Tampilkan postingan dengan label Mencari Spot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mencari Spot. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Oktober 2013

Tips lanjutan untuk Pemula - Mencari Spot Mancing (Bag.5)

Mencari Spot Mancing

Ikan kutuk saat ini memang lagi hit di pasaran, harganya melambung tinggi saat orang-orang pada tahu tentang khasiatnya sebagai obat. Ikan kutuk yang dulu hanya dianggap ikan predator air tawar, yang mengerikan dan menjijikkan karena bentuknya yang menyerupai ular oleh sebagian orang, kini justru menjadi ikan yang dicari dan diburu oleh para pencari ikan, karena harganya yang menggiurkan dan banyak peminat. Ikan yang di tambak hanyalah sebagai hama, dan keberadaannya pun bukan sebagai benih atau bibit utama yang dipelihara, tetapi justru harganya bisa lebih tinggi daripada ikan peliharaan utama, mujair nila, atau bader misalnya. Naiknya pamor ikan kutuk ini tak lepas dari peran serta Prof. Dr. Ir. Eddy S, MS yang telah melakukan penelitian dan berhasil membuktikan kandungan protein (albumin) yang tinggi dari daging ikan kutuk tersebut.  

Pencari ikan kutuk di tambak selain pemancing kutuk.

Selain dengan cara mancing, yang umumnya hanya dilakukan oleh para penghoby mancing, ada beberapa cara yang telah dilakukan oleh pencari ikan di Sidoarjo untuk mencari kutuk di tambak, yaitu antara lain :

1.       Setrum, menggunakan trafo DC rangkaian sendiri dengan power Aki 12 V.
Cara ini adalah yang paling banyak diterapkan oleh orang-orang di tambak, paling efektif dan memberikan hasil dalam jumlah yang besar bagi sang pencari kutuk. Seorang tukang nyetrum di tambak bisa mendapatkan sampai berpuluh-puluh ekor kutuk sekali kerja. Namun hanya bisa dilakukan pada saat-saat tertentu atas perintah penjaga / pengelola tambak tersebut.


Nyetrum ikan dan udang di kolong tambak saat panen


2.       Cegok, hampir sama dengan cara mancing, dengan stik bambu pendek,  tetapi dipasang dalam jumlah yang banyak, bisa puluhan sampai ratusan cegok, kemudian dipasang di sekeliling tambak dan dibiarkan begitu saja, hingga ikan kutuk menyantap umpan dan kena. Cara ini juga lumayan efektif dan bisa saja mendapatkan ikan kutuk dalam jumlah yang banyak, namun semuanya tergantung nasib. Pekerjaannya cukup berat, karena biasanya dilakukan orang pada malam hari. Dan tukang cegok harus rajin-rajin keliling tambak, untuk memeriksa ulang semua cegokan yang dia pasang, pekerjaan yang amat melelahkan. Bayangkan, malam hari di tambak, nyamuknya minta ampun, gelap gulita, rerumputan yang tinggi, belum lagi bahaya ular, “ wow ! “.

3.       Plumpatan, yaitu membuat jebakan di pinggiran tambak, atau di tempat tukuan. Ketika ada air gemericik mengalir ke tambak, baik itu di tempat-tempat yang burut ( bocor ), atau memang sengaja dibuat demikian oleh si pemasang plumpatan, ikan kutuk suka melompat hendak pindah tempat, melompatnya itu tadi diatur supaya jatuh ke tempat plumpatan itu tadi, terperangkap dan tidak bisa kembali lagi. Inipun cara yang juga cukup efektif untuk bisa mendapatkan ikan kutuk dalam jumlah yang besar, pekerjaanya sederhana dan ringan, namun tetap saja tergantung nasib. Pemasang plumpatan biasanya adalah penjaga di tambak itu sendiri, atau bisa juga orang lain namun jarang.

4.       Sengget (nyengget), hampir sama dengan mancing, pakai stik bambu yang panjang +/- 3 mt, menggunakan mata kail cabang 3 seperti jangkar, tetapi tidak memakai umpan apapun. Membutuhkan keahlian khusus dengan latihan yang cukup lama tentunya, mata harus jeli luar biasa, karena cara untuk mendapatkan ikan hanya dengan melemparkan sengget ke dalam air ketika ada ikan terlihat, kemudian menarik keatas dengan hentakan begitu saja, dan kena, “ luar biasa ! “. 

    
Cak Waras nyengget jaer (jaer cepret / lokal)

    Pekerjaan ini juga cukup berat dan melelahkan, tukang nyengget harus rajin keliling tambak untuk mencari ikan yang tampak dan bisa terjangkau oleh senggetan, kalau semua ikan tidak mau ke pinggir, ya galau. Kendala lain adalah angin, yang menyebabkan permukaan air tambak bergelombang, sehingga ikan tidak kelihatan, demikian juga hujan. Awan yang terlalu tebal juga masalah, karena bayangannya di permukaan air menyamarkan keberadaan ikan buruan. Sebenarnya semua ikan bisa disengget, tetapi tukang sengget di tambak hanya mencari ikan mujair lokal (jaer cepret), yaitu ikan yang tidak dipelihara tentunya, dan terutama ikan kutuk, karena harganya lebih tinggi. Kalau mau belajar tentang keberadaan / gerakan kutuk di dalam air, tukang sengget inilah sebenarnya, guru yang paling lihai.

