Rabu, 09 Oktober 2013

Tips lanjutan untuk Pemula - Mencari Spot Mancing (Bag.2)

Mencari Spot Mancing





Dahulu, hampir semua tambak di wilayah Sidoarjo, pengelola (penjaga) maupun pengusahanya sendiri tidak akan keberatan dengan aktifitas mancing kutuk yang kita lakukan di tambak mereka, malahan senang. Apalagi kalau kita mancing beberapa tahun yang lalu, ketika mayoritas tambak memelihara udang ( windu dan panami ) sebagai tanaman utama. Biasanya ditebar juga bandeng dan bader sebagai tambahan, gerakannya yang aktif sekaligus dimanfaatkan sebagai penyedia oksigen di dalam air. Waktu itu, kita malah diminta supaya memburu kutuk di tambak mereka. Selain berbagai macam penyakit, kutuk adalah musuh utama bagi pengusaha tambak udang, terutama pada saat persemaian (pinian), dan ini seringkali membuat gagal panen dan tentu saja menyebabkan kerugian.

Melihat pemancing dengan umpan katak di tambak mereka, menjadi hal biasa bagi mereka, dan mereka membiarkan saja tanpa ada pertanyaan, meskipun pemancing tersebut datang langsung mancing, tanpa basa-basi dahulu untuk ijin dengan mereka. Akhirnya ini menjadi kebiasaan sampai sekarang, setiap pemancing datang langsung mancing, terutama pemancing2 yang usianya masih muda, demikian juga pemancing2 kutuk yang dari luar Sidoarjo.

Situasi yang sekarang berbeda, tingkat pencemaran air sungai karena perkembangan industry dan perumahan di kota Sidoarjo, membawa dampak yang cukup besar bagi petani dan pengusaha tambak di wilayah Sidoarjo, terutama yang lokasinya dekat sekali dengan kampung / perumahan. Memelihara udang seringkali tidak menguntungkan, bahkan beberapa kali merugikan mereka, akhirnya mereka merubah strategi dengan hanya memelihara ikan2 yang lebih tahan terhadap pencemaran, dalam hal ini mujair nila. Di tambak2 yang hanya memelihara ikan nila saja sebagai ikan peliharaan utama, kadang2 penjaga / pemiliknya tidak mengijinkan kegiatan berburu kutuk di tambak mereka. Pemancing2 yang datang langsung mancing tanpa ijin penjaga seringkali mendapat teguran, kadang tegurannya begitu keras sehingga terjadi salah paham.

Mencari Spot Mancing di lokasi Tambak

Akhir2 ini memang sulit sekali mencari spot yang benar2 bagus di lokasi tambak, trip di tambak2 dekat perumahan galau, trip di lokasi yang jauh terpelosok pun malah lebih sering galau, tahukah anda kenapa.
Ikan kutuk adalah ikan air tawar, yang mempunyai ketahanan hidup lebih baik dari ikan2 lainnya, tetapi rentan terhadap salinitas air. Oleh karenanya pada musim kemarau seperti sekarang ini, kalau kita trip terlalu jauh ke pelosok tambak, justru airnya mulai asin, ikan2 kutuk makin jarang kita temui di sana. Kalau toh masih ada, pola makannya justru makin susah. Itulah sebabnya kenapa kita yang tetap saja melakukan trip jauh2 ke sana justru seringkali galau. Karena ikannya  merapat ke tambak2 yang dekat dengan kota (menjauhi air laut), untuk mencari air tawar.

Terus kenapa yang trip di tambak2 dekat kampung juga galau, padahal konon kutuknya pelesir dekat2 kampung. Persoalannya adalah banyak sebab :

