Rabu, 15 Februari 2012

Mancing kutuk = Olah raga pagi sekaligus hiburan

Olah raga pagi sekaligus hiburan
- Yang menarik dari mancing kutuk (part. 3) -




  
Saya adalah orang yang paling setuju dengan pendapat ini, meskipun ini bukan alasan saya untuk menggemari mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil. Saya pecinta sport, basket, tenis meja, lari pagi, fitness (gym), dll, namun tak pernah terpikirkan oleh saya untuk menggemari mancing kutuk di pagi hari dengan alasan ini, karena memang saya lebih cenderung menggemari mancing, semata2 hanya karena hobby saja. Saya tertarik dan penasaran dengan pola makan kutuk seperti yang dikatakan oleh Cak Martin, dan saya suka mermpelajari itu sampai saat ini.



Teman yang mengutarakan alasan bergabung dengan kami karena alasan ini adalah mantan atlit perenang di Sidoarjo, konon pernah terpilih untuk ikut seleksi PON  di Jawa Timur, ketika masih muda dan menjadi pelajar di SMA Negeri di Surabaya. Postur tubuh dan bentuk body yang atletis adalah sisa2 dan bukti dari semuanya, tutur bicara yang halus, sopan dan berwibawa mencerminkan kepribadian seorang pejuang yang keras dan tangguh, meskipun kini sudah berumur dan rambut ubanan.







Mengapa saya dan rekan2 menggemari olah raga mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil ? 

Mancing kutuk adalah olah raga pagi sekaligus hiburan.
Kegiatan mancing kutuk tim kami yang rutin adalah berangkat dari jam 5.00 dan selesai jam 8.00 pagi, biasanya jam 8.00 itu kita sudah sampai di rumah masing2, namun kadang2 ada yang nerus sampai lebih siang dari itu, terutama pada saat liburan.

Lokasi mancing seringkali jauh dari jalan raya, dan terkadang sulit dijangkau dengan kendaraan, sehingga kami harus berjalan kaki dari tempat di mana kami menitipkan kendaraan. Dalam situasi tertentu kami bahkan harus berjalan tanpa alas kaki untuk bisa sampai di lokasi, terutama pada musim hujan begini.
Setiba di lokasi kami berpencar untuk mencari tempat masing2 sesuai dengan pilihan kami, dan apabila tempat pertama tidak menghasilkan, kami berpindah lagi mencari tempat yang lain sampai menemukan lokasi yang pas dengan selera kami. Setelah kami eksploitasi di sana dan gondholan mulai kendor, kami pun berpindah tempat lagi, satu kali trip paling tidak kami bisa ratusan bahkan ribuan meter berjalan kaki.  

Pada saat popping, tak ada yang pernah menghitung, berapa kali kami melakukan gerakan melempar (seperti gerakan orang mencangkul tetapi badan tidak sampai membungkuk), kemudian berapa kali kami harus menggulung reel (kerekan), berapa kali kami jongkok, lalu berdiri, jongkok lagi, dan berdiri lagi. Aktivitas ini jelas berbeda dengan cara mancing lainnya, yang setelah melempar umpan terus diam menunggu.

Mancing kutuk dengan teknik ini adalah mancing yang paling aktif bergerak dan menguras tenaga, yang punya kebiasaan merokok pun seringkali tidak sempat merokok pada saat action, " selain tidak bisa menikmati, malah bikin rasa pedas di mata saja ", katanya.

Pada saat popping bisa dipastikan bahwa semua orang akan 100 % berkeringat ( mandi keringat ), selain karena berdiri terus di bawah sinar matahari pagi, juga oleh sebab aktivitas yang saya ceritakan tadi. Semua pemancing pasti berkeringat, kecuali kutuk2 hasil pancingan saja yang tidak.

Dari cerita di atas memang bisa disimpulkan, bahwa mancing kutuk dengan teknik popping / casting menggunakan umpan percil adalah olah raga pagi yang sekaligus hiburan, mengingat berapa jauh kami berjalan, berapa lama kami berdiri di bawah matahari, lalu jongkok, membungkuk, dan berdiri lagi, berapa kali kami bergerak melempar ( setengah mencangkul ), lalu menggulung reel, dst. Aktivitas yang padat dengan gerakan dari kaki sampai kepala ini bisa di-identik- kan dengan olah raga pagi, adventure dan nuansa alam yang bervariasi justru terasa lebih dinamis dan tidak membosankan.

Mancing kutuk gabus......mantaaab !

Oleh:
Sodikin

Sumber :
- Pengalaman pribadi
- Rekan2 di tim Mancing Kutuk Gabus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar, saran dan kritik Anda senantiasa kami harapkan, untuk melengkapi blog ini. Terima kasih !
(Sodikin)