Mencari Spot Mancing Kutuk di lokasi tambak

Terus, apa gunanya kita tahu itu tadi, apa hubungannya dengan kita penghoby mancing kutuk teknik casting umpan katak ?

Hubungannya demikian, di mana ada banyak bekas orang masang cegokan, di situ pasti banyak kutuknya. Di mana ada pinggiran tambak atau tukuan yang dipasangi plumpatan, di tambak itu pasti banyak kutuknya. Ingatlah, mereka semua yang melakukan ini dan itu, telah melakukannya bertahun-tahun, dan mereka adalah orang-orang profesional yang jelas lebih ahli tentang kutuk, daripada kita.

Demikian pula, di mana ada orang nyengget yang serius berdiri dengan tak bergeming menunggu sasaran senggetan, di tempat itu pun biasanya banyak kutuknya. Tetapi hati-hati jangan sampai keberadaan kita sampai terlalu dekat dan mengganggu keseriusan orang nyengget, bisa-bisa kita nanti disengget. Apalagi kalau kita dengan sengaja melempar umpan di sekitaran target orang nyengget, itu benar-benar mengganggu aktivitas orang nyengget, lebih baik jangan,” Saudara kita sedang cari makan “, kata Cik Poo.

Demikian rekan-rekan mancing kutuk mania, semoga bermanfaat.
“ Mancing kutuk gabus.........mantaaabbbbb!!!! “

Oleh :
Sodikin

Sumber : Pengalaman pribadi.

Senin, 14 Oktober 2013

Tips lanjutan untuk Pemula - Mencari Spot Mancing (Bag.4)

Mencari Spot Mancing


Perlu saya tegaskan, mencari spot mancing kutuk di lokasi tambak, adalah lebih specifik daripada sekedar mencari lokasi untuk bisa mancing kutuk, di lokasi tambak. Kalau sekedar mencari tambak yang ada kutuknya, itu hal yang mudah, sebab hampir semua tambak di wilayah Sidoarjo, yang airnya tergolong air tawar, pasti ada ikan kutuknya. Ini sudah sejak zaman saya dan anda belum lahir. Konon kata orang2 tua (penduduk asli), dulu malahan lebih banyak lagi dan merata di mana2, bahkan di selokan rumah pun ada. Sayang dulu kutuk tidak laku, laku pun harganya terlalu murah.

Masalahnya sekarang adalah, bolehkah kita eksplore di sana, banyak apa tidak kutuknya, mau nggondhol apa tidak, lalu dimana sekarang mereka kumpul, itu yang perlu kita tahu. Ini kalau kita mau nyari omset gondholan (besar-kecil ok). Kalau nyari sensasi gondholan, pertanyaan berikutnya adalah ada apa tidak yang monster.

Dan bukan hanya informasi itu saja yang perlu kita ketahui, sebab bisa saja terjadi, kutuknya menurut informasi banyak, konon juga besar2, tetapi saat kita casting hasilnya galau. Ternyata kemarin ikan2 di situ habis disetrum.Nah..berarti qualifying kita cacat, informasi kurang akurat, atau kita yang kurang faham, atau bisa juga sudah faham tapi nekat.

Artikle kita kali ini adalah tentang hal2 yang bisa menyebabkan sepi gondholan, yaitu hal2 atau treatment tertentu yang diterapkan di tambak, yang menyebabkan pola makan kutuk jadi negatif (berubah menjadi makin susah).

Tambak disetrum
Sebenarnya yang disetrum dengan Aki 12 volt itu adalah udang, untuk mengambil sebagian udang. Daripada habis dimakan kutuk, daripada mati karena penyakit, mumpung harganya sedang mahal, dan lain2 sebab terserah pemilik. Namun tentu saja kutuk2nya juga ikut kena setrum dan diambil sekalian, juga ikan2 lain yang dinilai sudah besar sekalian diambil pula. Semua ikan dan udang yang tetap tertinggal di situ stress berat pastinya. Karena stress berat, berikutnya malas hidup lalu mogok makan, mau gantung diri ndak ada tali, haaa...haaa. Stress ini bisa berhari2, kadang sampai seminggu, tergantung kondisi air yang ada di situ. Kalau airnya bagus dan sehat, biasanya cepat pulih, lalu nggondhol lagi.


