ketika umpan itu sudah dekat sekali dengan posisi kita dan tentu saja ini sering mengejutkan kita sehingga seringkali kita gagal karena terlambat membuka bail assy dari reel (line winder) untuk mereleasse kenur, karena terlalu tegang dan terkejut. Sebenarnya seringkali ini bukan karena kutuk sedang rewel ndak mau makan, tetapi lebih banyak karena umpan yang lewat tidak sesuai dengan pola makan yang sedang berlangsung di lokasi itu, sesuai kemauan kutuk2 di situ.

Pada kondisi tertentu, misalnya di tambak yang rapat oleh tumbuh2an (ganggang, lumut, motolele, dll) kutuk akan menyantap dahsyat umpan yang mengapung di permukaan air, tetapi di situasi perairan yang terang dan bersih tanpa tanaman, umpan yang mengapung dibiarkannya saja lewat dan kutuk hanya mau makan kalau umpan itu diseret agak tenggelam dari atas permukaan air.

Terkadang kutuk langsung buas menyambar ketika umpan yang dilempar itu jatuh tepat disekitarnya, tetapi di lain waktu dia malah melesat pergi kalau umpan itu jatuh terlalu dekat dengan posisinya berada. Suatu saat kutuk suka mengejar umpan yang bergerak cepat, di lain tempat atau bisa juga di lain waktu di tempat yang sama, ia hanya makan umpan yang bergerak sangat lambat.

Demikian pula dengan perubahan warna langit, di pagi hari ketika langit berawan dan teduh, sepertinya kutuk mudah sekali makan, tetapi keesokan harinya ketika langit cerah, matahari bersinar terang, di tempat yang sama itu sudah berbeda lagi pola makannya. Perubahan kondisi dan situasi yang menyebabkan pola makan kutuk menjadi berbeda dari waktu ke waktu itu, saya dan rekan2 Mancing Kutuk Gabus amati adalah sebagai berikut :

Perubahan yang mempengaruhi pola makan kutuk :
1. Faktor internal ( dari Kutuknya sendiri )
- Kutuk kenyang (banyak makanan) dan sebaliknya (kutuk kelaparan)
- Musim kawin atau sedang kawin, sedang nggapur (menjaga anak2nya)
- Terlalu sering dipopping (sudah hafal dan makin pinter) dan sebaliknya.

2. Faktor eksternal (adalah respons kutuk terhadap perubahan diluar dirinya)
- Perubahan suhu air, perubahan ph air (terutama salinitas air), perubahan volume air (kedalaman / ketinggian air), perubahan warna air, kepekatan air.
- Perubahan cuaca, angin, sinar matahari, hujan, dll.   

Perubahan2 itu ada yang menguntungkan dan memudahkan pemancing, tetapi seringkali juga malah menyulitkan pemancing, namun segala sesuatu itu bisa dipelajari dan bisa ditemukan caranya, sehingga perubahan2 ini yang semula menjadi kendala bagi pemancing, tetapi akhirnya malah menjadi keasyikan dan hiburan tersendiri setelah ditemukan kiat2nya, masing2 pemancing punya resep dan jurusnya sendiri2, asyik kan!

Pola makan yang unik dan berbeda2 inilah yang menarik untuk dipelajari oleh para pemancing, sehingga menjadi tantangan tersendiri, dan membuat pemancing makin penasaran. Tentunya semakin tinggi jam terbang pemancing, semakin tinggi pula kemampuan dan teknik pemancing tersebut dalam hal penguasaan dan pengetahuan tentang pola makan kutuk. 

Pemancing kawakan sekelas Cak Martin justru memanfaatkan pola makan yang unik dan dinamis ini, dengan kepiawaiannya mengkontrol umpan dan dengan jiwa seninya yang tinggi, menjadi sebuah tontonan  popping yang indah dan menakjubkan. Terus terang saya sering terkesima dan akhirnya lebih suka menonton saja ketika Cak Martin popping, daripada popping sendiri, apalagi kalau pas lagi susah makannya.

Ada perbedaan antara mancing kutuk teknik casting menggunakan umpan percil asli dibandingkan dengan menggunakan umpan percil mainan (frog lure), yaitu kalau pemancing menggunakan umpan frog lure, pada saat umpan frog lure disantap ikan, maka pemancing harus sesegera mungkin menarik joran dan menjaga agar kenur selalu dalam kondisi kencang, dengan terus menggulung reel. Tetapi dengan umpan percil asli justru sebaliknya, pada saat umpan disantap ikan, maka pemancing harus sesegera mungkin membuka bail assy dari reel untuk mereleasse kenur, yaitu memberi kesempatan ikan membawa dahulu umpan itu kemana saja dia mau, sebelum umpan itu ditelan. Dan beberapa saat setelah itu, apabila umpan sudah diyakini ditelan, sesuai perhitungan dan pertimbangan berdasarkan pengalaman, barulah pemancing menarik joran dan berikutnya fight. Saya yakin perbedaan ini disebabkan karena penempatan mata kail yang berbeda antara umpan mainan dengan umpan percil asli. Namun demikian, kedua2nya tetap memberikan adventure dan sensasi yang menegangkan.

Dengan umpan apa saja, mancing kutuk memang menyenangkan !

Oleh :
Sodikin

Sumber :
- Pengalaman pribadi
- Rekan2 tim Mancing Kutuk Gabus
- Cak Martin

2 komentar:

  1. bermanfaat sekali terimakasih wassalamualaikum,,,:D

    BalasHapus
  2. Masukkan komentar Anda...klo aku mncing kutuk,,lbih jitu jika pakai percil asli.yg dmna yg biasa nya sering ada kutuk ngambang,,sekitar situ ksih kail n tancap kn ke tnah.(nyegog)tinggal nyantai n tungguin dgn rokok an,,bgitu kutuk liat umpan percil,lngsung haappp...kecopakk..kena dehh..

    BalasHapus

Komentar, saran dan kritik Anda senantiasa kami harapkan, untuk melengkapi blog ini. Terima kasih !
(Sodikin)