Minggu, 27 Oktober 2013

Tips lanjutan untuk Pemula - Mencari Spot Mancing (Bag.5)

Mencari Spot Mancing

Ikan kutuk saat ini memang lagi hit di pasaran, harganya melambung tinggi saat orang-orang pada tahu tentang khasiatnya sebagai obat. Ikan kutuk yang dulu hanya dianggap ikan predator air tawar, yang mengerikan dan menjijikkan karena bentuknya yang menyerupai ular oleh sebagian orang, kini justru menjadi ikan yang dicari dan diburu oleh para pencari ikan, karena harganya yang menggiurkan dan banyak peminat. Ikan yang di tambak hanyalah sebagai hama, dan keberadaannya pun bukan sebagai benih atau bibit utama yang dipelihara, tetapi justru harganya bisa lebih tinggi daripada ikan peliharaan utama, mujair nila, atau bader misalnya. Naiknya pamor ikan kutuk ini tak lepas dari peran serta Prof. Dr. Ir. Eddy S, MS yang telah melakukan penelitian dan berhasil membuktikan kandungan protein (albumin) yang tinggi dari daging ikan kutuk tersebut.  

Pencari ikan kutuk di tambak selain pemancing kutuk.

Selain dengan cara mancing, yang umumnya hanya dilakukan oleh para penghoby mancing, ada beberapa cara yang telah dilakukan oleh pencari ikan di Sidoarjo untuk mencari kutuk di tambak, yaitu antara lain :

1.       Setrum, menggunakan trafo DC rangkaian sendiri dengan power Aki 12 V.
Cara ini adalah yang paling banyak diterapkan oleh orang-orang di tambak, paling efektif dan memberikan hasil dalam jumlah yang besar bagi sang pencari kutuk. Seorang tukang nyetrum di tambak bisa mendapatkan sampai berpuluh-puluh ekor kutuk sekali kerja. Namun hanya bisa dilakukan pada saat-saat tertentu atas perintah penjaga / pengelola tambak tersebut.


Nyetrum ikan dan udang di kolong tambak saat panen


2.       Cegok, hampir sama dengan cara mancing, dengan stik bambu pendek,  tetapi dipasang dalam jumlah yang banyak, bisa puluhan sampai ratusan cegok, kemudian dipasang di sekeliling tambak dan dibiarkan begitu saja, hingga ikan kutuk menyantap umpan dan kena. Cara ini juga lumayan efektif dan bisa saja mendapatkan ikan kutuk dalam jumlah yang banyak, namun semuanya tergantung nasib. Pekerjaannya cukup berat, karena biasanya dilakukan orang pada malam hari. Dan tukang cegok harus rajin-rajin keliling tambak, untuk memeriksa ulang semua cegokan yang dia pasang, pekerjaan yang amat melelahkan. Bayangkan, malam hari di tambak, nyamuknya minta ampun, gelap gulita, rerumputan yang tinggi, belum lagi bahaya ular, “ wow ! “.

3.       Plumpatan, yaitu membuat jebakan di pinggiran tambak, atau di tempat tukuan. Ketika ada air gemericik mengalir ke tambak, baik itu di tempat-tempat yang burut ( bocor ), atau memang sengaja dibuat demikian oleh si pemasang plumpatan, ikan kutuk suka melompat hendak pindah tempat, melompatnya itu tadi diatur supaya jatuh ke tempat plumpatan itu tadi, terperangkap dan tidak bisa kembali lagi. Inipun cara yang juga cukup efektif untuk bisa mendapatkan ikan kutuk dalam jumlah yang besar, pekerjaanya sederhana dan ringan, namun tetap saja tergantung nasib. Pemasang plumpatan biasanya adalah penjaga di tambak itu sendiri, atau bisa juga orang lain namun jarang.

4.       Sengget (nyengget), hampir sama dengan mancing, pakai stik bambu yang panjang +/- 3 mt, menggunakan mata kail cabang 3 seperti jangkar, tetapi tidak memakai umpan apapun. Membutuhkan keahlian khusus dengan latihan yang cukup lama tentunya, mata harus jeli luar biasa, karena cara untuk mendapatkan ikan hanya dengan melemparkan sengget ke dalam air ketika ada ikan terlihat, kemudian menarik keatas dengan hentakan begitu saja, dan kena, “ luar biasa ! “. 

    
Cak Waras nyengget jaer (jaer cepret / lokal)

    Pekerjaan ini juga cukup berat dan melelahkan, tukang nyengget harus rajin keliling tambak untuk mencari ikan yang tampak dan bisa terjangkau oleh senggetan, kalau semua ikan tidak mau ke pinggir, ya galau. Kendala lain adalah angin, yang menyebabkan permukaan air tambak bergelombang, sehingga ikan tidak kelihatan, demikian juga hujan. Awan yang terlalu tebal juga masalah, karena bayangannya di permukaan air menyamarkan keberadaan ikan buruan. Sebenarnya semua ikan bisa disengget, tetapi tukang sengget di tambak hanya mencari ikan mujair lokal (jaer cepret), yaitu ikan yang tidak dipelihara tentunya, dan terutama ikan kutuk, karena harganya lebih tinggi. Kalau mau belajar tentang keberadaan / gerakan kutuk di dalam air, tukang sengget inilah sebenarnya, guru yang paling lihai.

Mencari Spot Mancing Kutuk di lokasi tambak

Terus, apa gunanya kita tahu itu tadi, apa hubungannya dengan kita penghoby mancing kutuk teknik casting umpan katak ?

Hubungannya demikian, di mana ada banyak bekas orang masang cegokan, di situ pasti banyak kutuknya. Di mana ada pinggiran tambak atau tukuan yang dipasangi plumpatan, di tambak itu pasti banyak kutuknya. Ingatlah, mereka semua yang melakukan ini dan itu, telah melakukannya bertahun-tahun, dan mereka adalah orang-orang profesional yang jelas lebih ahli tentang kutuk, daripada kita.

Demikian pula, di mana ada orang nyengget yang serius berdiri dengan tak bergeming menunggu sasaran senggetan, di tempat itu pun biasanya banyak kutuknya. Tetapi hati-hati jangan sampai keberadaan kita sampai terlalu dekat dan mengganggu keseriusan orang nyengget, bisa-bisa kita nanti disengget. Apalagi kalau kita dengan sengaja melempar umpan di sekitaran target orang nyengget, itu benar-benar mengganggu aktivitas orang nyengget, lebih baik jangan,” Saudara kita sedang cari makan “, kata Cik Poo.

Demikian rekan-rekan mancing kutuk mania, semoga bermanfaat.
“ Mancing kutuk gabus.........mantaaabbbbb!!!! “

Oleh :
Sodikin

Sumber : Pengalaman pribadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar, saran dan kritik Anda senantiasa kami harapkan, untuk melengkapi blog ini. Terima kasih !
(Sodikin)