Nyetrum udang dan kutuk


Air baru, masuk/dimasukkan. 
Pada saat air dari sungai dimasukkan ke tambak, semua perilaku ikan berubah drastis, mereka seperti kegirangan, seketika itu biasanya gondholan sepi, tetapi setelahnya normal lagi. Kalau jam masuknya air berbarengan dengan jamnya kita casting, jangan kecewa kalau hari itu kita galau.

Didadaki.
Sehabis didadaki (baca posting sebelumnya), ada perubahan habitat bagi ikan, udang, maupun kutuk2 di situ, airnya seketika berubah keruh, tempat2 persembunyiannya kena bongkar, tempatnya kumpul2 sambil nongkrong geser dan rusak. Positifnya bagi mereka plankton2 bermunculan dari dasar tanah, dari akar2 tanaman yang tercabut, ketemu lagi daun muda (ganggang muda maksudnya). Bagi kita para pemancing kutuk jelas negatif, seketika itu gondholan jadi sepi. Tetapi besoknya atau beberapa hari setelah itu justru seringkali muncul spot2 baru yang joss, monster2 yang dulu sembunyi di tempat yang jauh tak terjangkau lemparan, kadang pindah mendekat minta disawat.

Ngepe ganggang. 
Segala yang dipelihara dan kutuk2nya tetap utuh, tetapi sekali lagi habitatnya berubah, air jadi dangkal sekali, hanya kolong tambak saja yang agak banyak airnya. Kadang casting di sekitar kolong bisa dapat, tetapi tentu saja susahnya minta ampun, ikan2nya terlalu padat, kutuknya bingung mana ikan renang, mana percil diseret, haaa..haa..ha.

Kolong tambak saat ngepe ganggang

Demikian rekan2 mancing kutuk mania, selain itu gondholan jadi sepi juga akibat hal2 lain seperti yang sudah saya tulis di posting sebelumnya tentang pola makan kutuk, semuanya memang benar2 dinamis, menarik dan menantang untuk dijelajahi. 

Ada yang bertanya demikian, “ Kenapa begitu rumit, dan sepertinya muter melulu, to the point saja dimana spotnya ? “.

Jawabnya adalah,

 “ Ketika anda terus menjelajah, anda akan menemukannya, saat itulah anda faham, spotnya ada di depan anda, sedang anda kerjakan. “

Oleh : 
Sodikin

Sumber : Pengalaman pribadi

Minggu, 13 Oktober 2013

Tips lanjutan untuk Pemula - Mencari Spot Mancing (Bag.3)

Mencari Spot Mancing  
- Mengenal berbagai istilah di tambak -


Ini masih ada kaitannya dengan mencari spot mancing kutuk di lokasi tambak.
Kalau kita menggali informasi untuk mencari spot mancing di lokasi tambak dengan cara bertanya kepada penjaga tambak, maupun dengan orang2 yang sehari2nya bekerja di  sekitaran tambak, syarat utama adalah kita juga harus tahu istilah2 atau sebutan2 yang biasa dipakai oleh orang2 tambak. Istilah2 ini bisa berbeda antara daerah Sidoarjo, dengan daerah yang lain,  mungkin juga bisa saja sama.

Sebagian besar penjaga tambak itu orang2 yang sudah sepuh (lanjut usia), ada juga yang masih muda, namun biasanya mereka tidak punya latar pendidikan formal yang tinggi. Mereka ahli memelihara ikan/udang, mereka ahli merawat dan mengatur tambak, mereka ahli tentang air, tentang musim2 tertentu, pokoknya segala sesuatu yang berhubungan dengan tambak, mereka ibarat sarjana tambak. Tetapi dalam hal tertentu, seringkali sulit berkomunikasi dengan bahasa kita, atau sebaliknya kita yang ndak ngerti bahasa mereka, karena mereka biasanya menggunakan istilah2 mereka sendiri. Kita yang harus belajar menyesuaikan.

Istilah2 itu perlu diketahui oleh kita para pemancing kutuk, supaya kita bisa gerak cepat, supaya kita tidak terlalu bertele2 bertanya yang justru bisa membingungkan mereka, selain itu juga agar tidak terjadi miskomunikasi yang akhirnya kita kena teguran. Lebih dari itu, istilah2 itu perlu kita ketahui, supaya kita bisa mengambil keputusan di mana sebaiknya kita cari lokasi, bagaimana kondisi tambak tersebut (yang sedang kita tanyakan), di mana sebaiknya kita naruh pantat (posisi casting), dan sebagainya.