1.      Cari lokasi tambak dekat kampung yang ikhlas mengijinkan kegiatan mancing kutuk agak susah sekarang,” kebanyakan tambak yang lokasinya dekat kampung tidak mengijinkan pemulung masuk, hua….haaa…haa ! “,  canda Cik Poo.
2.      Tambak2 dekat kampung yang memberi ijin eksplorasi kutuk, tentu saja tiap hari jadi jujugan pemancing. Bayangkan kalau setiap hari diburu pemancing, ikannya bocok (malas makan), dilempari kodok yang bagaimanapun mendel mawon (tidak respon). Jangankan umpan kodok percil, kodok mainan, segala umpan mainan yang puluhan ribu pun tidak ada yang benar2 efektif, karena setiap hari pagi dan sore, kutuk2 di tempat itu sudah biasa lihat yang begituan.
3.      Pada musim kemarau seperti sekarang ini, air pasang laut yang mengalir ke sungai2 setiap hari, ketinggiannya terlalu rendah untuk bisa masuk ke laban (pintu air utama tambak), kecuali pada saat prapu (air pasang tertinggi tanggal 15 penanggalan Jawa). Oleh karena tidak ada sirkulasi air baru yang masuk, hampir tiap hari tambak2 tersebut airnya seringkali banger (kadar oksigen = 0), ikan2 peliharaannya ngantang (megap2 dipermukaan air), mujair nila dan ikan2 kecil lainnya terutama. Momen ini dimanfaatkan kutuk2 di situ untuk cari makan, dan tidak perlu susah2 ngejar makanan. Jadi jangan heran, kalau ada banyak sekali tenggakan, tetapi dilempari kodok ndak mau makan, kutuk2nya sudah pada kenyang.    
4.      Pada pagi hari, biasanya jam nggondol kutuk yang paling rakus adalah antara jam 5 s/d jam 7 pagi, selebihnya dan sebelum itu tidak terlalu nggondol, apalagi siang hari panas terik praktis gondholan sepi. Padahal sekarang ini jam 6 pagi, matahari sudah terasa panas dan menyengat pipi, jadi praktis jam nggondol jadi berkurang lagi dan cuma tinggal 1 jam saja kita punya jam nggondol. Kesiangan dikit berangkatnya ya galau.

Tips jalan pintas

Kalau sudah demikian apakah harus libur dulu berhenti mancing,” jangan….nanti saya ndak punya teman ha..haaa..ha “. Langkah gampang tetapi cerdas-nya, adalah:

1.      Setiap kali kita trip, biasakan sowan dulu ke gubug, untuk minta ijin sama yang jaga, ramah tamah sejenak, sambil qualifying tentang kutuk di lokasi itu. Kalau diijinkan ya mancing, tetapi kalau tidak ya jangan kecewa, terus langsung ngeloyor pergi begitu saja. Biasanya dengan sopan santun, kita akan mendapatkan jawaban yang santun pula, entah itu boleh, entah tidak, yang penting kita sudah berusaha.
2.      Apabila diperbolehkan, tanyakan juga tentang keberadaan kutuk di tambak tersebut, penjaga tambak tentu lebih tahu daripada kita semua. Pada malam hari, kutuk2 biasanya nenggak, penjaga tambak lebih tahu di sebelah mana ada bunyi tenggakan2 yang paling banyak, demikian juga di sebelah mana ada tenggakan2 yang keras pertanda adanya kutuk2 besar.  
3.      Berangkat lebih awal dari trip biasanya, jangan sampai kedahuluan matahari terbit, supaya kita juga bisa mencari dan melihat sendiri, di mana spot yang paling bagus di tambak tersebut.
4.      Berlaku ramah dan supel dengan semua orang yang lalu lalang di tambak, karena hanya orang2 yang punya urusan dengan tambak yang lalu lalang di sana, penjaga, pemilik, atau orang2 yang mencari rezeki sehari2 dari hasil tambak. Kadang2 mereka suka memberi informasi spot yang joss gandos kotos2.
5.      “ Take and give ! “ saya yakin semua orang tahu caranya. “ Sesungguhnya semua manusia ciptaan Tuhan adalah saudara, saling memberi adalah salah satu buktinya “.

Lakukanlah, dan dapatkanlah spot2 kutuk yang joss…..dan tetap strike sepuas2nya.

“ Salam gejobak…..!!!! “


Oleh :
Sodikin


Sumber : Pengalaman Pribadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar, saran dan kritik Anda senantiasa kami harapkan, untuk melengkapi blog ini. Terima kasih !
(Sodikin)