Miskomunikasi misalnya demikian, saya punya 2 orang teman dari Surabaya yang ikut  mancing bareng dengan saya. Ketika kami minta ijin mancing kepada yang jaga tambak, kami diterima dengan baik dan diijinkan mancing di tambak tersebut, teman2 saya juga dengar ketika yang jaga mengijinkan, berkata demikian, “silahkan, habis2kan, tapi hati2 jangan sampai memutuskan blabar !”. Berikutnya kami bertiga mancing, hasilnya lumayan memuaskan. Beberapa saat kemudian, kedua teman saya ini pamit meninggalkan saya untuk mencari tempat lain, karena memang tambak itu luas, dipetak2 menjadi beberapa kolam, apalagi di petak2 yang lain tenggakannya juga menggiurkan. Tapi tak lama kemudian, penjaga tambak berteriak2 dari gubuk, menghalau kedua teman saya tadi, saya sangka menghalau burung. Ternyata teman2 saya casting di tambak yang dipasangi tali blabar, dan kebetulan salah seorang teman tali senarnya nyangkut blabar, sehingga blabarnya putus. Saya merasa bersalah tadi tidak menjelaskan apa itu blabar, kepada kedua teman saya itu, saya pikir mereka orang Surabaya sudah tahu. Untungnya setelah saya jelaskan, saat itu kita masih diperbolehkan terus casting di tambak itu, asalkan tidak di petak yang ada tali blabarnya.

Mengenal berbagai  istilah di tambak di daerah Sidoarjo.

Berikut ini saya sajikan beberapa istilah tamba’an yang penting kita ketahui sehubungan dengan kegiatan mancing  kutuk di lokasi tambak, terutama pada saat mencari spot.  Saya sajikan semampunya, sesuai yang saya ketahui dari orang2 tambak.

Istilah2 yang berhubungan dengan tempat (bagian tambak).

Curah tambak, adalah bagian sungai yang tepat di depan pintu air utama tambak (laban).

Laban, adalah pintu air utama tambak, tempat masuknya aliran air dari sungai ke tambak.

Jalon, adalah petak kolam yang berhubungan langsung dengan laban, berfungsi sebagai semacam kolam penampungan / filter air sungai sebelum masuk ke petak2 tambak. Beberapa tambak kadang2 tidak memiliki jalon, melainkan laban langsung tambak,  contoh : Tambak Kali Malang. 

Tukuan, pintu air yang menghubungkan jalon dengan petak kolam, atau menghubungkan petak kolam yang satu dengan petak kolam lainnya.


Tukuan (pintu air antar petak kolam)

Gubuk, adalah rumah sederhana yang dibangun di sekitar tambak untuk istirahat penjaga, untuk menyimpan peralatan tambak, dll.

Petit, adalah bagian tambak yang paling jauh dari posisi gubuk.

Kolong, bagian tengah tambak yang  kedalamannya lebih dalam dari tempat yang lain, biasanya lurus menyambung dengan tukuan. Pada saat air sungai masuk, kolong biasanya menjadi spot kutuk yang bagus.

Gampeng, tepi kolam. Pada malam hari dan pagi2 sekali, kutuk suka nggampeng.

Kedok, petak kolam ( kedok wetan = kolam sebelah timur ).

Pinian, tempat persemaian bibit ikan/udang yang dibuat di tengah2 tambak, sebagai karantina untuk penyesuaian bibit dengan air tambak, sebelum dilepas bebas. Bekas pinian atau yang dekat2 tempat itu, biasanya adalah spot kutuk yang bagus.


Bekas pinian yang sudah ditumbuhi rumput


Istilah2 yang berhubungan dengan kegiatan orang di tambak.

Lebon, adalah memasukan benih ke dalam tambak, bisa juga menunjukkan jenis yang dipelihara.
-          Lebon jaer ( tambak memelihara ikan mujair nila )
-          Lebon urang ( tambak memelihara udang )
-          Tas lebon, lebonan nyar ( tambak masih baru dalam memasukkan benih ), dll.

Dadak (ndadaki ), adalah mengatur tanaman2 ganggang, rumput, kangkung, dll, mencabut akar2 tanaman tersebut, supaya rapi, agar bisa dimakan ikan, sekaligus agar ikan dan udang bisa bebas bergerak.

Nyengkani, adalah memasukan air sungai ke dalam tambak, supaya sirkulasi.

Numpang, menutup laban supaya air yang tadi masuk ke tambak, tidak mengalir kembali ke sungai.

Ngepe ganggang, mengurangi volume air tambak, dengan cara mengalirkan air ke sungai, atau dengan pompa air, supaya bisa mengeringkan ganggang. Ganggang yang telah kering berikutnya diairi lagi biar busuk agar di makan ikan.

Mblabari, memasang tali blabar di tengah2 perairan tambak, untuk menahan gerakan burung2 yang biasa menyambar ikan dan udang, sekaligus agar tambak tidak dijamah orang lain.

Mirik, seperti panen tetapi tidak semuanya, melainkan hanya memilih dan mengambil ikan / udang yang sudah besar, dengan cara membentangkan jaring kemudian menjalankannya dari ujung satu ke ujung tambak lainnya. Sehabis dipirik, ikan2 stres, kutuk juga stress ndak mau ngondhol.

Ngesat, menguras tambak untuk dipanen.

Buri, adalah kegiatan orang2 sekitar tambak, memungut sisa2 ikan, udang, dll, setelah dipanen pemilik. Pernah ada teman yang pindah tempat meninggalkan spot pertama yang sebenarnya lumayan, cuma karena lihat orang lewat, bawa ikan kutuk besar2 di tempat ikan, padahal itu hasil buri. Karena tidak tahu apa itu buri, teman saya tetap saja meluncur mencari lokasi, sampai di sana teman saya heran ketika melihat tambak yang sudah kosong hanya sedikit air. Karena galau, dengan malu2 dia cerita kalau lagi pingin lihat orang buri. “ Kenapa ndak sekalian nyebur ikut buri, huuo….hoo…hoo ? “, gurau Cik Poo.

Nglanthang, menjemur tanah tambak setelah panen, beberapa hari lamanya, supaya tanahnya sehat kembali ketika air dimasukkan, supaya bisa tumbuh ganggang, sekaligus mematikan pemangsa2 seperti belut, ketam (yuyu), ikan kutuk terutama benihnya, dll.


Istilah2 yang berhubungan dengan sesuatu, kejadian, keadaan / sifat, dll.

Burut, kebocoran yang terjadi di pinggiran tambak, air dari petak kolam yang satu merembes ke petak kolam yang lain, bisa juga terjadi air tambak milik orang lain merembes ke tambak itu, dan sebaliknya, atau bahkan air sungai merembes ke tambak.  Burut ini sangat tidak dikehendaki oleh penjaga / pemilik tambak, namun sebenarnya adalah spot kutuk yang sangat joss gandos kotos2, bahkan kata Soimah “sampai mbledosssss …duoorr ! “, biasanya sampai siang2 tetap nyerocos percil.

Kalesan, meluapnya air sungai atau terjadinya hujan lebat yang mengakibatkan tambak yang satu campur baur dengan tambak yang lain. Kutuknya juga semburat ke mana2.

Bocok, keadaan ikan tidak mau makan, karena terlalu sering dipancing.

Banger, kondisi air tambak ketika kadar oksigen menipis (bahkan bisa = 0), ikan2 dan udang pada megap2 di permukaan air mencari nafas. Di tempat banger biasanya banyak terjadi tenggakan kutuk.

Bangeran, adalah tumpukan2 ganggang, rumput, kangkung, dll yang diatur di tengah2 tambak. Pagi2 sekali bangeran adalah jujugan sekaligus persembunyiannya kutuk. Setiap kali ketemu Cak Pri, Cik Poo suka memberi salam, “ Selamat pagi…bangerrraannn..huooo..hoo…hoo ! “. Dari jauh sepintas mirip, katanya.

Glagah, sejenis rumput yang tumbuh rimbun dan tinggi di tengah2 maupun di sekitaran tambak. Biasanya spot monster, kutuk2nya tidak akan habis kalau tambak tidak disat, dipanen, tapi suka nyangkutkan pancing (mata kail) dan tali senar (kenur).

Demikian rekan2 mancing, semoga ini cukup jadi bekal pengetahuan bagi kita yang suka jalan2 pagi di tambak, yang tidak suka biarlah jadikan bacaan ringan, buat bekal untuk debat. Semoga bermanfaat.

Oleh :
Sodikin

Sumber : Pengalaman Pribadi

Rabu, 09 Oktober 2013

Tips lanjutan untuk Pemula - Mencari Spot Mancing (Bag.2)

Mencari Spot Mancing





Dahulu, hampir semua tambak di wilayah Sidoarjo, pengelola (penjaga) maupun pengusahanya sendiri tidak akan keberatan dengan aktifitas mancing kutuk yang kita lakukan di tambak mereka, malahan senang. Apalagi kalau kita mancing beberapa tahun yang lalu, ketika mayoritas tambak memelihara udang ( windu dan panami ) sebagai tanaman utama. Biasanya ditebar juga bandeng dan bader sebagai tambahan, gerakannya yang aktif sekaligus dimanfaatkan sebagai penyedia oksigen di dalam air. Waktu itu, kita malah diminta supaya memburu kutuk di tambak mereka. Selain berbagai macam penyakit, kutuk adalah musuh utama bagi pengusaha tambak udang, terutama pada saat persemaian (pinian), dan ini seringkali membuat gagal panen dan tentu saja menyebabkan kerugian.

Melihat pemancing dengan umpan katak di tambak mereka, menjadi hal biasa bagi mereka, dan mereka membiarkan saja tanpa ada pertanyaan, meskipun pemancing tersebut datang langsung mancing, tanpa basa-basi dahulu untuk ijin dengan mereka. Akhirnya ini menjadi kebiasaan sampai sekarang, setiap pemancing datang langsung mancing, terutama pemancing2 yang usianya masih muda, demikian juga pemancing2 kutuk yang dari luar Sidoarjo.

Situasi yang sekarang berbeda, tingkat pencemaran air sungai karena perkembangan industry dan perumahan di kota Sidoarjo, membawa dampak yang cukup besar bagi petani dan pengusaha tambak di wilayah Sidoarjo, terutama yang lokasinya dekat sekali dengan kampung / perumahan. Memelihara udang seringkali tidak menguntungkan, bahkan beberapa kali merugikan mereka, akhirnya mereka merubah strategi dengan hanya memelihara ikan2 yang lebih tahan terhadap pencemaran, dalam hal ini mujair nila. Di tambak2 yang hanya memelihara ikan nila saja sebagai ikan peliharaan utama, kadang2 penjaga / pemiliknya tidak mengijinkan kegiatan berburu kutuk di tambak mereka. Pemancing2 yang datang langsung mancing tanpa ijin penjaga seringkali mendapat teguran, kadang tegurannya begitu keras sehingga terjadi salah paham.

Mencari Spot Mancing di lokasi Tambak

Akhir2 ini memang sulit sekali mencari spot yang benar2 bagus di lokasi tambak, trip di tambak2 dekat perumahan galau, trip di lokasi yang jauh terpelosok pun malah lebih sering galau, tahukah anda kenapa.
Ikan kutuk adalah ikan air tawar, yang mempunyai ketahanan hidup lebih baik dari ikan2 lainnya, tetapi rentan terhadap salinitas air. Oleh karenanya pada musim kemarau seperti sekarang ini, kalau kita trip terlalu jauh ke pelosok tambak, justru airnya mulai asin, ikan2 kutuk makin jarang kita temui di sana. Kalau toh masih ada, pola makannya justru makin susah. Itulah sebabnya kenapa kita yang tetap saja melakukan trip jauh2 ke sana justru seringkali galau. Karena ikannya  merapat ke tambak2 yang dekat dengan kota (menjauhi air laut), untuk mencari air tawar.

Terus kenapa yang trip di tambak2 dekat kampung juga galau, padahal konon kutuknya pelesir dekat2 kampung. Persoalannya adalah banyak sebab :

1.      Cari lokasi tambak dekat kampung yang ikhlas mengijinkan kegiatan mancing kutuk agak susah sekarang,” kebanyakan tambak yang lokasinya dekat kampung tidak mengijinkan pemulung masuk, hua….haaa…haa ! “,  canda Cik Poo.
2.      Tambak2 dekat kampung yang memberi ijin eksplorasi kutuk, tentu saja tiap hari jadi jujugan pemancing. Bayangkan kalau setiap hari diburu pemancing, ikannya bocok (malas makan), dilempari kodok yang bagaimanapun mendel mawon (tidak respon). Jangankan umpan kodok percil, kodok mainan, segala umpan mainan yang puluhan ribu pun tidak ada yang benar2 efektif, karena setiap hari pagi dan sore, kutuk2 di tempat itu sudah biasa lihat yang begituan.
3.      Pada musim kemarau seperti sekarang ini, air pasang laut yang mengalir ke sungai2 setiap hari, ketinggiannya terlalu rendah untuk bisa masuk ke laban (pintu air utama tambak), kecuali pada saat prapu (air pasang tertinggi tanggal 15 penanggalan Jawa). Oleh karena tidak ada sirkulasi air baru yang masuk, hampir tiap hari tambak2 tersebut airnya seringkali banger (kadar oksigen = 0), ikan2 peliharaannya ngantang (megap2 dipermukaan air), mujair nila dan ikan2 kecil lainnya terutama. Momen ini dimanfaatkan kutuk2 di situ untuk cari makan, dan tidak perlu susah2 ngejar makanan. Jadi jangan heran, kalau ada banyak sekali tenggakan, tetapi dilempari kodok ndak mau makan, kutuk2nya sudah pada kenyang.    
4.      Pada pagi hari, biasanya jam nggondol kutuk yang paling rakus adalah antara jam 5 s/d jam 7 pagi, selebihnya dan sebelum itu tidak terlalu nggondol, apalagi siang hari panas terik praktis gondholan sepi. Padahal sekarang ini jam 6 pagi, matahari sudah terasa panas dan menyengat pipi, jadi praktis jam nggondol jadi berkurang lagi dan cuma tinggal 1 jam saja kita punya jam nggondol. Kesiangan dikit berangkatnya ya galau.

Tips jalan pintas

Kalau sudah demikian apakah harus libur dulu berhenti mancing,” jangan….nanti saya ndak punya teman ha..haaa..ha “. Langkah gampang tetapi cerdas-nya, adalah:

1.      Setiap kali kita trip, biasakan sowan dulu ke gubug, untuk minta ijin sama yang jaga, ramah tamah sejenak, sambil qualifying tentang kutuk di lokasi itu. Kalau diijinkan ya mancing, tetapi kalau tidak ya jangan kecewa, terus langsung ngeloyor pergi begitu saja. Biasanya dengan sopan santun, kita akan mendapatkan jawaban yang santun pula, entah itu boleh, entah tidak, yang penting kita sudah berusaha.
2.      Apabila diperbolehkan, tanyakan juga tentang keberadaan kutuk di tambak tersebut, penjaga tambak tentu lebih tahu daripada kita semua. Pada malam hari, kutuk2 biasanya nenggak, penjaga tambak lebih tahu di sebelah mana ada bunyi tenggakan2 yang paling banyak, demikian juga di sebelah mana ada tenggakan2 yang keras pertanda adanya kutuk2 besar.  
3.      Berangkat lebih awal dari trip biasanya, jangan sampai kedahuluan matahari terbit, supaya kita juga bisa mencari dan melihat sendiri, di mana spot yang paling bagus di tambak tersebut.
4.      Berlaku ramah dan supel dengan semua orang yang lalu lalang di tambak, karena hanya orang2 yang punya urusan dengan tambak yang lalu lalang di sana, penjaga, pemilik, atau orang2 yang mencari rezeki sehari2 dari hasil tambak. Kadang2 mereka suka memberi informasi spot yang joss gandos kotos2.
5.      “ Take and give ! “ saya yakin semua orang tahu caranya. “ Sesungguhnya semua manusia ciptaan Tuhan adalah saudara, saling memberi adalah salah satu buktinya “.

Lakukanlah, dan dapatkanlah spot2 kutuk yang joss…..dan tetap strike sepuas2nya.

“ Salam gejobak…..!!!! “


Oleh :
Sodikin


Sumber : Pengalaman Pribadi

Senin, 07 Oktober 2013

Tips lanjutan untuk Pemula - Mencari spot mancing (Bag.1)

Mencari Spot Mancing

Semua pemancing pasti setuju bahwa keberhasilan dari sebuah trip mancing sangat ditentukan oleh berhasil tidaknya pemancing atau tim mancing tersebut untuk mendapatkan  spot mancing yang bagus. Betapapun piawainya seorang pemancing, ibarat sampai mampu menggergaji angin, tetapi kalau trip hari itu tidak berhasil mendapatkan spot mancing yang bagus, tetap saja bisa galau.



Tambak Rangkah Lor

Artikle ini saya tuliskan khusus untuk para pemula, dalam hal ini ialah untuk rekan2 yang baru mulai bergabung dengan tim Mancing Kutuk Gabus, mancing kutuk dengan teknik casting umpan percil (anak kodok), maupun untuk rekan2 yang sudah lama bergabung dengan tim, tetapi belum juga mengalami kemajuan, atau masih merasa kesulitan untuk bisa omset seperti para senior lainnya. Menulis ini bukan berarti saya merasa paling bisa, tetapi sebenar2nya saya sangat ingin agar semua teman yang bergabung di tim Mancing Kutuk Gabus, bisa benar2 menikmati segala sesuatu yang ada di dalam dunia mancing kutuk teknik casting umpan percil. Saya sangat terbuka dengan segala kritik dan saran yang membangun, dan saya sangat mengharapkannya sebagai tambahan pengetahuan bagi saya. Saya sadar bahwa dunia ini luas, dan saya hanyalah sebutir debu di dalamnya.

Dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf seandainya ada sesuatu yang salah dan tidak berkenan di hati pembaca, karena ini semua saya tuliskan, sesuai dengan keterbatasan dan gaya saya berbahasa, semoga tidak menyinggung hati siapapun, tetapi justru bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Mencari spot di lokasi tambak.

Kalau kita diajak teman2 untuk mancing bersama di atas perahu, dan kita adalah seorang pemula, maka posisi kita adalah sebenarnya norok bontek (bahasa Madura) alias hanya angka ikut, ke kanan atau ke kiri ikut saja. Kalau para seniornya dapat spot yang bagus, dan mereka bisa strike habis2an, maka besar kemungkinan kita pun ikut mengalaminya, kita disini dalam artian orang yang sudah bisa pegang stik joran dan reel, bukan yang benar2 baru megang stik pancing. Demikian pula kalau teman2 seniornya galau, terlebih lagi kita, yang seperti saya bilang tadi cuma norok bontek. 

Kenapa demikian, tentu anda sudah tahu kenapa, karena spotnya relative sama, omset satu - omset semua, galau satu - ya galau semua. Kalau yang lain galau terus anda omset, itu berarti anda luar biasa, ketiban ndaru (kejatuhan bintang keberuntungan), tetapi kalau yang lain omset dan anda sendiri galau, itu namanya sial, maaf sebaiknya pulang langsung jinabat adus keramas, mungkin tadi ketempelan Mak Jemblem (demitnya sungai/rawa/laut).

Ini berbeda dengan mancing bersama di tambak ala Mancing Kutuk Gabus, kalau anda tidak cepat2 menjiwai, meskipun lama norok bontek, anda bisa saja terus2an galau, meskipun pada saat yang sama dan di lokasi yang sama itu, teman2 anda omset. Kalau sudah galau terus begitu lama kelamaan kita bosan, lalu jadi malas berangkat, berikutnya gantung stik, sayang kan. 

Kenapa demikian, karena di tambak semua pemancing termasuk anda sendiri, bisa bebas kesana-kemari untuk mencari spot, dan spotnya sendiri setiap hari bisa berpindah2 meskipun itu di satu lokasi tambak. Kadang kutuk nggerombol di sini, terus besoknya bisa saja pindah nggerombol di sana, terserah kemauannya kutuk, kita ndak bisa memaksa.

Pemancing yang sudah senior punya pengamatan yang jeli terhadap gerakan2 kutuk di dalam air, selain itu juga punya semacam insting atau naluri terhadap keberadaan kutuk di suatu lokasi. Demikian pula dengan pemancing2 yang baru bergabung dengan tim, tetapi yang asal dari sononya sudah punya pengalaman yang banyak tentang kutuk, kawit cilik wis dolanan kutuk, meskipun baru tetapi hasilnya bisa saja melebihi pemancing2 yang lama. Bayangkan kalau orang yang lama bekerja sebagai penjaga tambak, terus mau ikutan mendalami mancing kutuk, “ wow strike abis “. 

Itulah sebabnya kenapa mereka jarang galau kalau trip, “malah bisa buat jajan anak sekolah….haa…ha..ha…” kata Cak Har. Jujur saja, tiga buah reel Exory 7 BB dan tiga buah joran Exory dan Pioneer saya itu saya beli dari hasil mancing.

Sebenarnya mencari lokasi itu identik dengan mencari gerakan2 kutuk di dalam air seperti yang sudah pernah saya tulis di posting sebelumnya, yaitu mencari keberadaan kutuk. Kutuk memang bisa ada di mana2, tetapi spot yang paling bagus adalah tempat bergerombolnya ikan kutuk, sehingga kemungkinan dapatnya lebih mudah dan bisa lebih omset. 

Akhir2 ini semakin susah mencari spot yang benar2 bagus dan masih perawan, karena sesuai dengan perkembangan tim Mancing Kutuk Gabus sendiri yang sudah sekian banyak anggota, dan setiap pagi tersebar di mana2, di semua lokasi tambak di wilayah Sidoarjo, rasanya hampir tidak ada lokasi yang belum pernah terjamah oleh pemancing2, tidak ada lokasi yang benar2 fresh, tidak ada lokasi yang benar2 masih perawan, semuanya tentu sudah bekas di ajag2 (eksploitasi) oleh para pemancing. “ Kalau mau cari tambak yang perawan, sana lho …Ketingan…hua…haa..ha ! “, gurau Cik Poo.

Kondisi yang demikian ini bukan masalah bagi yang sudah kumus2 gosong hitam kayak kutuk (para senior), trip sehari2 tetap enjoy dan asyik2 saja, apalagi bagi para maniak mancing. Tapi tentu akan berat dan sulit bagi yang baru bergabung, apalagi bagi yang benar2 baru dan tidak punya pengalaman dengan kutuk.

Tips jalan pintas

Mempelajari gerakan kutuk secara teori bagi orang tertentu memang terkadang terasa susah, mencari spot sendiri secara sembarangan dan tanpa acuan, sungguh akan melelahkan dan membosankan. Oleh karena itu janganlah tergesa2 eksplorasi ke sana-sini mencari spot sendiri, sebelum anda benar2 menguasainya. Agar anda bisa segera menguasainya, jalan pintasnya adalah belajar langsung praktek dari senior, atau rekan yang anda anggap senior.

Langkahnya adalah :
1.   Bergabung dengan senior atau rekan2 yang sering omset pada saat trip.
2.   Pilih posisi casting sedapat mungkin tidak menjauh dari senior.
3. Perhatikan dengan cermat segala sesuatu yang menjadi target casting / sasaran lemparan senior.
4. Lemparkan umpan anda di sekitaran dekat target lemparan senior, tetapi sedapat mungkin jangan sampai kenur anda menyilang kenur senior supaya tidak mengganggu aktifitas casting senior.
5.  Lakukan trip dengan senior berulangkali sampai anda benar2 tahu apa yang menjadi target casting para senior.
6.  Bila perlu cobalah sekali2 nonton senior pada saat casting, amati dengan cermat segala sesuatu yang menjadi target lemparan senior, hingga senior tersebut berhasil strike. 
7.  Apabila anda merasa belum mengalami kemajuan tentang spot, cobalah ulangi terus langkah tadi, tetapi dengan senior lainnya.

Belajar itu perlu kemauan, lalu dilakukan dengan kesabaran, didasari dengan kerendahan hati, ketekunan, dan tak kenal menyerah.

“ Selamat mencoba, semoga bisa kumus2 gosong seperti saya…haa..ha…ha ! “

  
Oleh :
Sodikin


Sumber : Pengalaman Pribadi